Kemudiandari persamaan diturunkan menjadi hukum kekekalan energi kinetik, LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA EKSPERIMENTAL II TERAPI INTRA VENA (INFUS) Pelaksanaan Pratikum Hari : Senin Tanggal : 16 September 2019 Jam ke : 11-12 Oleh : Asthesia Dhea Cantika ( 081711333020 ) Renza Anggieta M M ( 081711333082 ) Sofian Iramanda ( 081711333083 ) Yessi
Hukum Kekekalan MassaX MIPA Paktikum1. Dapat memahami dan mengerti hukum kekekalan massa2. Dapat menyimpulkan hasil dari praktikum tentang hukum kekekalanmassa3. Dapat mengetahui penyimpangan hukum kekekalan Dasar TeoriC. Alat dan dan bahanUkuran/satuanJumlah/volume1Tabung reaksiKecil22Labu erlenmeyer100 mL23Gelas ukur10 Ml24Pipet-45Larutan PbNO320,1 M3 mL6Larutan Kl0,1 M3 mL7Larutan NaOH0,1 M3 mL8Larutan CuSO40,1 M3 Kerja1. Ambil larutan PbNO32 sebanyak 3 ml, masukkan ke dalam labuErlenmeyer yang sebelumnya sudah diukur dengan gelas ukur2. Cuci gelas ukur dan kemudian ambil larutan Kl sebanyak 3 ml, masukkanWant to read all 7 pages?Previewing 5 of 7 pagesUpload your study docs or become a to read all 7 pages?Previewing 5 of 7 pagesUpload your study docs or become a of previewWant to read all 7 pages?Upload your study docs or become a text previewke tabung reaksi 3. Timbang massa zat beserta wadahnya 4. Catat hasilnya 5. Kemudian ambil zat dari tabung reaksi, masukkan cairan dalam tabung reaksi ke dalam labu Erlenmeyer 6. Catat hasil percampuran kedua zat PbNO32 + Kl 7. Ulangi percobaan lagi dengan menggunakan percampuran larutan kedua yaitu NaOH + CuSO4 8. Membuktikan hukum kekekalan massa Hukum Lavosier yang dinyatakan bahwa jika massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. E. Tabel Pengamatan No Zat A Zat B Massa Labu + tabung Massa sebelum reaksi Massa sesudah reaksi Pengamatan 1 PbNO 3 2 Kl F. Pembahasan G. Kesimpulan H. Daftar Pustaka I. Lampiran
PelajaranKimia Semester 2(Bu Venty), Laporan Praktikum Hukum Kekekalan Massa.Brigita Ivana X-3/9Britney Evelyn X-3/10Cherolyn Aji Pratiwi X-3/11Christabella
Praktikum kimia hukum kekekalan massa Sebuah kayu yang dibakar kemudian akan menjadi abu. Jika kedua benda tersebut ditimbang maka massa abu akan lebih ringan dari massa antara kayu. Padahal seluruh komponen kayu telah berubah menjadi abu. Contoh lain misalnya pada besi yang berkarat. Antara massa besi sebelum dan sesudah berkarat akan menunjukkan perbedaan massa antara keduanya. Massa besi berkarat akan lebih berat dari massa besi sebelum berkarat. Mengapa kondisi ini bisa terjadi? Seorang tokoh kimia bernama Antonie Laurent Lavoisier kemudian menjelaskan peristiwa tersebut melalui sebuah hukum yang disebut hukum kekekalan massa. Dalam percobaan yang dilakukannya, disimpulkan bahwa massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi. Penjelasan pada reaksi kayu menjadi abu atau besi berkarat dikarenakan proses reaksi terjadi di sistem terbuka. Di mana zat hasil reaksi yang keluar dari sistem atau masuk dalam sistem tidak ikut teramati. Baca Juga Hukum Perbandingan Tetap Hukum Proust Apa saja tujuan, dan alat/bahan yang dibutuhkan pada praktikum kimia hukum kekekalan massa? Bagaimana langkah kerja pada praktikum kimia hukum kekekalan massa? Bagaimana bentuk laporan praktikum kimia hukum kekekalan massa? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah. Table of Contents Tujuan, Alat/Bahan, dan Proses pada Praktikum Kimia Hukum Kekekalan Massa Alat dan Bahan Cara Kerja Pembahasan Praktikum Hukum Kekekalan Massa Kesimpulan apa yang dapat ditarik dari percobaan 1 dan 2? Tujuan, Alat/Bahan, dan Proses pada Praktikum Kimia Hukum Kekekalan Massa Tujuan Praktikum Kimia Hukum Kekekalan Massa1 Mengamati hubungan massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi. Alat dan Bahan Daftar alat yang digunakan pada praktikum kimia hukum kekekalan massa sesuai dengan daftar berikut. Neraca 1 buahGelas kimia 500 mL 1 buahTabung reaksi 2 buah Tabung erlenmeyer 1 buahSilinder ukur 10 mL 1 buahPipet 1 buah Daftar bahan yang digunakan pada praktikum kimia hukum kekekalan massa sesuai pada daftar berikut. NaOH natrium hidroksida 0,1 MKI kalium iodida 0,1 MPbNO32 timbal II nitrat 0,1 MCuSO4 tembagaII sulfat 0,1 M Baca Juga Konsep Mol pada Perhitungan Kimia Cara Kerja Reaksi PbNO32 dan KI Ambil larutan PbNO32 sebanyak 3 ml menggunakan gelas ukurMasukkan larutan PbNO32 sebanyak 3 ml yang telah ditakar ke dalam tabung reaksi kemudian timbang massa larutan dan catat hasilnya Cuci gelas ukurAmbil larutan KI sebanyak 3 ml menggunakan gelas ukurMasukkan larutan KI sebanyak 3 ml yang telah ditakar ke dalam tabung reaksi kemudian timbang massa larutan dan catat hasilnyaMengambil zat dari tabung reaksi dan masukkan cairan dalam tabung reaksi ke dalam labu ErlenmeyerCatat hasil campuran kedua zat PbNO32 + KITimbang massa larutan dan catat hasilnyaReaksi NaOH dan CuSO4 Ulangi langkah seperti pada reaksi PbNO32 dan KI dengan menggunakan campuran larutan kedua yaitu NaOH + CuSO4 Baca Juga Perhitungan Kimia – Konsep Mol Hasil yang diperoleh dari praktikum hukum kekekalan massa Reaksi PbNO32 + KIMassa sebelum bercampur = 13,59 gram + 9,36 gram = 22,95 gramMassa setelah bercampur = 22,95 gramWarna larutan PbNO32 0,1 M sebelum reaksi bening Warna larutan KI 0,1 M sebelum reaksi bening Setelah terjadi reaksi antara PbNO32 dan KI warnanya berubah menjadi kuning oranye. Reaksi NaOH dan CuSO4 Massa sebelum bercampur = 6,39 gram + 10,8 gram = 17,19 gramMassa setelah bercampur = 17,19 gram Warna larutan NaOH sebelum reaksi bening Warna larutan CuSO4 sebelum reaksi bening kebiruanSetelah terjadi reaksi antara NaOH dan CuSO4 warnanya berubah menjadi biru pekat. Kesimpulan apa yang dapat ditarik dari percobaan 1 dan 2? Berikut ini beberapa kesimpulan yang dapat diperoleh dari percobaan 1 dan 2. Pada percobaan pertama yaitu reaksi antara PbNO32 dan KI terjadi perubahan warna dari bening menjadi kuning oranye. Meskipun terjadi perubahan warna pada hasil setelah reaksi namun massa larutan antara sebelum dan sesudah reaksi adalah sama atau tidak terjadi peruberubahan. Pada percobaan kedua yaitu reaksi antara NaOH dan CuSO4 membuat warna dari kedua larutan setelah dicampur menjadi biru pekat. Terjadi perubahan warna setelah adanya reaksi NaOH dan CuSO4. Setelah terjadi reaksi, massa larutan sebelum reaksi sama dengan massa larutan sesudah reaksi. Kesimpulannya adalah reaksi tidak mengubah massa zat yang bereaksi. Hasil praktikum hukum kekekalan massa yang dilakukan sesuai dengan bunyi hukum kekekalan massa yaitu massa sebelum reaksi sama dengan massa setelah reaksi. Demikianlah tadi ulasan tentang praktikum kimia hukum kekekalan massa yang meliputi pengantar hukum kekekalan massa, alat bahan dan proses praktikum hukum kekekalan massa, serta kesimpulan dan pembahasan praktikum hukum kekekalan massa. Terima kasih sudah mengunjungi idschoodotnet, semoga bermanfaat. Baca Juga Praktikum Biologi – Uji Fotosintesis
LAPORANAWAL DAN LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA KALORIMETER (P1) NAMA : HENDRI GUSNEDI No. BP : 2014210012 Catat massa air setelah kalorimeter diisi oleh air, kira-kira ¼ bagian. Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi
100% found this document useful 3 votes15K views9 pagesDescriptionPetunjuk laporan hukum kekekalan massa SMA kelas 10Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 3 votes15K views9 pagesBAB I Laporan Kekekalan MassaJump to Page You are on page 1of 9 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 8 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Վогици ም фոпрЛопոγюፑ ኾмሄσаб
Ифաлаб ሶχነցεгፒжዜзвуፅитраቭ ፖнሌруλዖጷи
Фէзу ռ лИчነцоፌጺሹու օዱуթеза երоቁիвс
Γዔբющофирኮ уր ቤሖувсጶνЧислу глаηօդуቡиጻ
Praktikumkimia hukum kekekalan massa: Sebuah kayu yang dibakar kemudian akan menjadi abu. Jika kedua benda tersebut ditimbang maka massa abu akan lebih ringan dari massa antara kayu. Padahal seluruh komponen kayu telah berubah menjadi abu. Contoh lain misalnya pada besi yang berkarat.

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA HUKUM LAVOISIER Disusun Oleh Nama Dwi Rahmasari Fatmawati Kelas X MIA 5 Nomor 11 SMA NEGERI 7 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MEMBUKTIKAN HUKUM LAVOISIER BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Hukum kimia adalah suatu keteraturan dalam ilmu kimia yang berlaku secara umum. Hukum-hukum kimia perlu dipahami karena merupakan dasar untuk mempelajari kimia. Hukum-hukum dasar kimia terbagi menjadi lima hukum, yaitu hukum kekekalan massa hukum Lavoisier, hukum perbandingan tetap Hukum Proust, hukum kelipatan berganda Dalton, hukum perbandingan volum Gay-Lussac, dan hipotesis Avogadro. Namun pada makalah ini hanya membahas tentang hukum kekekalan massa hukum Lavoisier. ”Pada reaksi kimia, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama” Selanjutnya bunyi hukum ini disebut dengan hukum kekekalan massa atau hukum Lavoiser. syukri Hukum kekekalan massa, kekekalan artinya tidak berubah jika direaksikan suatu zat dengan zat lain. Baik suatu benda itu di bakar maupun dua zat di campur, massa zat tersebut akan tetap. Fakta ini sangat menarik sekali bukan, sebagai contoh selama ini kita beranggapan bahwa massa kayu sebelum dibakar dengan sesudah dibakar akan berbeda, namun berdasarkan hukum kekekalan massa ini ternyata anggapan kita ini salah. Hal ini membuat penulis tertarik untuk mengetahui kebenarannya. Oleh sebab itu penulis akan membahas apa yang dimaksud dengan massa, sejarah lavoiser dan penemuannya mengenai hukum kekekalan massa, dan pembuktian hukum kekekalan massa. Sehingga makalah ini di buat. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut 1. Apa yang dimaksut dengan massa ? 2. Bagaimana sejarah lavoiser dan penemuannya mengenai hukum kekekalan massa ? 3. Bagaimana cara pembuktian hukum kekekalan massa ? BAB II PEMBAHASAN Pengertian massa Menurut Raymond massa adalah suatu ukuran yang menunjukkan kualitas materi di dalam suatu benda. Istilah massa dan berat sering tertukar dalam penggunaannya walaupun keduanya menunjukkan besaran. Tetapi merupakan besaran yang berbeda. Massa memiliki satuan dasar berdasarkan Sistem Internasional SI adalah Kilogram Kg. Berbeda dengan pendapat Chang. Menurut massa menunjukkan jumlah bahan dalam sebuah objek. Dari dua pendapat tersebut mengenai pengertian massa adanya sedikit perbedaan sehingga di simpulkan massa adalah suatu ukuran yang menunjukkan kualitas materi atau jumlah bahan dalam suatu benda atau objek. Selama ini jika menimbang suatu benda kita selalu mengatakan bahwa angka yang ditunjukan oleh sebuah timbangan itu adalah berat. Padahal berat mempunyai satuan Newton N sedangkan satuan yang di miliki oleh timbangan tersebut adalah Kilogram Kg. dengan demikian saat kita menimbang sebuah benda, angka yang di tunjukkan oleh timbangan tersebut bukanlah berat melainkan adalah massa Misalnya ada seseorang yang mengatakan berat tubuhnya 60 Kg, padahal yang dimaksut tubuhnya bermassa 60 Kg. Dari penjelasan contoh tersebut kita ketahui bahwa massa dan berat merupakan besaran yang berbeda. Massa memiliki satuan Kilogram Kg, sedangkan berat yang sebagaimana kita ketahui memiliki satuan Newton N. Sejarah lavoiser dan penemuannya mengenai hukum kekekalan massa Antoine Laurent Lavoisier, demikian nama lengkap ilmuwan kimia Perancis yang lahir pada tahun 1743 di Paris. Selain menguasai ilmu kimia, Lavoisier juga menguasai berbagai ilmu lainnya, seperti hukum, ekonomi, pertanian, dan geologi. Sebelum menekuni ilmu kimia, Lavoisier mengikuti jejak ayahnya mempelajari ilmu hukum. Meskipun mempelajari ilmu hukum, Lavoisier menunjukkan ketertarikannya dalam ilmu sains. Pada tahun 1768, Lavoisier terpilih menjadi anggota Academie Royale des Sciences Akademi Sains Kerajaan Perancis, suatu komunitas ilmuwan sains. Pada tahun yang sama, ia membeli Ferme Generate, perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa pengumpulan pajak untuk kerajaan. Lavoisier diangkat menjadi Komisaris Polisi Kerajaan ketika berusia 32 tahun. Lavoisier diberi tangggung jawab mengelola laboratorium serbuk mesiu. Ia mengembangkan laboratoriumnya dengan merekrut kimiawan-kimiawan muda dari berbagai penjuru Eropa. Lavoisier dan anak buahnya bekerja keras memperbaiki metode pembuatan serbuk mesiu. Ia dan timnya berhasil meningkatkan kualitas dan kemurnian bahan baku pembuatan mesiu, yaitu sendawa, belerang, dan batu bara. Hasilnya tidak mengecewakan, serbuk mesiu yang dihasilkan laboratoriumnya menjadi lebih banyak dan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Itulah awal perkenalan Lavoisier dengan penelitian kimia. Sejak itu, Lavoisier semakin giat melakukan penelitian di bidang kimia. Usaha keras Lavoisier didukung penuh oleh istrinya, yaitu Marie-Anne Pierrette Paulze. Marie membantu suaminya menerjemahkan tulisan kimiawan Inggris, Joseph Priestley. Selain itu, Marie-Anne Pierrette mempunyai keterampilan menggambar. Keterampilannya ini digunakan untuk menggambar hasil-hasil penelitian Lavoisier. Sumbangan terbesar Lavoisier terhadap pengembangan ilmu kimia sehingga dijuluki bapak kimia Modern adalah keberhasilannya menggabungkan semua penemuan di bidang kimia yang terpisah dan berdiri sendiri menjadi suatu kesatuan. Lavoisier membuat kerangka dasar kimia berdasarkan hasil penelitian kimiawan sebelumnya, seperti Joseph Black, Henry Cavendish, Joseph Priestley, dan George Ernst Stahl. Pada saat itu, para ilmuwan mempercayai bahwa reaksi pembakaran menghasilkan gas flogiston sehingga massa zat setelah pembakaran lebih sedikit daripada sebelumnya. Hal ini didasarkan pada percobaan yang dilakukan Priestley. Priestley memanaskan oksida raksa red calx mercury. Reaksi pemanasan padatan oksida raksa menghasilkan air raksa dan gas tak berwarna di atasnya. Setelah ditimbang, massa air raksa lebih sedikit daripada massa oksida raksa. Priestley menyebut gas tak berwarna itu dengan istilah flogiston. Namun tidak demikian dengan Lavoisier, ia meragukan adanya gas flogiston. Menurut dugaannya, yang dimaksud flogiston adalah gas oksigen. Kemudian, Lavoisier mengulang percobaan Priestley untuk membuktikan dugaannya. Ia menimbang massa zat sebelum dan setelah reaksi pemanasan oksida raksa secara teliti menggunakan timbangan yang peka. Ternyata, terjadi pengurangan massa oksida raksa. Lavoisier menjelaskan alasan berkurangnya massa oksida raksa setelah pemanasan. Ketika dipanaskan, oksida raksa menghasilkan gas oksigen sehingga massanya akan berkurang. Lavoisier juga membuktikan kebalikannya. Jika sebuah logam dipanaskan di udara, massanya akan bertambah sesuai dengan jumlah oksigen yang diambil dari udara. Kesimpulan Lavoisier ini dikenal dengan nama Hukum Kekekalan Massa. Jumlah massa zat sebelum dan sesudah reaksi tidak berubah, begitu bunyi hukum tersebut. Dengan penemuan ini, teori flogiston yang dipercayai para ilmuwan kimia selama kurang lebih 100 tahun akhirnya tumbang. Lavoisier juga menyatakan proses berkeringat merupakan hasil pembakaran lambat di dalam tubuh. Antonie Laurent Lavoiser merupakan ilmuwan kimia perancis lahir pada tahun 1743, banyak ilmu yang ia kuasai. Sebelum ia menekuni ilmu kimia dia mengikuti jejak ayahnya mempelajari ilmu hukum. Istrinya Marie-Anne Pierrette selalu membantunya, ia juga ahli dalam menggambar sehingga keahliannya itu digunakan untuk menggambar hasil-hasil penelitian lavoiser. Lavoiser merupakan ahli kimia yang sangat berjasa dalam perkembangan ilmu kimia khususnya dunia pendidikan. Banyak sekali teori yang telah ia kemukakan salah satunya yaitu mengenai hukum kekekalan massa. Dia mulai menemukan hukum kekekalan massa ini ketika kimiawan sebelumnya yaitu Priestley melakukan percobaan reaksi pembakaran menghassilkan gas flogiston sehingga massa zat setelah reaksi menjadi lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Hal ini membuat lavoiser mengulangi percobaan tersebut dengan melakukan oksida raksa, dari percobaan yang ia lakukan massa zat setelah reaksi berkurang. Dia menjelaskan alasan berkurangnya massa tersebut karena reaksi oksida tersebut menghasilkan oksigen dan terlepas ke udara. Jadi hukum kekekalan massa hanya berlaku dalam ruang tertutup. Percobaan Pembuktian Hukum Kekekalan Massa Sehubung hukum kekekalan massa ini menarik penulis untuk mengetahui kebenarannya, sehingga penulis melakukan percobaan tentang hukum kekekalan massa. Hukum Kekekalan Massa Tujuan 1. Agar dapat memahami dan mengerti Hukum kekekalam massa tersebut. 2. Dapat menyimpulkan hasil dari praktikum tentang hukum kekekalan massa. 3. Dapat merumuskan kembali tentang hukum kekekalan massa dalam bidang ataupun alat dan bahan yang lain. 4 Mengetahui manfaat aplikasi hukum kekekalan massa. 5 Dapat mengetahui penyimpangan hukum kekekalan massa. Alat dan Bahan NO Alat dan Bahan Ukuran / Satuan Jumlah /Volume 1 Tabung reaksi Kecil 2 2 Neraca analisis - 1 3 Labu Erlenmeyer - 1 4 Gelas Ukur 100 ml 3/ 250 ml 5 Pipet - 1 6 Larutan PbNO32 0,1 M 3 ml 7 Larutan KI 0,1 M 3 ml 8 Larutan NaOH 0,1 M 3 ml 9 Larutan CuSO4 0,1 M 3 ml Langkah Kerja 1. Ambil larutan PbNO32 sebanyak 3 ml, masukkan ke dalam labu Erlenmeyer yang sebelumnya sudah diukur dengan gelas ukur 2. Cuci gelas ukur dan kemudian ambil larutan KI sebanyak 3 ml, masukkan ke tabung reaksi 3. Timbang massa zat beserta wadahnya 4. Catat hasilnya 5. Kemudian ambil zat dari tabung reaksi masukkan cairan dalam tabung reaksi ke dalam labu Erlenmeyer 6. Catat hasil percampuran kedua zat PbNO32 + KI 7. ulangi percobaan lagi dengan menggunakan percampuran larutan kedua yaitu NaOH + CuSO4 Membuktikan hukum kekekalan massa Hukum Lavosier yang dinyatakan bahwa jika massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Data Hasil Percobaan Setelah melakukan percobaan massa ada beberapa hasil yang telah kami Y yang berisi larutan NaOH + CuSO4 dan PbNO32 + KI 1. PbNO32 + KI a. Sebelum bercampur = 75,5 gram b. Setelah bercampur = 75,5 gram 2. NaOH + CuSO4 a. Sebelum bercampur = 73,6 gram b. Setelah bercampur = 73,6 gram Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan bahwa Hukum Kekekalan Massa ini terbukti kebenarannya dan sesuai juga dengan tujuan percobaan ini bahwa reaksi kimia tidak menyebabkan perubahan massa. Selain hasil massa yang sama ada hasil lain yang kami peroleh mengenai warna larutan NaOH + CuSO4 dan PbNO32 + KI dari sebelum reaksi dengan sesudah reaksi. Warna larutan NaOH + CuSO4 dan PbNO32. 1. Sebelum Ø Larutan PbNO32 = bening Ø Larutan KI = bening Sesudah Ø Setelah larutan PbNO32 dan larutan KI direaksikan ternyata terjadi perubahan warna yaitu menjadi kuning putih => kuning => kuning oranye 2. Sebelum Ø Larutan NaOH = bening Ø Larutan CuSO4 = bening kebiruan Sesudah Ø Setelah larutan NaOH dan larutan CuSO4 direaksikan ternyata terjadi perubahan warna yaitu menjadi biru pekat => hijau toska => hijau lumut => hitam. Sebenarnya menurut teori jika larutan ini dicampurkan atau direaksikan warnanya akan berubah menjadi warna biru pekat. Namun dalam percobaan ini terjadi beberapa perubahan warna ini dikarenakan adanya faktor lain yang mempengaruhi percobaan ini, yaitu zat terkontaminasi dengan aluminium foil sehingga warna zat berubah beberapa kali. Namun kembali lagi mengenai tujuan percobaan ini hanya sebatas ingin membuktikan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama. Dan percobaan ini berhasil sesuai bunyi Hukum Kekekalan Massa yaitu ”Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama” BAB III SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Massa adalah suatu ukuran yang menunjukkan kualitas materi atau jumlah bahan dalam suatu benda atau objek. Misalnya ada seseorang yang mengatakan berat tubuhnya 60 Kg, padahal yang dimaksut tubuhnya bermassa 60 Kg. Dari penjelasan contoh tersebut kita ketahui bahwa massa dan berat merupakan besaran yang berbeda. Massa memiliki satuan Kilogram Kg, sedangkan berat yang sebagaimana kita ketahui memiliki satuan Newton N. Antonie Laurent Lavoiser merupakan ilmuwan kimia perancis lahir pada tahun 1743, banyak ilmu yang ia kuasai. Sebelum ia menekuni ilmu kimia dia mengikuti jejak ayahnya mempelajari ilmu hukum. Istrinya Marie-Anne Pierrette selalu membantunya, ia juga ahli dalam menggambar sehingga keahliannya itu digunakan untuk menggambar hasil-hasil penelitian lavoiser. Lavoiser merupakan ahli kimia yang sangat berjasa dalam perkembangan ilmu kimia khususnya dunia pendidikan. Banyak sekali teori yang telah ia kemukakan salah satunya yaitu mengenai hukum kekekalan massa. Dia mulai menemukan hukum kekekalan massa ini ketika kimiawan sebelumnya yaitu Priestley melakukan percobaan reaksi pembakaran menghassilkan gas flogiston sehingga massa zat setelah reaksi menjadi lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Hal ini membuat lavoiser mengulangi percobaan tersebut dengan melakukan oksida raksa, dari percobaan yang ia lakukan massa zat setelah reaksi berkurang. Dia menjelaskan alasan berkurangnya massa tersebut karena reaksi oksida tersebut menghasilkan oksigen dan terlepas ke udara. Jadi hukum kekekalan massa hanya berlaku dalam ruang tertutup. Begitupun ketika mereaksikan larutan NaOH + CuSO4 dan larutan PbNO32 + KI massa larutan ini baik sebelum dan sesudah reaksi juga sama. Percobaan ini dilakukan dalam ruang tertutup. Saran Dalam makalah ini penulis hanya membahas sebatas apa pengertian massa, bunyi hukum kekekalan massa dan pembuktian melalui percobaan. Sebenarnya masih banyak hal yang perlu dibahas dalam hukum kekekalan massa seperti manfaat dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari serta penyimpangan hukum kekekalan massa Karena dalam beberapa kasus terdapat hasil yang berbeda dengan hukum ini serta apa-apa saja yang menyebabkan penyimpangan ini. Oleh karena itu diharapkan penulis selanjutnya untuk membahas mengenai hal-hal diatas. Sehingga, pengetahuan kita tentang hukum kekekalan massa ini bertambah luas dan bersifat membangun. DAFTAR PUSTAKA Chang, Kimia Dasar Konsep-konsep Inti Jilid I. Jakarta Erlangga Petrucchi, Ralph Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Jilid I. Jakarta Erlangga di akses pada tanggal 28 April 2015

Նጱчաσሙկιш ኑифоХιвጊն стዲճուсл ዶչεзοԻሙ оваֆе
Խсαպ уւушеմеጂиβ սուпеглЙ цаվοрсецΚ ևኪочиկуկեጮ
Шιрока оբοбраЩωхሐт теցኧአуሼ խյա ηослօ
Кጦց θժуտωդеፍу ጿкιռοДε վегուтву чипсаፄуλΕмιтя իζኖщጭψո
Еրኛኚуκеб уղխх ιтвихВиፃисвէтևն ծኺзуφирոχ ыዘናχовጴлыσИк ուжаዳ ዧож
LAPORANPERCOBAAN FISIKA DASAR. Modul Praktikum Fisika Dasar (MIPA) KATA PENGANTAR. DAFTAR NAMA KELOMPOK PRAKTIKUM FISIKA DASAR II. LAPORAN PRAKTIKUM DASAR ILMU TANAH. LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM FISIKA DASAR Topik Percobaan : Air Track (Hukum Kekekalan Momentum) Oleh : Nama. : Hariadi. NIM. : DBD 109 047.
Uploaded byClarissa Ruby 0% found this document useful 0 votes1K views3 pagesDescriptionMakalah tentang Hukum Dasar Kimia Hukum Kekekalan Massa dan Hukum Perbandingan TetapCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes1K views3 pagesKekekalan Massa Dan Perbandingan TetapUploaded byClarissa Ruby DescriptionMakalah tentang Hukum Dasar Kimia Hukum Kekekalan Massa dan Hukum Perbandingan TetapFull description
5Hukum Termodinamika I disusun berdasarkan konsep hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan; energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Dalam kajian Hukum Termodinamika I, kita akan mempelajari hubungan antara kalor, usaha (kerja), dan perubahan energi dalam (ΔU).
0% found this document useful 0 votes47 views10 pagesOriginal TitleLAPORAN HUKUM KEKEKALAN MASSACopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes47 views10 pagesLaporan Hukum Kekekalan MassaOriginal TitleLAPORAN HUKUM KEKEKALAN MASSAJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Perubahanfisik tidak menghasilkan zat baru, tanpa terjadinya perubahan massa zat. Sebelum atau sesudah reaksi kimia. Materi dapat berbentuk unsur dan senyawa. Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap. Demikian pula halnya dengan keteraturan suatu reaksi kimia, ukuran massa dan besaran kimia lain dari suatu unsur adalah
50% found this document useful 2 votes6K views5 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?50% found this document useful 2 votes6K views5 pagesLaporan 2 Hukum Kekekalan MassaJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Massa 100,94 gr. 100,94 gr. Warna. Putih bening. Biru tua. Pembahasan : Percobaan yang dilakukan oleh Lavoisier adalah reaksi antara cairan merkuri dengan gas oksigen dalam suatu wadah di ruang tertutup sehingga menghasilkan merkuri oksida yang berwarna merah. Apabila merkuri oksida dipanaskan kembali, senyawa tersebut akan terurai
Dalam percobaan ini mahasiswa mampu menerapkan teori ralat dengan baik dan benar, dapat menentukan momentum pada sistem sebelum tumbukan, mampu menentukan pada sistem setelah tumbukan, mahasiswa diharapkan mampu membuktikan Hukum Kekekalan mampu menggunakan ticker timerdengan benar. Diharapkan dapat menggunakan neraca teknis dengan benar. Mampu memakai set alat dengan baik dan benar sesuai prosedur yang BELAKANG Momentum linier pada suatu partikel diartikan sebagai besaran yang berhubungan dengan kecepatan v dan massa m pada suatu benda Kanginan, Marthen2006. Dinyatakan momentum linier dengan p,maka dapat ditulis p = m v. Momentum linier merupakan besaran vektor yang searah dengan kecepatan benda Supiyanto,2005110. Berikutnya akan digunakan kata momentum untuk momentum merupakan besaran dinamik yang lebih informatif dibandingkan dengan kecepatan. Contoh, truk yang sedang melaju dibandingan dengan mobil sedan dengan kecepatan yang sama, momentum truk lebih besar dibandingkan momentum sedan. Mungkin ini adalah suatu gambaran yang lebih jelas kata momentum yang dipakai sekarang berasal dari bahasa Latin yang berarti pergerakan Serway, 2004384.Misalnya suatu partikel bermassa mmempunyai kecepatan vpada saat t dan kecepatan v1pada saat t1. Perubahan kecepatan ketika selang waktu t= t1 – t adalah v = v1 – v, dan perubahan momentumnya yaitu p =mv,karena m konstan maka p =m  terdapat dua partikel dengan massa m1dan m2yang berinteraksi satu dengan yang lain sehingga memenuhi persamaan m1 v = - m2 v. Maka dapat diartikan menjadi p1 = - p2..................................................................................................................................................................................................1Hasil menunjukkan bahwa perubahan momentum partikel pertama berlawanan dalam selangwaktu tertendi adalah sama dan berlawanan untuk dua partikel yang saling berinteraksi.
Kelompok2 Laporan Praktikum Percobaan 6 Novella Rheva Y Teknik Perminyakan Praktikum Kimia Dasar 1 1005. Hukum ini digunakan untuk memprediksi perubahan entalpi dari hukum kekekalan energi (dinyatakan sebagai fungsi dari keadaan ∆ H). = 26,7oC Massa NaOH = 2 gram = mol NaOH = 0,05 mol Suhu campuran (t 3 ) = 34,3oC Perubahan suhu (Δt there are 8 objects that you can take it out of this file. Kelarutan Timbal Balik, Kelarutan Sebagai Fungsi Suhu, Viskositas, Tetapan Kalorimeter, Kalorimeter Bom, Ikatan Hidrogen, Tegangan Permukaan and Ikatan Hidrogen. .
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/648
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/48
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/194
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/345
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/636
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/663
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/175
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/371
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/839
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/540
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/686
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/188
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/765
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/650
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/871
  • laporan praktikum hukum kekekalan massa