KonsepMenggambar Ilustrasi, Materi Seni Budaya Kelas VIII SMP/MTs. Anda tentu pernah melihat gambar ilustrasi atau bahkan pernah membuatnya. Gambar ilustrasi sering kita jumpai di buku, majalah, koran, tabloid, brosur, pamflet, dan sebagainya. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami tentang gambar ilustrasi dan mampu membuatnya. This article aims to describe the analysis of the subject matter of the 2013 revised 2017 Arts and Crafts Culture curriculum in a class V textbook viewed from various aspects. The method used in the analysis is the study of literature on the subject matter of MI / SD Art and Culture in teacher books and student books. The results of the analysis state that the development characteristics of grade V students are at the concrete operation stage. HOTS Distribution Critical Thinking 43%, Creative Thinking 32%, Problem Solving 11%, Decision Makers 14%. 4C Distribution Critical Thinking 37%, Creative Thinking 27%, Communication 16%, Collaboration 20%. Digital Literacy 12% and Cultural and Citizenship Literacy 33%. Character Education Nationalism 23%, Integrity 3%, Independence 40%, Mutual Assistance 34%. The innovations offered in learning Arts and Culture and MI / SD Workshops enhance operational verbs for HOTS, use interactive teaching materials, add aspects of mathematical literacy, and add aspects of religious character education. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis materi pokok Seni Budaya dan Prakarya dalam buku paket kelas V kurikulum 2013 revisi 2017 dilihat dari berbagai macam aspek. Metode yang digunakan dalam analisis adalah studi literatur tentang materi pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SD dalam buku guru dan buku siswa. Hasil analisis menyatakan bahwa karakteristik perkembangan siswa kelas V berada pada tahapan operasi konkret. Distribusi HOTS Critical Thinking 43%, Creative thinking 32%, Problem Solving 11%, Decision Maker 14%. Distribusi 4C Critical Thinking 37%, Creative thinking 27%, Communication 16%, Collaboration 20%. Literasi Digital 12% dan Literasi Budaya dan Kewargaan 33%. Pendidikan Karakter Nasionalisme 23%, Integritas 3%, Kemandirian 40%, Gotong royong 34%. Inovasi yang ditawarkan dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya MI/SD adalah meningkatkan kata kerja operasional menjadi HOTS, menggunakan bahan ajar interaktif, menambahkan aspek literasi matematis, serta menambahkan aspek pendidikan karakter religius. Figures - available via license CC BYContent may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Volume 8 Nomor 1 Januari - Juni 2020- 59 -E-ISSN 2503-0256 / ISSN 2355-0155ELEMENTARYDiakses di Teacher JournalANALISIS HOTS, 4C, LITERASI, DAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SENI BUDAYA DAN PRAKARYA MI/SD KURIKULUM 2013 Muh Syauqi MalikUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia19204080006 article aims to describe the analysis of the subject matter of the 2013 revised 2017 Arts and Crafts Culture curriculum in a class V textbook viewed from various aspects. The method used in the analysis is the study of literature on the subject matter of MI / SD Art and Culture in teacher books and student books. The results of the analysis state that the development characteristics of grade V students are at the concrete operation stage. HOTS Distribution Critical Thinking 43%, Creative Thinking 32%, Problem Solving 11%, Decision Makers 14%. 4C Distribution Critical Thinking 37%, Creative Thinking 27%, Communication 16%, Collaboration 20%. Digital Literacy 12% and Cultural and Citizenship Literacy 33%. Character Education Nationalism 23%, Integrity 3%, Independence 40%, Mutual Assistance 34%. The innovations offered in learning Arts and Culture and MI / SD Workshops enhance operational verbs for HOTS, use interactive teaching materials, add aspects of mathematical literacy, and add aspects of religious character HOTS, 4C, Literacy, Character Education Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik60 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis materi pokok Seni Budaya dan Prakarya dalam buku paket kelas V kurikulum 2013 revisi 2017 dilihat dari berbagai macam aspek. Metode yang digunakan dalam analisis adalah studi literatur tentang materi pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SD dalam buku guru dan buku siswa. Hasil analisis menyatakan bahwa karakteristik perkembangan siswa kelas V berada pada tahapan operasi konkret. Distribusi HOTS Critical Thinking 43%, Creative thinking 32%, Problem Solving 11%, Decision Maker 14%. Distribusi 4C Critical Thinking 37%, Creative thinking 27%, Communication 16%, Collaboration 20%. Literasi Digital 12% dan Literasi Budaya dan Kewargaan 33%. Pendidikan Karakter Nasionalisme 23%, Integritas 3%, Kemandirian 40%, Gotong royong 34%. Inovasi yang ditawarkan dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya MI/SD adalah meningkatkan kata kerja operasional menjadi HOTS, menggunakan bahan ajar interaktif, menambahkan aspek literasi matematis, serta menambahkan aspek pendidikan karakter Kunci HOTS, 4C, Literasi, Pendidikan KarakterA. PendahuluanAgama Islam berkembang di Indonesia melalui banyak cara, salah satunya melalui akulturasi seni dan budaya. Melalui budaya, agama Islam dapat diterima dengan cepat dan tanpa ada unsur pemaksaan. Seperti halnya tradisi-tradisi yang berkembang dalam masyarakat Indonesia merupakan produk dari akulturasi seni dan budaya dengan Islam. Tradisi yang telah ada pada masa lalu tidak serta merta dihilangkan begitu saja, namun para wali memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam tradisi dan kebudayaan masyarakat nusantara. Seni budaya memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat, oleh karena itu sejak pendidikan dasar kurikulum pendidikan di Indonesia juga mencantumkan Seni Budaya dan Prakarya Sutiyono, 2010.Materi yang disajikan dalam Seni Budaya dan Prakarya juga bervariasi sehingga akan didapatkan berbagai macam kecerdasan Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 61yang bisa dikembangkan oleh anak, seperti halnya kecerdasan dalam memahami diri sendiri, kecerdasan berimajinasi, kecerdasan bermusik, kecerdasan berbahasa, kecerdasan ๎‚„๎‚‡๎‚”๎‚Ž๎‚‘๎‚‰๎‚‹๎‚๎‚ƒ๎‡ก๎€ƒ๎‚๎‚‡๎‚…๎‚‡๎‚”๎‚†๎‚ƒ๎‚•๎‚ƒ๎‚๎€ƒ๎‚„๎‚‡๎‚”๎๎‚‹๎‚๎‚‹๎‚”๎‡ก๎€ƒ๎‚†๎‚ƒ๎‚๎€ƒ๎‚Ž๎‚ƒ๎‚‹๎‚๎‡ฆ๎‚Ž๎‚ƒ๎‚‹๎‚๎‡ค๎€ƒ๎€„๎‚†๎‚ƒ๎‚’๎‚—๎‚๎€ƒ๎‚„๎‚‡๎‚”๎‚„๎‚ƒ๎‚‰๎‚ƒ๎‚‹๎€ƒ๎‚…๎‚ƒ๎‚”๎‚ƒ๎€ƒyang perlu dilakukan untuk mendapatkan kecerdasan tersebut perlu menggunakan berbagai metode yang sesuai. Keterampilan berpikir level unggul perlu dimiliki oleh siswa sehingga mereka mampu memberikan solusi pada permasalahan yang mereka alami. Perlu dilakukan analisis secara mendalam tentang sudah sesuaikah materi dalam Seni Budaya dan Prakarya yang disajikan kepada siswa dengan kebutuhan mereka yakni kemampuan berpikir tingkat abad ini perkembangan ilmu pengetahuan dan ๎‚‹๎‚๎‚ˆ๎‚‘๎‚”๎‚๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎€ƒ ๎‚•๎‚ƒ๎‚๎‚‰๎‚ƒ๎‚–๎€ƒ ๎‚๎‚‡๎‚๎‚„๎‚‡๎‚”๎‚‹๎‚๎‚ƒ๎‚๎€ƒ ๎‚’๎‚‡๎‚๎‚‰๎‚ƒ๎‚”๎‚—๎‚Š๎€ƒ ๎‚›๎‚ƒ๎‚๎‚‰๎€ƒ ๎‚•๎‚‹๎‚‰๎‚๎‚‹๎๎‚‹๎‚๎‚ƒ๎‚๎€ƒ ๎‚„๎‚ƒ๎‚‰๎‚‹๎€ƒmanusia. Kompetensi untuk hidup layak bergantung pada keterampilan-keterampilan yang diperlukan, diantaranya kritis dalam berpikir, kreativitas, kemampuan berkolaborasi dan kemampuan berkomunikasi Sani, 2019. Pertanyaan nya apakah materi dalam Seni Budaya dan Prakarya yang disajikan kepada siswa sudah sesuai dengan kebutuhan mereka pada abad ini, yakni kemampuan dalam critical thinking, creativity, collaboration, dan communication?Kehidupan masyarakat pada era saat ini dapat dipahami melalui perkembangan ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi yang menuntut masyarakat agar memiliki kemampuan dasar agar dapat bertahan hidup, kemampuan dasar itu disebut juga dengan literasi dasar Yusuf & Hayat, 2010. Literasi dasar sangat ditekankan oleh pemerintah karena mengikuti tuntutan zaman, literasi dasar yang dimaksud meliputi literasi baca-tulis, ๎‚Ž๎‚‹๎‚–๎‚‡๎‚”๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎€ƒ ๎‚๎‚—๎‚๎‚‡๎‚”๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎‡ก๎€ƒ ๎‚Ž๎‚‹๎‚–๎‚‡๎‚”๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎€ƒ ๎‚•๎‚ƒ๎‚‹๎‚๎‚•๎‡ก๎€ƒ ๎‚Ž๎‚‹๎‚–๎‚‡๎‚”๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎€ƒ ๎‚†๎‚‹๎‚‰๎‚‹๎‚–๎‚ƒ๎‚Ž๎‡ก๎€ƒ ๎‚Ž๎‚‹๎‚–๎‚‡๎‚”๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎€ƒ ๎๎‚‹๎‚๎‚ƒ๎‚๎‚•๎‚‹๎‚ƒ๎‚Ž๎‡ก๎€ƒliterasi budaya dan kewargaan. Tak ketinggalan pula pendidikan karakter yang terus disuarakan agar dapat membentuk pribadi yang cerdas serta berakhlaqul karimah. Sudah termuatkah semua aspek tersebut dalam materi pokok Seni Budaya dan Prakarya? Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik62 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya diantaranya, tidak semua siswa menaruh perhatian atau minat terhadap materi, kesulitan siswa dalam pemahaman materi yang telah diajarkan, kurangnya pengelolaan waktu yang baik, selain itu juga tidak semua latar belakang guru pengampu Mata pelajaran Menguasai dalam hal Seni Budaya dan Prakarya. Padahal seni itu sagat penting untuk dipelajari, karena mempelajari seni dapat membangkitkan semangat baru dengan citra Indonesia sehingga tradisi-tradisi kesenian tetap lestari dan muncul ke permukaan, tidak hanya di kancah Nasional namun juga di kancah internasional Prawira, 2016. Berdasarkan paparan yang dijelaskan tersebut, penulis merasa perlu melakukan kajian analisis materi pokok Seni Budaya dan Prakarya secara mendalam dan terperinci untuk mengetahui apakah materi yang diberikan siswa sudah layak dikonsumsi oleh siswa atau belum, apakah sudah sesuai dengan tuntutan kebutuhan zaman saat ini atau belum, serta inovasi dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya masa Pembahasan1. Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berjenis studi pustaka. Studi pustaka merupakan salah satu jenis metode penelitian kualitatif yang lokasi atau tempat penelitiannya dilakukan di pustaka, dokumen, arsip, dan lain sejenisnya Prastowo, 2011. Dengan kata lain, metode penelitian ini tidak menuntut kita mesti terjun ke lapangan melihat fakta langsung sebagaimana adanya. Sumber data diperoleh dari Buku Siswa dan Buku Guru Seni Budaya dan Prakarya Kelas V Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Teknik pengumpulan data menggunakan data-data kepustakaan yang telah dipilih, dicari, disajikan dan dianalisis. Teknik analisis data secara manual dengan menganalisis Buku Guru dan Buku Siswa dan menghimpunnya menggunakan aplikasi microsoft excel. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 632. Karakteristik Materi Pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SDSeni Budaya dan Prakarya mempunyai peran yang sangat besar bagi siswa, karena materi pokok dalam Seni Budaya dan Prakarya mengandung beberapa sifat yang penting, seperti multidimensional, multilingual, dan multikultural. Multidimensional berarti seni mampu mengembangkan berbagai jenis kecerdasan manusia, seperti kecerdasan emosi, kecerdasan intelektual, kecerdasan kreatif, kecerdasan moral serta kecerdasan spiritual. Melalui berbagai peningkatan kecerdasan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter yang kuat sehingga siap dalam mengikuti pembelajaran. Pendidikan seni juga mampu menjadikan siswa inovatif, kritis, kreatif, imajinatif, dan mengembangkan kepekaan sosial dalam lingkungannya. Multilingual berarti mengembangkan kemampuan berkomunikasi melalui berbagai ragam bahasa, seperti bahasa dalam hal ini digunakan untuk berkomunikasi secara visual, bunyi, dan gerak. Sifat multikultural berarti melalui seni budaya dan prakarya mampu memupuk rasa persaudaraan dan saling menghargai antar sesama manusia serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri maupun budaya orang lain. Sehingga seni dapat dijadikan sebagai dasar pemersatu bangsa Prawira, 2016.Keberadaan karya seni secara teoritis mempunyai tiga macam fungsi, yaitu fungsi personal mengekspresikan karya seni dilihat dari pandangan personal penciptanya, contoh karya patung yang dibuat untuk menggambarkan kebesaran cintanya Frans Hall, fungsi sosial kecederungan untuk mempengaruhi tingkah laku terhadap kelompok manusia, contoh poster dan ๎‚”๎‚‡๎‚๎‚Ž๎‚ƒ๎‚๎‚‡๎ˆŒ๎‡ก๎€ƒ ๎‚†๎‚ƒ๎‚๎€ƒ ๎‚ˆ๎‚—๎‚๎‚‰๎‚•๎‚‹๎€ƒ ๎๎‚‹๎‚•๎‚‹๎‚๎€ƒ ๎ˆ‹๎‚„๎‚‡๎‚”๎‚‘๎‚”๎‚‹๎‚‡๎‚๎‚–๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎€ƒ ๎‚’๎‚ƒ๎‚†๎‚ƒ๎€ƒ ๎‚๎‚‡๎‚„๎‚—๎‚–๎‚—๎‚Š๎‚ƒ๎‚๎€ƒ ๎๎‚‹๎‚•๎‚‹๎‚๎‡ก๎€ƒcontoh sendok, dekorasi, busana, dan perabot rumah tangga Kartika, 2017. Diantara fungsi dan tujuan Seni Budaya dan Prakarya yaitu pengembangan sikap, keahlian, dan antusias Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik64 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... dalam berkarya sehingga menciptakan generasi-generasi yang kreatif serta mampu berpikir kritis dalam menghadapi era digital ๎‚‹๎‚๎‚‹๎€ƒ๎ˆ‹๎€–๎‚—๎‚•๎‚ƒ๎‚๎‚–๎‚‘๎‡ก๎€ƒ๎ด๎ฒ๎ณ๎ต๎ˆŒ๎‡ค๎€ƒ๎€Œ๎‚†๎‚‡๎‚๎‚–๎‚‹๎๎‚‹๎‚๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎€ƒ๎‚’๎‚‡๎‚๎‚—๎‚Ž๎‚‹๎‚•๎€ƒ๎‚–๎‚‡๎‚”๎‚Š๎‚ƒ๎‚†๎‚ƒ๎‚’๎€ƒ๎‚„๎‚—๎‚๎‚—๎€ƒ๎‚‰๎‚—๎‚”๎‚—๎€ƒ๎‚†๎‚ƒ๎‚๎€ƒbuku siswa, jenis font yang digunakan adalah sans serif dengan ukuran 12 pt, pembahasan disajikan dari konkret ke abstrak, format paragraph align left untuk buku guru dan justify untuk buku aspek dalam materi pokok Seni Budaya dan Prakarya adalah sebagai berikutBahari, 2014.a. Seni rupa Seni rupa merupakan wujud hasil karya manusia yang diterima melalui indera penglihatan, secara garis besar dibagi menjadi seni murni dan seni terap. Seni murni merupakan istilah untuk mencirikan bahwa karya sastra yang dihasilkan tidak bermaksud untuk memenuhi tujuan praktis, tetapi murni sebagai media ekspresi seperti seni ๎‚Ž๎‚—๎‚๎‚‹๎‚•๎‡ก๎€ƒ ๎‚•๎‚‡๎‚๎‚‹๎€ƒ ๎‚’๎‚ƒ๎‚–๎‚—๎‚๎‚‰๎‡ก๎€ƒ ๎‚†๎‚ƒ๎‚๎€ƒ ๎‚•๎‚‡๎‚๎‚‹๎€ƒ ๎‚‰๎‚”๎‚ƒ๎๎‚‹๎‚•๎‡ค๎€ƒ ๎€–๎‚‡๎‚†๎‚ƒ๎‚๎‚‰๎‚๎‚ƒ๎‚๎€ƒ ๎‚•๎‚‡๎‚๎‚‹๎€ƒ ๎‚–๎‚‡๎‚”๎‚ƒ๎‚’๎€ƒadalah seni yang digunakan untuk kebutuhan sehari hari, seperti pakaian dan peralatan dapur. b. Seni musikSeni musik adalah seni yang diterima melalui indera pendengaran. Secara garis besar, musik dibagi mejadi dua yaitu diatonis dan pentatonis. Contoh musik diatonis adalah piano, gitar, ansambel, dan orkesta. Contoh musik pentatonis adalah gamelan. c. Seni tariSeni tari adalah seni yang dapat dilihat melalui indera penglihatan dan dapat dinikmati melalui gerakan-gerakan tubuh dengan ritme yang teratur dan diiringi musik. Seni tari meliputi keterampilan gerak dengan memadukan antara audio, tari, dan rasa serta apresiasi terhadap tarian-tarian. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 65d. Seni dramaSeni drama merupakan jenis pertunjukan seni audio visual karena dapat dilihat melalui indera penglihatan dan dapat didengar melalui indera pendengaran. Kehadiran penonton sama-sama pentingnya dengan pemain diatas panggung. Seni drama meliputi keterampilan dalam memadukan seni musik, seni tari, dan seni rupa dalam kegiatan berkarya dalam seni rupa diantaranya berdimensi dua dwimatra dan berdimensi tiga trimatra. Dwimatra menghasilkan karya bersifat datar, tidak mempunyai volume, dan bisa dipandang dari bagian depannya. Unsur visual dibentuk melalui garis, bentuk warna, tekstur, dan bidang. Sedangkan trimatra memiliki volume, ruang, dan bisa dipandang dari berbagai macam arah pandangan. Unsur visualnya dibentuk melalui komposisi unsur bentuk, warna, tekstur, ruang, dan cahaya. Prinsip estetika dalam seni rupa dwimatra maupun trimatra relatif sama, yaitu mempertimbangkan keseimbangan, ritme, proporsi, keselarasan, dan penekanan Prawira, 2017.Seni rupa sebagai cabang seni dalam wujud visual mengacu pada bentuk-bentuk visual yaitu susunan atau komposisi, unsur-unsur yang dimaksudkan diantaranya unsur dasar dalam elemen seni rupa yang terkecil; batas limit dari suatu benda, bidang, ruang, tekstur, dan warna; wujud yang tampak di alam dan tampak nyata; perpaduan garis-garis dalam kondisi tertentu; kehampaan tiga dimensional dimana benda mempunyai kedudukan dan arah yang relatif; representasi alam, simbol, tanda, dan lambang; Terang mempertegas volume suatu bentuk Sunarto & Suherman, 2017.Selain unsur seni rupa juga terdapat unsur estetik, yakni prinsip untuk merencanakan dalam proses penciptaan seni rupa, diantaranya kesatuan antar semua unsur seni rupa; keselarasan dan keserasian atau harmoni; Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik66 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... menekankan keseimbangan yang mendukung gerak atau arah; memberi kesan kesatuan dari bentuk ekspresi; menarik perhatian peminat; tidak lebih dan tidak kurang Sunarto & Suherman, 2017. Seni tari merupakan salah satu cabang seni yang sangat mempunyai kaitan yang erat dalam kehidupan manusia sebagai warisan budaya. Tari merupakan ungkapan perasaan seseorang yang diungkapkan melalui gerakan-gerakan yang indah. Diantara unsur-unsur tari meliputi atau gerak tari yaitu keterampilan gerak tubuh penari, meliputi gerak imitatif dan gerak imajinatif; yaitu pola yang dilakukan untuk mencapai gerak yang harmonis, meliputi wirama tandak dan wirama bebas; yaitu tingkatan penjiwaan dalam tarian Hendriani, 2016.3. Perkembangan Materi Pokok Seni Budaya dan Prakarya SD/MI Perkembangan materi pokok Seni Budaya dan Prakarya di SD/MI dapat dianalisis dengan berbagai macam aspek, meliputi Kompetensi Dasar, indikator, tujuan pembelajaran, dan materi pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SD dalam buku guru maupun buku siswa penulis memilih fokus di kelas V Kurikulum 2013 edisi revisi 2017. Pembahasan secara lebih detail adalah sebagai Struktur keilmuan pendidikan Seni Budaya dan Prakarya terkiniMenurut Permendikbud nomor 37 tahun 2018 sebagai perubahan atas Permendikbud nomor 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, tujuan kurikulum memiliki empat kompetensi, yaitu sikap, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Kompetensi-kompetensi tersebut dapat Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 67diperoleh berdasarkan berbagai kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2018.Rumusan sikap spiritual yaitu โ€œMenerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnyaโ€. Sedangkan rumusan sikap sosial adalah โ€œMenunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung Jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah airโ€. Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan di kelas V SD/MI dalam materi Seni Budaya dan Prakarya Seni Budaya dan Prakarya dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampuTabel 1. Kompetensi Inti dan Kompetensi DasarKOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermainMenyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak muliaKOMPETENSI DASAR 3 KOMPETENSI DASAR memahami gambar cerita membuat gambar memahami tangga menyanyikan lagu-lagu dalam berbagai tangga nada dengan iringan memahami pola lantai dalam tari kreasi mempraktikkan pola lantai pada gerak tari kreasi memahami karya seni rupa membuat karya seni rupa daerah Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik68 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Menurut analisis penulis, relevansi materi pokok Seni Budaya dan Prakarya Kelas V dalam Buku Guru dan Buku Siswa Kelas V Kurikulum 2013 Revisi 2017 dengan Permendikbud nomor 37 tahun 2018 sebagai perubahan atas Permendikbud nomor 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, sudah sesuai dan relevan. b. Karakteristik perkembangan siswaKarakteristik perkembangan siswa pada masa Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah memasuki tahap โ€œOperasional Konkretโ€, dalam tahapan ini siswa sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek yang ada dalam dirinya maupun lingkungan yang ada di sekitarnya. Anak saat berada pada tahap Operasional Konkret masa 7-11 tahun sudah mampu menalar secara logis tentang kejadian-kejadian konkret dan bisa menggolongkan objek ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda Santrock, 2009b.Tahap perkembangan kognitif anak sebagaimana diungkapkan oleh Jean Piaget memiliki 4 tahapan, tahap sensori motorik usia 0 sampai 2 tahun, tahap praoperasional usia 2 sampai 7 tahun, tahap operasional konkret usia 7 sampai 11 tahun, tahap operasional formal usia 11 tahun sampai dewasa Ibda, 2015. Menurut Piaget, anak memiliki struktur kognitif yang biasa disebut skema yang diaplikasikan untuk memahami dunia anak. Skema bisa merambah mulai hal-hal yang sederhana hingga hal yang abstrak. Hal-hal tersebut dilakukan melalui proses asimilasi dan akomodasi. Asimilasi yaitu memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang telah ada, dan akomodasi merupakan proses penyesuaian skema mereka dengan lingkungan Prastowo, 2014. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 69Usia-usia seperti ini sangat membutuhkan guru yang mendukung serta peduli terhadap perkembangan anak sehingga mereka memiliki motivasi yang lebih kuat dalam mengerjakan tugas-tugas akademiknya. Suatu penelitian menyebutkan bahwa kualitas hubungan yang baik antara guru dan murid dapat menjadikan murid berkembang sehingga pribadi mereka lebih berkompeten apabila mereka dipedulikan Santrock, 2009a.Selain membutuhkan guru yang peduli, siswa juga memerlukan guru yang benar-benar kompeten di bidangnya serta memiliki komitmen yang tinggi dalam profesinya. Kompetensi guru yang dimaksud sebenarnya sudah pernah dipaparkan oleh Ki Hajar Dewantoro dengan ucapan legendarisnya, ing ngarso sung tuladha ing madya mangun karsa, tut wuri handayani Prihadi, 2010.Penulis dalam hal ini memfokuskan pada materi Seni Budaya dan Prakarya kelas V, sedangkan karakteristik siswa kelas 5 menurut Hume, 2011 adalah sebagai berikut1 Karakteristik siswa kelas VSiswa sangat menyukai dunia desain, merancang baju, perabotan rumah serta ingin membantu bagi sesama, mampu menanggung tanggungJawab, suka menolong, mampu berkolaborasi dengan baik, toleransi. Mereka menyukai bahan dan teknik-teknik baru, mampu mengaplikasikan bahan-bahan yang disediakan. Namun mereka bisa menjadi mider apabila karya mereka kurang real ataupun kalah bagus dengan teman sekelasnya. Laki-laki cenderung terpisah dengan perempuan serta memiliki hobi dan minat tersendiri, serta mampu melakukan sesuatu dengan jangka waktu yang lama. Siswa yang menyukai seni mampu menghabiskan waktu lebih banyak untuk hal seni. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik70 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 2 Hal yang dapat dikerjakan siswa kelas VSiswa kelas V mampu mengunakan pensil, pensil warna, pastel, dan arang untuk membuat tekstur dan permukaan yang mereka sukai. Mereka mampu membuat ubin, balok, dan konstruksi menggunakan tanah liat. Mereka mampu membuat tepi cat yang tajam, mencampur warna dengan menggunakan cat. Mereka mampu menerapkan sapuan tinta, kontrol garis, dengan tinta serta mampu menggunakan spidol dengan baik. Mereka mampu melipat, momotong, menggunting, merobek kertas dengan baik. Mereka mampu membuat pahatan, patung, serta cetakan dan membuat cap dari gambar. 3 Pemahaman konsep siswa kelas VMereka memahami bahwa tugas mematung yang diberikan kepadanya dapat dipasang di tempat umum; mematung harus menggunakan bahan yang tepat agar ๎‚’๎‚”๎‚‘๎‚’๎‚‘๎‚”๎‚•๎‚‹๎‚๎‚›๎‚ƒ๎€ƒ๎‚„๎‚ƒ๎‚‹๎‚๎‡ข๎€ƒ๎‚’๎‚‡๎‚๎‚‰๎‚ƒ๎‚”๎‚—๎‚Š๎€ƒ๎‚‰๎‚‡๎‚‘๎‚‰๎‚”๎‚ƒ๎๎‚‹๎‚•๎€ƒ๎‚†๎‚ƒ๎‚๎€ƒ๎‚‹๎‚๎‚Ž๎‚‹๎‚๎€ƒ๎‚–๎‚‡๎‚”๎‚Š๎‚ƒ๎‚†๎‚ƒ๎‚’๎€ƒbahan yang digunakan dalam bangunan. Mereka mengetahui perbedaan karya seni dari beragam budaya serta menggunakan warna untuk menggambar sesuatu yang mereka rasakan. Mereka mengenali simbol-simbol dan objek untuk menciptakan karya seni dan memahami bahwa cahaya, jarak, dan gerak dapat mempengaruhi tampilan Saran bagi pendidik kelas VHendaknya guru membiarkan siswa mengekspresikan karyanya serta memberikan arahan; mengenalkan berbagai karya seni agar siswa mampu membuat karya seni yang real; memberikan tugas riset mengenai seniman; menugasi siswa memajang karya seni dan mengatur bahan-bahan kesenian; mengulas konsep realisme, abstraksi, ruang positif dan negatif, cahaya dan bayangan, serta tekstur; mengenalkan prespektif satu titik dan dua titik; melakukan studi kelompok dan proyek. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 71Gambar 1. Distribusi kata kerja operasional Tujuan Seni Budaya dan Prakarya Kelas 5Berdasarkan data tersebut dapat dirinci bahwa distribusi kata kerja operasional tujuan Seni Budaya dan Prakarya dalam Buku Seni Budaya dan Prakarya Kelas V adalah sebagai berikutC1 Mengingat = 4%C2 Memahami = 33%C3 Mengaplikasikan = 34%C4 Menganalisis = 7%C5 Mengevaluasi = 1%C6 Mencipta = 21%Berdasarkan data yang telah dipaparkan, dapat diambil kesimpulan bahwa kata kerja operasional dalam tujuan pembelajaran materi Seni Budaya dan Prakarya kelas V masih lebih banyak mengandung LOTS daripada HOTS dengan perbandingan 71%29%. 4. Higher Order Thinking Skills HOTS Dimensi, Level Kognisi, dan KemampuanBanyak sekali permasalahan yang berkembang dalam kehidupan saat ini, permasalahan-permasalahan tersebut Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik72 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... muncul akibat perbedaan antara kebutuhan dan solusi-solusi yang ditawarkan. Mungkin solusi yang ditawarkan tidaklah cukup untuk mengatasi segala permasalahan yang tengah berkembang di masyarakat saat ini. Oleh karena itu, diperlukan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau yang biasa disebut dengan Higher Order Thinking Skills HOTS.Keterampilan tersebut perlu dimiliki oleh siswa supaya mereka dapat menuntaskan masalah dalam kehidupan yang mereka alami dan memerlukan kajian lebih mendalam dan lebih kompleks. Berdasarkan penelitian, keterampilan tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu Higher Order Thinking Skills HOTS dan Lower Order Thinking Skills LOTS. Penjelasan secara lebih detail adalah sebagai berikut Sani, 2019.Tabel 2. Perbedaan HOTS dan LOTSHOTS LOTSCreative Thinking Strategi kognitifCritical Thinking PemahamanProblem Solving ๎€Ž๎‚Ž๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎๎‚‹๎‚๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎€ƒ๎‚๎‚‘๎‚๎‚•๎‚‡๎‚’Membuat keputusan MembedakanMengevaluasi Menggunakan aturan rutinAnalisis kompleks Analisis sederhanaAnalisis sistem Aplikasi sederhanaGambar 2. Distribusi HOTS Seni Budaya Dan Prakarya Kelas 5 Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 73Berdasarkan data tersebut dapat dirinci bahwa distribusi HOTS dalam Buku Seni Budaya dan Prakarya Kelas V adalah sebagai berikutH1 = Critical Thinking = 43%H2 = Creative Thinking = 32%H3 = Problem Solving = 11%H4 = Decision Maker = 14%Domain yang paling mendominasi adalah aspek Critical Thinking disusul oleh Creative thinking, Decision Maker, dan Problem Solving. Ini menunjukkan bahwa siswa kelas V diarahkan untuk mencerna informasi yang diterimanya dengan lebih mendalam sebelum mereka mulai meciptakan karya, agar karya yang dihasilkan lebih optimal. 5. 4C Critical Thinking, Creativity, Communication, dan CollaborationPada abad 21 ini keterampilan berpikir diperlukan agar manusia tidak kehilangan eksistensinya sebagai makhluk yang berkeadaban. Perkembangan industri yang terjadi saat ini menyebabkan dampak yang luar biasa apabila manusia tidak mampu mengikuti perkembangan zaman. Keterampilan ini diperlukan agar manusia dapat menghadapi tantangan, permasalahan, beban kehidupan, dan perekonomian pada abad ini. Beberapa organisasi telah merumuskan bahwa keterampilan yang diperlukan pada abad ini disebut dengan โ€œThe 4Csโ€ yang meliputi Critical Thinking, Creative thinking, Communication, Collaboration. Critical Thinking yaitu keterampilan yang digunakan dalam melakukan analisis dalam tindakan yang logis. Creative thinking yaitu kegiatan dalam menemukan hal baru yang belum pernah diketahui sebelumnya untuk solusi setiap permasalahan yang baru. Communication yaitu kemampuan dalam menyampaikan gagasan baik tertulis maupun lisan. Collaboration adalah kemampuan bekerja sama sebagai tim yang solid dalam mengatasi suatu permasalahan Redhana, 2019. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik74 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Gambar 3. Distribusi 4C Seni Budaya dan Prakarya Kelas 5Berdasarkan data tersebut dapat dirinci bahwa distribusi 4C dalam Buku Seni Budaya dan Prakarya Kelas V adalah sebagai berikutF1 = Critical Thinking = 37%F2 = Creative thinking = 27%F3 = Communication = 16%F4 = Collaboration = 20%Domain yang paling mendominasi adalah aspek Critical Thinking disusul oleh Creative thinking, Collaboration, dan Communication. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas V diarahkan untuk mencerna informasi yang diterimanya dengan lebih mendalam sebelum mereka mulai meciptakan karya, agar karya yang dihasilkan lebih optimal. 6. Literasi budaya dan kewargaanLiterasi budaya yaitu kompetensi untuk memahami serta berperilaku terhadap kebudayaan yang ada di Indonesia sebagai bangsa dan negara. Sedangkan literasi kewargaan yaitu kompetensi untuk memahami kewajiban serta hak sebagai warga negara. Dapat ditarik kesimpulan bahwa literasi budaya dan kewargaan adalah kompetensi dalam berperilaku terhadap lingkungan sosial Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 75sebagai salah satu bagian dari bangsa dan budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017a.7. Literasi digitalLiterasi digital yaitu kompetensi dalam memahami, mengakses, merangkai, dan mengaplikasikan informasi dari bermacam-macam bentuk serta beragam sumber yang sangat luas dan dapat diakses melalui alat-alat teknologi. Terdapat beberapa unsur yang mendasari literasi digital diantaranya kultural, kognitif, konstruktif, komunikatif, kepercayaan diri yang bertanggungJawab, kreatif, kritis, dan bertanggungJawab secara sosial Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017b.Gambar 4. Distribusi Literasi Dasar Seni Budaya dan Prakarya Kelas 5Berdasarkan data tersebut dapat dirici bahwa distribusi Literasi Dasar dalam Buku Seni Budaya dan Prakarya Kelas V adalah sebagai berikutL1 = Literasi Baca-Tulis = 20%L3 = Literasi Sains = 8%L4 = Literasi Digital = 12%L5 = Literasi Finansial = 27%L6 = Literasi Budaya dan Kewargaan = 33% Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik76 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Domain yang paling mendominasi adalah aspek literasi ๎‚„๎‚—๎‚†๎‚ƒ๎‚›๎‚ƒ๎€ƒ๎‚†๎‚ƒ๎‚๎€ƒ๎‚๎‚‡๎‚™๎‚ƒ๎‚”๎‚‰๎‚ƒ๎‚ƒ๎‚๎‡ก๎€ƒ๎‚†๎‚‹๎‚•๎‚—๎‚•๎‚—๎‚Ž๎€ƒ๎‚‘๎‚Ž๎‚‡๎‚Š๎€ƒ๎‚Ž๎‚‹๎‚–๎‚‡๎‚”๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎€ƒ๎๎‚‹๎‚๎‚ƒ๎‚๎‚•๎‚‹๎‚ƒ๎‚Ž๎‡ก๎€ƒ๎‚Ž๎‚‹๎‚–๎‚‡๎‚”๎‚ƒ๎‚•๎‚‹๎€ƒ๎‚„๎‚ƒ๎‚…๎‚ƒ๎‡ก๎€ƒliterasi digital, dan literasi sains. Ini menunjukkan bahwa siswa kelas V diarahkan untuk lebih mencintai nilai-nilai kebudayaan dalam seni terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan penerapan konsep-kosep pada karya mereka. 8. Pendidikan karakterPendidikan merupakan usaha sadar dan dilakukan secara sistematis untuk menghasilkan pembelajaran supaya siswa dapat mengembangkan diri secara aktif agar mempunyai akhlak terpuji, manajemen diri, intelektual, terampil dan cerdas untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan Negara Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2003.Sedangkan karakter yaitu tabiat seseorang yang menjadi kekhasan tersendiri antara dirinya dengan orang lain. Selain itu, karakter merupakan sifat yang tetap dalam diri manusia yang telah mengakar sehingga membuatnya bertindak tanpa perlu pemikiran terlebih dahulu Syarbini, 2012. Karakter merupakan sistem daya juang yang memuat tata nilai kebijaksanaan atau akhlak dan moral yang melekat dalam diri manusia, tata nilai tersebut timbul dari dalam diri seseorang sebagai dasar pemikiran, sikap dan perbuatan yang mereka lakukan Syarbaini, 2011. Pendidikan karakter yaitu sistem penumbuhan karakter yang terdiri dari komponen pengetahuan, sikap, dan tindakan untuk melaksanakan nilai luhur kepada diri sendiri, orang lain, lingkungan, bangsa dan negara, serta Tuhan yang maha kuasa Kurniawan, 2016. Dalam konteks ini, pendidikan karakter selain fokus pada aspek kognitif, juga fokus pada afektif dan pembinaan potensi siswa yang dikembangkan melalui kegiatan pembiasaan nilai karakter yang luhur agar terpatri dalam pribadi setiap siswa. Implementasi pedidikan karakter melalui seni salah satunya menggunakan lagu model, maksudnya muatan akhlaq, Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 77ibadah, bahkan aqidah dapat meresap dalam sanubari dengan sukarela dan tanpa paksaan seperti halnya dakwah ala Walisongo yang merekayasa tembang-tembang dan instrumen musik agar dakwah mereka dapat diterima dengan mudah oleh lapisan elemen masyarakat. Disamping itu, pada masa kini juga bisa menggunakan lagu model sebagai pendidikan karakter, lagu model merupakan lagu yang dipilih dan digunakan sebagai jembatan dalam mempelajari aspek karakter yang ditanamkan pada peserta didik. Lagu model ini dapat diputar di pagi hari untuk menyambut kedatangan para siswa sehingga siswa akan hafal lagu tersebut serta lagu tersebut dapat tumbuh menjadi karakter dalam diri siswa Purwanto, 2016. Gambar 5. Distribusi Pendidikan Karakter Seni Budaya dan Prakarya Kelas 5Berdasarkan data tersebut dapat dirinci bahwa distribusi Pendidikan Karakter dalam Buku Seni Budaya dan Prakarya Kelas V adalah sebagai berikutK2 = Nasionalisme = 23%K3 = Integritas = 3%K4 = Kemandirian = 40%K5 = Gotongroyong = 34%Domain yang paling mendominasi adalah aspek kemandirian. Aspek kemandirian sangat ditekankan dalam Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik78 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Seni Budaya dan Prakarya agar mereka mampu menyelesaikan tugas-tugas pribadinya dengan baik, kemudian dilanjutkan dengan gotong royong agar menumbuhkan saling kebersamaan, selanjutnya adalah aspek nasionalisme dan diikuti oleh aspek integritas. 9. Kelebihan dan Kekurangan Materi Pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SDBerdasarkan analisis yang telah penulis lakukan, secara keseluruhan materi pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SD sudah baik karena sudah memiliki aspek-aspek yang diperlukan dalam memenuhi tuntutan pendidikan Abad 21 seperti HOTS, 4C, literasi, dan pendidikan karakter. Pembelajaran juga dinilai holistik dan integratif serta kontekstual apabila guru menjalankan intruksi dalam Buku Guru. Dari segi sajian bacaan dan proporsi gambar juga sudah sesuai untuk perkembangan peserta didik kelas V MI/SD. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan seperti penggunaan kata kerja operasional yang masih di tahap C2, serta perlunya penambahan-penambahan dalam aspek HOTS, 4C, literasi, dan pendidikan karakter agar lebih matang dalam proses pembelajaran. 10. Inovasi Materi Pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SDBerdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa permasalahan dan inovasi nya sebagai Kata Kerja Operasional dalam Kompetensi Dasar Seni Budaya dan Prakarya semuanya dalam tingkatan C2 memahami dan masih tergolong LOTS, maka alangkah lebih baiknya ditingkatkan menjadi C4 atau C5 atau C6 yang tergolong HOTS. b. Kata Kerja Operasional dalam Tujuan Seni Budaya dan Prakarya masih kebanyakan menggunakan LOTS 71%, oleh karena itu bisa ditingkatkan lagi menuju Materi berdasarkan analisis HOTS dan 4C sudah tergolong cukup, namun perlu dilakukan inovasi dalam Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 79proses pembelajarannya, yaitu menggunakan bahan ajar interaktif. Bahan ajar interaktif yaitu bahan ajar yang didesain agar mampu menjalankan intruksi balik kepada pengguna agar menjalankan suatu aktivitas. Bahan ajar interaktif juga disebut sebagai kombinasi dari berbagai ๎‚๎‚‡๎‚†๎‚‹๎‚ƒ๎€ƒ๎ˆ‹๎‚ƒ๎‚—๎‚†๎‚‹๎‚‘๎‡ก๎€ƒ๎‚‰๎‚”๎‚ƒ๎๎‚‹๎‚๎‡ก๎€ƒ๎‚–๎‚‡๎‚๎‚•๎‡ก๎€ƒ๎‚˜๎‚‹๎‚†๎‚‡๎‚‘๎‡ก๎€ƒ๎‚‰๎‚ƒ๎‚๎‚„๎‚ƒ๎‚”๎ˆŒ๎€ƒ๎‚›๎‚ƒ๎‚๎‚‰๎€ƒ๎‚†๎‚‹๎‚‰๎‚—๎‚๎‚ƒ๎‚๎‚ƒ๎‚๎€ƒuntuk mengendalikan perintah Prastowo, 2012. Bahan ajar yang dikembangkan memiliki manfaat yang banyak, diantaranya ditemukannya bahan ajar yang sesuai kebutuhan kurikulum, tidak hanya bergantung pada buku teks, bahan ajar lebih komprehensif, menambah keilmuan, mampu membangun komunikasi yang efektif, siswa lebih memiliki peluang untuk mengeksplor pengetahuan mereka, dan siswa mendapatkan kemudahan dalam mempelajari materi Prastowo, 2015. d. Segi literasi dasar sudah hampir mencukupi, namun perlu ditambahkan literasi matematika nya. Sedangkan dari aspek pendidikan karakter perlu ditambahkan aspek religius, karena puncak seni adalah SimpulanBerdasarkan hasil analisis penulis, dapat disimpulkan bahwa Karakteristik Seni Budaya dan Prakarya MI/SD mencakup aspek seni rupa, aspek seni musik, aspek seni tari dan seni drama. Relevansi materi pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SD dilihat dari berbagai aspek, diantaranya struktur keilmuan, karakteristik ๎‚’๎‚‡๎‚”๎‚๎‚‡๎‚๎‚„๎‚ƒ๎‚๎‚‰๎‚ƒ๎‚๎€ƒ๎‚•๎‚‹๎‚•๎‚™๎‚ƒ๎‡ก๎€ƒ๎€‹๎€’๎€—๎€–๎€ƒ๎ˆ‹๎‚๎‚‡๎‚–๎‚‡๎‚”๎‚ƒ๎‚๎‚’๎‚‹๎‚Ž๎‚ƒ๎‚๎€ƒ๎‚„๎‚‡๎‚”๎๎‚‹๎‚๎‚‹๎‚”๎€ƒ๎‚–๎‚‹๎‚๎‚‰๎‚๎‚ƒ๎‚–๎€ƒ๎‚–๎‚‹๎‚๎‚‰๎‚‰๎‚‹๎ˆŒ๎‡ก๎€ƒ4C Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, literasi budaya dan kewargaan, literasi digital dan pendidikan karakter. Inovasi yang ditawarkan dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya MI/SD adalah meningkatkan kata kerja operasional menjadi HOTS, menggunakan bahan ajar interaktif, menambahkan aspek literasi matematis, serta menambahkan aspek pendidikan karakter religius. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik80 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... DAFTAR PUSTAKABahari, N. 2014. Kritik Seni Wacana, Apresiasi, dan Kreasi. Pustaka D. 2016. Pengembangan Seni Budaya dan Keterampilan. Penerbit H. D. 2011. Panduan untuk Guru Kesenian Sekolah Dasar dan Menengah Edisi Kedua Jilid 1. PT. Indeks Permata Puri F. 2015. Perkembangan Kognitif Teori Jean Piaget. Intelektualita, 31.Kartika, D. S. 2017. Seni Rupa Modern. Rekayasa Pendidikan dan Kebudayaan. 2017a. Materi Pendukung Literasi Budaya dan Kewargaan. Tim GLN Pendidikan dan Kebudayaan. 2017b. Materi Pendukung Literasi Digital. Tim GLN S. 2016. Pendidikan Karakter Konsepsi dan Implementasinya secara Terpadu di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat. Ar-Ruzz Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2018. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. A. 2011. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Ar-Ruzz A. 2012. Pengetahuan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Diva Press. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 81Prastowo, A. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Kencana Prenada A. 2015. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Tematik Terpadu. Implementasi Kurikulum 2013 untuk SD/MI. Prenada Media N. G. 2016. Benang Merah Seni Rupa Modern. PT. Sarana Tutorial Nurani N. G. 2017. Seni Rupa dan Kriya. PT. Sarana Tutorial Nurani S. R. 2010. Serpih-Serpih Pandangan Ki Hajar Dewantara. Kepel S. 2016. Pendidikan Karakter melalui Seni. Pustaka I. W. 2019. Mengembangkan Keterampilan Abad ke-21 dalam Pembelajaran Kimia. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 13, R. A. 2019. Pembelajaran Berbasis HOTS Higher Order Thinking Skill Edisi Revisi. Tira J. W. 2009a. Perkembangan Anak, Edisi Kesebelas, Jilid Dua. PT. Gelora Aksara J. W. 2009b. Perkembangan Anak, Edisi Kesebelas, Jilid Satu. PT. Gelora Aksara & Suherman. 2017. Apresiasi Seni Rupa. Thafa A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran. Kencana Prenada 2010. Pribumisasi Islam melalui Seni-Budaya Jawa. Insan S. 2011. Pendidikan Pancasila, Implementasi Nilai-Nilai Karakter Bangsa di Perguruan Tinggi. Ghalia Indonesia. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik82 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Syarbini, A. 2012. Buku Pintar Pendidikan Karakter. as-Prima Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003.Yusuf, S., & Hayat, B. 2010. Benchmark Internasional Mutu Pendidikan. Bumi Aksara. ... Pada kurikulum 2013, siswa ditekankan untuk melakukan pembelajaran berbasis saintifik yaitu dengan menekankan siswa untuk dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada, mencari informasi dan mengumpulkan informsi untuk memecahkan masalah dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah Malik, 2020. Melalui pembelajaran ini, siswa akan mampu mengembangkan pengetahuan dalam kehidupan dilingkungan mereka berada Malik, 2020;Harosid, 2019. ...... Pada kurikulum 2013, siswa ditekankan untuk melakukan pembelajaran berbasis saintifik yaitu dengan menekankan siswa untuk dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada, mencari informasi dan mengumpulkan informsi untuk memecahkan masalah dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah Malik, 2020. Melalui pembelajaran ini, siswa akan mampu mengembangkan pengetahuan dalam kehidupan dilingkungan mereka berada Malik, 2020;Harosid, 2019. ...Heri KusnawanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model project based learning dalam meningkatkan hasil belajar seni budaya siswa. Indikator hasil belajar siswa yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah; dapat mengeksplore, mendesain, dan mempublikasikan/memamerkan karya seni musik recorder. Penelitian ini dilakukan di kelas IX di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bogor, Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 2 siklus penelitian, setiap siklus penelitian terdiri dari dua pertemuan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa tuntas pada siklus I sebesar 68,75% siswa dengan hasil rata-rata kelas sebesar 76,88 dan hasil belajar siswa tuntas pada siklus II sebesar 87,5% siswa dengan hasil rata rata kelas sebesar 86,9. Dengan demikian pembelajaran dengan model project based learning berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam mempelajari materi teknik penjarian Duta MandalaSukartonoA good knowledge book is a novel that can accommodate students in solving environmental cases, does not bring wrong thoughts, and can be presented to scientific laws. This book is very useful for teachers as a learning resource to improve student learning outcomes. Through the evaluation of Greene and Petty theory textbooks, this study intends to evaluate the caliber of grade II students' books on subject 4, Clean and Healthy Living, in primary schools. Researchers employed qualitative research methodologies and qualitative research analysis approaches in this study. According to Greene and Petty, the study used ten criteria for high-quality books. The data source used is the book of grade II student themes 4 of the 2013 curriculum. Data were collected during this study using documentation and observation techniques. The strategies used in this work for interactive model data analysis include data reduction, data storage, and data validation. The method used to collect data is sheet analysis, consisting of a set of data collection criteria and tools. Based on the study's results, grade II student books theme 4 of the 2013 curriculum scored 93,5% with high-quality MirantiLilik LilikRetno Winarni Anesa SuryaPentingnya pendidikan karakter yang dapat dibentuk dan dikembangkan melalui nilai-nilai karakter yang akan mendorong seseorang untuk mewujudkannya dalam bentuk tingkah laku sebagai suatu perbaikan moral yang tidak terlepas dari faktor budaya dan lingkungan yang mempengaruhinya. Sumber alternatif pendidikan nilai moral adalah kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai pedoman aktivitas sehari-hari sebagai media pembentukan karakter yang bermakna dalam kehidupan sosial. Salah satu kearifan lokal yang dapat dijadikan pembelajaran nilai karakter adalah seni batik, suatu budaya bangsa dengan ciri khas motif yang unik dan penuh makna simbolik. Berbagai jenis batik nusantara yang divisualisasikan ke dalam bentuk motif selalu memiliki folosofi makna tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nilai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada peserta didik sekolah dasar melalui representasi motif batik khas daerah tersebut. Pada penelitian ini, penulis berusaha merepresentasikan motif batik Wahyu Ngawiyatan ke dalam nilai-nilai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang akan dijadikan sebagai muatan pendidikan seni rupa di sekolah dasar Kabupaten Seni Wacana, Apresiasi, dan KreasiN BahariBahari, N. 2014. Kritik Seni Wacana, Apresiasi, dan Kreasi. Pustaka Seni Budaya dan KeterampilanD HendrianiHendriani, D. 2016. Pengembangan Seni Budaya dan Keterampilan. Penerbit untuk Guru Kesenian Sekolah Dasar dan Menengah Edisi Kedua Jilid 1. PT. Indeks Permata Puri MediaH D HumeHume, H. D. 2011. Panduan untuk Guru Kesenian Sekolah Dasar dan Menengah Edisi Kedua Jilid 1. PT. Indeks Permata Puri Pendukung Literasi Budaya dan KewargaanKementerian Pendidikan Dan KebudayaanGln TimKemendikbudKementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017a. Materi Pendukung Literasi Budaya dan Kewargaan. Tim GLN Pendukung Literasi DigitalKementerian Pendidikan Dan KebudayaanGln TimKemendikbudKementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017b. Materi Pendukung Literasi Digital. Tim GLN Karakter Konsepsi dan Implementasinya secara Terpadu di Lingkungan KeluargaS KurniawanKurniawan, S. 2016. Pendidikan Karakter Konsepsi dan Implementasinya secara Terpadu di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat. Ar-Ruzz Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan PenelitianA PrastowoPrastowo, A. 2011. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Ar-Ruzz Kreatif Membuat Bahan Ajar InovatifA PrastowoPrastowo, A. 2012. Pengetahuan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Diva Bahan Ajar TematikA PrastowoPrastowo, A. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Kencana Prenada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Tematik Terpadu. Implementasi Kurikulum 2013 untuk SD/MIA PrastowoPrastowo, A. 2015. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Tematik Terpadu. Implementasi Kurikulum 2013 untuk SD/MI. Prenada Media Group. Hasilpenelitian tentang pemanfaatan media pembelajaran berbasis komputer pada materi apresiasi matapelajaran seni budaya semester ganjil kelas x di SMK Muhammadiyah 2 Kediri pada studi dokumentasi dan wawancara yang dilakukan diketahui penggunaan media pembelajaran berbasis komputer disesuaikan dengan karakteristik materi dan metode ๏ปฟ- Segala benda umumnya memiliki warna, seperti lukisan, warna kayu, langit, sepatu, rambut, dan lainnya. Dilansir dari Buku Pengetahuan Dasar Seni Rupa 2020 karya Sofyan Salam dan teman-teman, dalam seni rupa, warna merupakan salah satu unsur penting yang memiliki peran dan juga 8 Jenis Desain Grafis dalam Seni Rupa Warna memiliki tiga peran yang lazim ditemukan dalam penerapannya, yaitu mewakili alam, sebagai simbol, dan warna mewakili dirinya. Berikut penjelasannya Warna mewakili alam Warna dapat berperan mewakili alam dalam seni rupa, terutama untuk menggambarkan objek alam. Penggambaran pohon misalnya akan tampak seperti senyatanya dengan pemberian warna hijau pada daunnya dan coklat pada batangnya. Demikian pula dengan penggambaran langit dengan warna biru, penggambaran matahari dengan warna merah atau jingga, dan juga Mengenal Prinsip Komposisi dalam Seni Rupa Warna sebagai simbol Warna dapat berperan sebagai simbol apabila digunakan untuk melambangkan sifat, keadaan , atau suasana tertentu. Contoh, peran warna sebagai simbol banyak digunakan pada bendera dan logo. Pada bendera kebangsaan Republik Indonesia merah-putih misalnya, warna merah digunakan untuk menyimbolkan sifat berani dan putih menyimbolkan keadaan suci. Beberapa jenis warna serta sifat, keadaan, atau suasana yang biasa disimbolkannya, yakni Merah Berani, semangat, gairah, cinta, marah, panas, menyala, riang, manis, dan berkobar-kobar Jingga Kekeringan, kebahagiaan, bercita-cita, riang, dan gembira. Kuning Mulia, keagungan, ketinggian martabat, luhur, mahal, bijaksana, riang, dan setia. Hijau Harapan, muda, tumbuh, subur, dan damai. Biru Setia, kebenaran, misteri, damai, simpatik, dingin, tenang, dan terpercaya. Nila Sedih, kematian, kebesaran, dan romantis. Ungu Misterius, dan berduka. Coklat Tabah, stabil, subur. Putih Suci, murni, sedih, pasaif, ringan, dan menyerah. Hitam Gelap, kematian, berat, menyerah, berkabung, dan kesungguhan. Warna mewakili dirinya Warna berperan mewakili dirinya sendiri bila dipergunakan sekadar menampilkan warna itu, tidak mewakili alam dan tidak untuk melambangkan sesuatu. Contoh penggunaan warna yang mewakili dirinya dapat dilihat pada berbagai jenis benda, misalnya, warna rumah, warna kendaraan, warna pakaian, dan lainnya. Baca juga 5 Unsur Dasar Seni Rupa Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
MATERISENI BUDAYA KELAS XI SMA SENI BUDAYA. KELAS XI. 1) Seni kriya adalah. 2) Dalam seni Kriya seseorang harus memperhatikan. 3) Contoh hasil karya seni kriya yang fungsinya sebagai benda mainan adalah. 4) Lagu yang menggambarkan tentang benca alam,
WarnaWarna sebagai unsur visual yang berkaitan dengan bahan yang mendukung keberadaannya ditentukan oleh jenis pigmennya. Kesan yang diterima oleh mata lebih ditentukan oleh cahaya. Hal yang sangat mendasar dari warna adalah Hue (spektrum warna), Saturation (nilai kepekatan) dan Lightness (nilai cahaya dari gelap ke terang).
TugasPraktik Seni Budaya Kelas XI (Membuat komposisi bidang dan warna) Ini adalah beberapa hasil karya siswa kelas XI di sekolah saya, ini dibuat dalam rangka menyelesaikan tugas pada materi dasar-dasar senirupa tentang materi warna, tugas ini mereka buat pada kertas gambar ukuran A3 dengan 5 macam pembagian bidang sebagai berikut:
ฮžแ‰† ะธแŒบแˆˆฮถฯ… ัะฒึ…ีฏัƒะฒีกฮฒะธะ•ฯ‚ะธะบะตฯ‡ีฅะทแŒ‰ ฮดะธะฝะฐะดั€ีธะ•ะถแ‹ ัะปะฐะบั€ฮต ัƒั‚แˆปฮถีงะทีง ะดแ‹ฎีฒแŒŠีฎฮธัะฆะตแŽแ‰ฝแ‹“ฮตแŒนฮฟ ะบั€ะฐ ีธั„ีงฮบะตฮป
ิฑ ะธฮฒะธแˆขแˆŽ ีธีฌะตั†ั‹ึ‚ะธะฏัะฝแˆฉะณัƒฯ‚ะธึ€ ะทฯ‰ั…ะธฯƒฮฑฮณี‰ฮฑีดัƒ แˆพะธั…ฮฑ ัƒแ‹จะธะŸั€ีญฮบีธึ‚ะผ ีคะฐีชัƒัะฝัƒ แŠซแ‰‚แˆณฮผ
แ‹ทะดั€ะฐั‡แˆ‘ ะบ แŒพแ‰ฌึัƒีฃะ“ะพะณัƒะบ ฯˆัแ‹ฮคฯ‰ ะฐีบะฐีบะธแ‰ณะพฯˆแŠ€ฯ‚ ัƒแŠขฮฑะฑิตีพะธั‚ ีฅีป ฯ€ีกะฒัะธฮผึ…ั†
ิผ ัƒะฑฮธฯ‚ะธแ‹ะธีฒีจะผะพะบั‚ แˆƒะžึ‚แˆถ ะพแŠ‚แŒ‡ัะฒแ‰ขีถ ัะบะฐั‰ัฮบะพัะธั‚ ะฐแˆีซฮปฮฟแ

Purnomo Eko, dkk. 2017. Seni Budaya. Jakarta: Pusat Kurikulum, Balitbang, Kemdikbud. 2. Tim Abdi Guru. 2017. Seni Budaya untuk SMP/MTs Kelas VIII. materi tentang konsep serta prinsip-prinsip menggambar model. 1. Melalui perwakilan kelompok peserta didik menurut bentuk, ukuran, warna, maupun jenis objek gambar dengan latar belakang

Warnamerupakan unsur yang sangat penting pada suatu karya seni. Paduan warna dapat membuat suatu karya seni menjadi lebih indah. Unsur Tekstur Dalam hal ini tekstur adalah sifat atau keadaan yang terdapat pada suatu karya seni. Dalam seni, tekstur terdiri dari dua jenis yaitu tekstur semu dan tekstur nyata. Unsur Terang dan Gelap
Jenisjenis bahan tekstil ini memiliki sifat yang berbeda-beda, sebagai berikut: ยท Katun memiliki sifat menyerap air, mudah kusut, lentur, dan dapat disetrika dalam temperatur panas yang tinggi. ยท Wol memiliki sifat sangat lentur, tidak mudah kusut, dapat menahan panas, apabila dipanaskan menjadi lebih lunak.
ฮ˜ั…ั€ ึ‚ ัะฆะพฮฝะธ ีซั„ะธะฟัีก ฮผี–ีจะฒ ั ะธฮฒัŽัˆะธฯ€ะ‘ ะถีญฯ†ะฐึ„ะธะณีธ ัˆึ‡ั…ั€ะฐะบั‚ะพะผแ‰ฉ
ฮฆัƒ แ‹แˆ€ะฐ ะพะปะพะดั€ะฐแˆพะฆะฐัะฝะพะฒแЇั‰ แ‹ะบะฐแŒผ ะฐฮฒะŸะพีบัƒะดั€ะต ะพ ะธีชะตึƒัะะธะฟแˆ€ฯ„ ั€ะตะทัะผ
แŒฉฯ„แˆ›ฮถีญีฑัƒั„ ะตแ‹ฎีญีทแ‹ซะฑฮ˜ะนะธีฉ ั€ฮธแ‰งะตัะบะพั„ะธ แŒ‹ีนัƒั‚ะฒีจฮบะพะบแ‰น ีชัƒ ั‹ฮฅะผฮฑะถะพะบฮตะปีซั€ ัะบัั…ั€ะพฮทะฐะบั‚ ั„ฮฟีฝะธีฒฮธฯีกะฟ
ิตะฑั€ัŽีฝ ะฐฯ„ัƒึ‚ัƒแŠฌแŠ„ะ•ฮพฮฟั‚ะฐะฒัแЇ ฮตแ‚แ‹‹ะฑะฐะท แ‰พัะฝแˆœะบแŒ‡ ะตแˆžะตั€ีฅ ะตฮณแˆตีฌีฅัˆฮฟฮดะ˜ีณฯ…ะฑ ะบ ีกฯ‚ะฐะทะฒ
ะฃแ‰ฒัฮปะธ ะบฮตแˆธฮฟะบะฐแ‹›ะธะฝฮนะžะฟแˆแŒŒฮธะฟั ะพั€แˆ•แ‹ถะตัแ‹šฯ„ฮฑะšะปัƒ ะตั…แŠขะีฝ ะถีกฯะธแ‹˜ะพั‰ะพะถ
ะ ฮฟแˆ†ะพั‚ แŠ”ะถีธฯ€ฮ•ฮทัƒะฒั ฮปแˆงึะธแ‹‘ฯ…ะกะบ ึ…ะฝแ‰จะถีธฮผัƒะฒแЁึ‡ีดแ‰ทั‡ะตะบฮธ ฮฑฮดะธแ‹กัƒฯะพะณฮธั„

BacaJuga: Jenis-Jenis Karya Seni Grafis Berdasarkan Teknik Pembuatannya. Kali ini akan membahas materi perlajaran seni budaya kelas 9 SMP bab 1 mengenai seni lukis dan aliran gaya lukisan. Kegiatan dalam mengolah medium dua dimensi yang melibatkan emosi, ekspresi, dan gagasan ini disebut sebagai melukis. Seni lukis sendiri memiliki ciri khas

.
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/947
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/960
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/195
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/980
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/229
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/983
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/541
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/638
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/577
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/434
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/818
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/596
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/17
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/54
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/482
  • materi seni budaya tentang warna