Adapunkode BPJS atau yang dikenal dengan kode ICD 10 mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat. Hal ini karena kode BPJS adalah kode dari jenis penyakit yang muncul pada tubuh manusia saat mengalami masalah kesehatan. Jadi, tentunya kode yang digunakan sangatlah beragam. Contohnya seperti kode ICD 10 cephalgia. 12 Desember 2018 Kedokteran Otitis Eksterna Pengertian Otitis EksternaKeluhanFaktor RisikoPemeriksaan FisikPemeriksaan PenunjangDiagnosis KlinisKlasifikasiDiagnosis BandingKomplikasiPenatalaksanaan dan Pengobatan Otitis EksternaPemeriksaan Penunjang LanjutanRencana Tindak LanjutKonseling dan EdukasiKriteria RujukanSarana PrasaranaPrognosisKode ICD X Pengertian Otitis Eksterna Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan virus. Penyakit ini sering dijumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang pada iklim-iklim sejuk dan kering. ICD X Otitis Eksterna Keluhan Pasien datang dengan keluhan rasa sakit pada telinga, terutama bila daun telinga disentuh dan waktu mengunyah. Namun pada pasien dengan otomikosis biasanya datang dengan keluhan rasa gatal yang hebat dan rasa penuh pada liang telinga. Rasa sakit di dalam telinga bisa bervariasi dari yang hanya berupa rasa tidak enak sedikit, perasaan penuh di dalam telinga, perasaan seperti terbakar hingga rasa sakit yang hebat, serta berdenyut. Rasa penuh pada telinga merupakan keluhan yang umum pada tahap awal dan sering mendahului terjadinya rasa sakit dan nyeri tekan daun telinga. Kurang pendengaran mungkin terjadi pada otitis eksterna disebabkan edema kulit liang telinga, sekret yang serous atau purulen, penebalan kulit yang progresif sehingga sering menyumbat lumen kanalis dan menyebabkan timbulnya tuli konduktif. Faktor Risiko Lingkungan yang panas dan lembab Berenang Membersihkan telinga secara berlebihan, seperti dengan cotton bud ataupun benda lainnya Kebiasaan memasukkan air ke dalam telinga Penyakit sistemik diabetes Pemeriksaan Fisik a. Nyeri tekan pada tragus b. Nyeri tarik daun telinga c. Kelenjar getah bening regional dapat membesar dan nyeri d. Pada pemeriksaan liang telinga Pada otitis eksterna sirkumskripta dapat terlihat furunkel atau bisul serta liang telinga sempit; Pada otitis eksterna difusa liang telinga sempit, kulit liang telinga terlihat hiperemis dan udem yang batasnya tidak jelas serta sekret yang sedikit. Pada otomikosis dapat terlihat jamur seperti serabut kapas dengan warna yang bervariasi putih kekuningan Pada herpes zoster otikus tampak lesi kulit vesikuler di sekitar liang telinga. e. Pada pemeriksaan penala kadang didapatkan tuli konduktif. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan sediaan langsung jamur dengan KOH untuk otomikosis Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Klasifikasi a. Otitis Eksterna Akut Otitis eksterna sirkumskripta Infeksi bermula dari folikel rambut di liang telinga yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus dan menimbulkan furunkel di liang telinga di 1/3 luar. Otitis eksterna difus b. Infeksi pada 2/3 dalam liang telinga akibat infeksi bakteri. Umumnya bakteri penyebab yaitu Pseudomonas. Bakteri penyebab lainnya yaitu Staphylococcus albus, Escherichia coli, Enterobacter aerogenes. Danau, laut dan kolam renang merupakan sumber potensial untuk infeksi Infeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembaban yang tinggi di daerah tersebut. Yang tersering ialah jamur Pityrosporum, Aspergillus. Kadang-kadang ditemukan juga kandida albikans atau jamur lain. c. Herpes Zoster Otikus Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster. Virus ini menyerang satu atau lebih dermatom saraf kranial. Diagnosis Banding Otitis eksterna nekrotik Perikondritis yang berulang Kondritis Dermatitis, seperti psoriasis dan dermatitis seboroika. Komplikasi Infeksi kronik liang telinga jika pengobatan tidak adekuat dapat terjadi stenosis atau penyempitan liang telinga karena terbentuk jaringan parut Penatalaksanaan dan Pengobatan Otitis Eksterna a. Membersihkan liang telinga dengan pengisap atau kapas dengan berhati-hati. b. Selama pengobatan sebaiknya pasien tidak berenang dan tidak mengorek telinga. c. Farmakologi 1. Topikal Otitis eksterna sirkumskripta pada stadium infiltrat diberikan salep ikhtiol atau antibiotik dalam bentuk salep seperti polymixin B atau basitrasin. Pada otitis eksterna difus dengan memasukkan tampon yang mengandung antibiotik ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan kulit yang meradang. Pilihan antibiotika yang dipakai adalah campuran polimiksin B, neomisin, hidrokortison dan anestesi topikal. Pada otomikosis dilakukan pembersihan liang telinga dari plak jamur dilanjutkan dengan mencuci liang telinga dengan larutan asam asetat 2% dalam alkohol 70% setiap hari selama 2 minggu. Irigasi ringan ini harus diikuti dengan pengeringan. Tetes telinga siap beli dapat digunakan seperti asetat-nonakueous 2% dan mkresilasetat. 2. Oral sistemik Antibiotika sistemik diberikan dengan pertimbangan infeksi yang cukup berat. Analgetik paracetamol atau ibuprofen dapat diberikan. Pengobatan herpes zoster otikus sesuai dengan tatalaksana Herpes Zoster. Bila otitis eksterna sudah terjadi abses, diaspirasi secara steril untuk mengeluarkan nanah. Pemeriksaan Penunjang Lanjutan Evaluasi pendengaran pada kasus post herpetis zooster otikus. Rencana Tindak Lanjut Tiga hari pasca pengobatan untuk melihat hasil pengobatan. Khusus untuk otomikosis, tindak lanjut berlangsung sekurangkurangnya 2 minggu. Konseling dan Edukasi Pasien dan keluarga perlu diberitahu tentang Tidak mengorek telinga baik dengan cotton bud atau lainnya. Selama pengobatan pasien tidak boleh berenang. Penyakit dapat berulang sehingga harus menjaga liang telinga agar dalam kondisi kering dan tidak lembab. Kriteria Rujukan Pada kasus herpes zoster otikus Kasus otitis eksterna nekrotikan Sarana Prasarana Lampu kepala Corong telinga Aplikator kapas Otoskop Prognosis Prognosis tergantung dari perjalanan penyakit, ada/tidaknya komplikasi, penyakit yang mendasarinya serta pengobatan lanjutannya. Kode ICD X Kode ICD Otitis Eksterna adalah About The Author dr. Agus Haryono Nah sebenarnya dengan mengetahui informasi singkat di atas kita semakin mudah untuk mencari nomor ICD 10 sakit telinga nya. Ini rinciannya berdasarkan ICD10Data: H92.0 : Otalgia : Nyeri telinga Kode ICD 10 Hordeolum – Kode ICD 10 atau kode diagnosa dari suatu penyakit kesehatan tentu bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi di telinga. Bahkan bagi seorang medis terutama dokter tentu menjadi hal biasa seorang dokter atau tenaga medis perlu mencantumkan kode ICD 10 penyakit dari pasien yang diperiksanya. Selain kode ICD 10, dokter juga akan menyertakan penanganan atau pengobatan yang harus dilakukan atas penyakit yang Itu HordeolumKode ICD 10 HordeolumPenyebab HordeolumGejala HordeolumPengobatan HordeolumPencegahan HordeolumNah dalam dunia kesehatan, banyak sekali kasus yang bisa saja terjadi pada tubuh. Dengan begitu bukan tentu saja kode ICD 10 penyakit juga akan banyak juga dan pastinya di setiap penyakit yang ada memiliki kode ICD 10 yang kesempatan kali ini sendiri akan memberikan informasi salah satu kode ICD 10 dari gangguan kesehatan mata. Di mana kode ICD 10 yang akan dibahas yaitu kode ICD 10 hordeolum atau Itu HordeolumNamun sebelum ke pembahasan utama mengenai kode ICD 10 dari hordeolum, langkah baiknya mengetahui dahulu pengertian penyakit hordeolum. Di mana hordeolum adalah kondisi ketika bintil menyakitkan mirip jerawat atau bisul tumbuh di tepi kelopak atau hordeolum secara umum disebabkan adanya infeksi bakteri dan biasanya hanya muncul pada salah satu kelopak mata. Bintitan biasanya akan sering terjadi pada kelopak mata bagian luar, tapi terkadang juga bisa muncul di bagian dalam kelopak tahu akan pengertian dari gangguan kesehatan bernama hordeolum, maka selanjutnya Anda tinggal mengetahui kode diagnosa atau kode ICD 10. Di mana untuk kode ICD 10 hordeolum yaitu kode ini berbeda dengan kode ICD 10 gangguan kesehatan kode ICD 10 gangguan mata ini akan berbeda dengan kode ICD 10 glaucoma maupun kode ICD 10 penyakit mata lainnya. Dengan begitu, saat menemui kode ICD 10 di atas bisa disimpulkan jika itu merupakan kode ICD 10 hordeolum atau HordeolumSelain mengetahui kode ICD 10, Anda juga perlu mengetahui penyebab apa yang menjadikan mata seorang menjadi hordeolum atau bintitan. Seperti sudah disinggung sedikit diatas jika penyebab utama hordeolum yaitu adanya infeksi bakteri staphylococcus, namun ada beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan sepertiMemakai lensa kontak tidak penyakit rosacea penyebab kulit wajah peradangan pada ujung kelopak kosmetik area mata dengan tangan membersihkan bekas kosmetik di area pada mata sebelum HordeolumSelain penyebab, ada pula beberapa gejala hordeolum yang muncul oleh para penderita. Untuk penyebab munculnya hordeolum atau bintitan yang merupakan tumbuhnya bintil merah mirip dengan bisul kecil pada kelopak mata diantara lain sepertiKelopak mata terasa benjolan HordeolumSecara umum hordeolum maupun bintitan akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun jika kondisi terbilang sangat mengganggu maka segera konsultasikan dokter agar tidak beresiko adanya komplikasi yang bisa membahayakan pada begitu sangat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter jika bintitan tidak kunjung membaik atau justru lebih parah. Nantinya dokter juga akan memberikan langkah penanganan atas hordeolum pada mata Anda, bahkan Anda juga bisa lakukan penganan mandiri sepertiJangan menggunakan lensa kelopak maya dengan air obat pereda rasa nyeri yang menjaga kebersihan area mata yang HordeolumSetelah mengetahui kode ICD 10, gejala, penyebab dan cara pengobatan yang bisa dilakukan. Maka Anda juga perlu mengetahui cara pencegahan perlu dilakukan agar hordeolum atau bintitan pada mata tidak terjadi dan mengganggu. Antara lain pencegahan seperti misalnyaLakukan sterilisasi lensa kontak sebelum pelindung mata / kacamata saat membersihkan rumah agar terhindar dari wajah sebelum memasang lensa kontak pada mata pastikan sudah cuci mencuci tangan sebelum menyentuh mengaruk mata karena dapat menjadikan iritasi dan berpindahnya menggunakan handuk dengan orang lain penderita bintitan.Tidak menggunakan kosmetik pada dokter jika alami infeksi atau peradangan di sekitar kelopak informasi kode ICD 10 beserta informasi lain terkait hordeolum atau bintitan pada mata yang dapat sajikan. Semoga adanya pembahasan terkait kode ICD 10 bintitan di atas bisa bermanfaat dan berguna bagi semua yang membutuhkan. A18.6) Tuberkulosis telinga ( A18.7) Tuberkulosis kelenjar adrenal ( A18.8) Tuberkulosis organ tertentu yang lain ( A19) Tuberkulosis milier (A20-A28) Penyakit bakteri zoonosis yang telah dipastikan [ sunting | sunting sumber] ( A20) Wabah ( A20.0) Wabah pes ( A20.1) Wabah Cellulocutaneous ( A20.2) Wabah pneumonic ( A20.3) Wabah meningitis 100% found this document useful 5 votes9K views2 pagesOriginal TitleIcd Diagnosis Penyakit Dan Tindakan Terkait ThtCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 5 votes9K views2 pagesIcd Diagnosis Penyakit Dan Tindakan Terkait THTOriginal TitleIcd Diagnosis Penyakit Dan Tindakan Terkait ThtJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. .
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/746
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/238
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/841
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/91
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/627
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/884
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/967
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/269
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/294
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/474
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/114
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/536
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/751
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/52
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/81
  • kode icd 10 sakit telinga