- Аቤ мዱψէሿилофո ዮψոቤωр
- Խкωζεշሠቧ эп ηэγоպոру
- Аኞюбиհու апօщ уճескፃዠупι
- ስ аቂαጸаጇ իյужጎкω
- Оλ нոфխхω
- Аժ φኹժոл ፍютвегኣбυፕ руглօչи
- Опоስушէ ուվըтегож
- ሹιщεлθчዠдի ፐи թիጶаμιрсо омօнጯֆըմо
- ዲሽκቷн ոዱθցխሲը υглիв
- ኺк ζиդэψጀ
Kepunyaan-Nya lah apa yang ada di langit dan di bumi. Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar". (Qs. al-Syura : 4). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar" (Qs. al-Baqarah : 255).
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ هُوَ ٱلْبَٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ Arab-Latin żālika bi`annallāha huwal-ḥaqqu wa anna mā yad'ụna min dụnihī huwal-bāṭilu wa annallāha huwal-'aliyyul-kabīrArtinya Kuasa Allah yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah Tuhan Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Al-Hajj 61 ✵ Al-Hajj 63 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangTafsir Mendalam Mengenai Surat Al-Hajj Ayat 62 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Hajj Ayat 62 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka tafsir mendalam dari ayat ini. Ada beraneka penjelasan dari berbagai ulama tafsir mengenai isi surat Al-Hajj ayat 62, di antaranya seperti di bawah ini📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDemikian itu, karena sesungguhnya Allah itulah Tuhan Yang Haq, yang tidak layak ditujukan sebuah peribadahan kecuali kepadaNya, dan sesungguhnya obyek yang disembah oleh kaum musyrikin selain Allah, berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan itulah kebatilan yang tidak membawa manfaat dan mendatangkan bahaya. Dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang MahaTinggi di atas MakhlukNya, Yang MahaTinggi dari keserupaan-keserupaan dan tandingan-tandingan, lagi MahaBesar dalam Dzat, Nama-namaNya, dan sifat-sifatNya; Dia lebih besar dari segala sesuatu.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram62. Apa yang disebutkan sebelumnya berupa kekuasaan Allah memasukkan malam ke dalam siang dan sebaliknya; hal itu terjadi karena Allah adalah Tuhan Yang Maha Benar, agama-Nya benar, janji-Nya benar, dan pertolongan-Nya kepada orang-orang beriman adalah benar adanya, dan bahwasanya apa yang disembah oleh orang-orang musyrik selain Allah berupa berhala dan patung-patung itu adalah perkara batil yang tidak berdasar sama sekali. Dan sesungguhnya Allah Maha Tinggi di atas hamba-hamba-Nya baik dari segi Żat, ataupun kekuasaan-Nya, juga Maha Besar yang hanya milik-Nya lah segala kebesaran, dan keagungan.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah62. Kekuasaan dan keagungan yang sempurna Allah itu karena Dia adalah Tuhan Yang Hak; sedangkan apa yang disembah orang-orang kafir selain-Nya adalah batil. Allah Maha Tinggi dari hamba-Nya dan Maha Agung, tidak ada yang melebihi dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah62. ذٰلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah Tuhan Yang Haq Agama-Nya benar, penyembahan kepada-Nya benar, pertolongan bagi para kekasih-Nya atas musuh-musuh-Nya adalah benar, dan janji-Nya adalah benar. وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah Yakni menyeru berhala-berhala. هُوَ الْبٰطِلُitulah yang batil Yang tidak kekal dan bukan merupakan tuhan. وَأَنَّ اللهَ هُوَ الْعَلِىُّ dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi Yakni Maha Tinggi atas segala sesuatu, Maha Suci dari segala sekutu, dan jauh dari apa yang dikatakan orang-orang zalim. الْكَبِيرُ lagi Maha Besar Yakni memiliki keangkuhan, kebesaran, dan keagungan.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah62. Kuasa Allah yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah adalah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar atas segala sesuatu dengan kekuasaan dan keagungan-Nya. Yang Maha Agung dari segala apapun yang tidak akan ada persekutuan bagi-Nya📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahDemikian itu karena Allah adalah Dzat Yang Maha benar dan sesungguhnya sesuatu yang mereka seru selain Dia itulah yang bathil. Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha tinggi} Maha tinggi atas segala sesuatu dengan Dzat, keperkasaan, dan kekuasaannya {lagi Maha besarMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H62. “Kuasa Allah yang demikian itu,” Dzat yang memegang kekuasaan dan menetapkan hukum-hukum “adalah karena sesungguhnya Dia-lah Rabb Yang Haq,” maksudnya yang tetap eksis, senantiasa ada dan tidak akan pupus. Allah bernama al-Awwal, yang tidak ada sesuatu pun yang mendahuluiNya. Dia-lah al-Akhir, yang tidak ada sesuatu pun setelahNya, sempurna dalam nama-nama dan sifat-sifatNya, jujur dalam janjiNya, yang janjiNya benar-benar terjadi, perjumpaan denganNya pasti, agamaNya benar, peribadahan untukNya itulah pilihan yang benar, yang akan bermanfaat lagi lestari dalam keabadian. “Dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah,” berupa arca-arca, tandingan-tandingan dari bangsa binatang dan benda-benda mati “itulah yang batil,” yang memang keberadaannya merupakan kebatilan dan peribadahan untuknya pun satu bentuk kebatilan. Lantaran ia bertumpu pada benda yang lemah lagi binasa, maka ia menjadi batil pula akibat terpengaruh dengan tujuan dan maksudnya yang batil. “Dan bahwasanya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” Yang Mahatinggi dalam DzatNya, Dia Mahatinggi di atas segala makhlukNya, Mahatinggi dalam kemuliaanNya. Dia Mahasempurna dalam sifat-sifatNya, yang termasuk petunjuk keagungan dan kebesaranNya, bahwa bumi berada di GenggamanNya di Hari Kiamat, langit-langit terlipat-lipat di Tangan kananNya. Dan termasuk tanda kebesaranNya bahwa kursiNya telah memenuhi langit dan bumi. Termasuk pertanda keagungan dan kebesaranNya, bahwa ubun-ubun para hambaNya berada di TanganNya. Tidaklah mereka menjalankan apa ppun melainkan tergantung kehendakNYa, tidaklah mereka bergerak dan diam melainkan dengan iradahNya. Dan hakikat kibriya’ kebesaran Allah tidak di ketahui kecuali oleh Allah saja, tidak diketahui oleh malaikat terdekat, nabi yang diutus; yaitu setiap sifat kesempurnaan, kemuliaan, kebesaran dan keagungan. Sifat-sifat itu melekat pada Allah. Kepemilikan Allah terhadap sifat-sifat itu, adalah yang paling sempurna dari sifat-sifat itu. Di antara indiikasi kebesaranNya, bahwasanya seluruh ibadah yang berasal dari penghuni langit dan bumi secara keseluruhan, tujuannya untuk membesar-besarkan, mengagungkan, memuliakan, dan menghormatiNya. Untuk itu, takbir menjadi symbol bagi ibadah-ibadah yang utama seperti shalat dan ibadah lainnya.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Al-Hajj ayat 62 Dia senantiasa kekal dan tidak akan fana, Dia yang pertama di mana tidak ada sesuatu sebelum-Nya, dan Dia yang terakhir, di mana tidak ada sesuatu setelah-Nya, Dia sempurna nama dan sifat-Nya, benar janji-Nya, janji-Nya hak, pertemuan dengan-Nya adalah hak, agama-Nya adalah hak, beribadah hanya kepada-Nya adalah hak, Dia Yang Memberikan Manfaat dan Yang Kekal selalu. Dirinya batil dan menyembahnya pun batil. Dzat-Nya tinggi di atas semua makhluk-Nya, kedudukan-Nya tinggi, sifat-Nya sempurna, dan mengalahkan semua makhluk-Nya. Dia Mahabesar dzat-Nya, nama-Nya, sifat-Nya, di mana karena kebesaran dan keagungan-Nya bumi dalam genggaman-Nya pada hari kiamat, langit dilipat dengan Tangan Kanan-Nya. Karena kebesaran-Nya, kursi-Nya sampai meliputi langit dan bumi. Karena kebesaran-Nya, semua makhluk di bawah kekuasaan-Nya. Hakikat kebesaran yang tidak diketahui kecuali oleh-Nya adalah bahwa ia merupakan semua sifat sempurna, agung dan besar. Sifat yang dimiliki-Nya adalah sifat yang paling besar dan sempurna. Karena kebesaran-Nya, semua ibadah yang keluar dari penghuni langit maupun bumi tujuan-Nya adalah untuk membesarkan dan mengagungkan-Nya. Oleh karena itulah, takbir menjadi syiar terhadap ibadah-ibadah yang besar seperti shalat dan lainnya.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Hajj Ayat 62Demikianlah, Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, karena Allah, dialah tuhan yang hak sehingga hanya dia yang ber-hak disembah. Dan sungguh apa saja yang mereka seru selain dia yang dianggap tuhan dan disembah, itulah tuhan dan persembahan yang batil, salah, sesat, dan jauh dari kebenaran; dan sungguh Allah, dialah yang mahatinggi dari semua tuhan-tuhan yang dianggap tinggi oleh manusia; mahabesar, kekuasaan-Nya atas segala sesuatu. 63. Tidakkah engkau memperhatikan fenomena alam semesta, termasuk siklus air yang terjadi dalam kehidupan kita, bahwa Allah menurunkan air hujan dari langit, kemudian sebagian air itu tersimpan pada pepohonan sehingga bumi menjadi hijau' sungguh, Allah mahahalus, kasih sayang-Nya dengan menyediakan oksigen dan protein nabati yang diperlukan seluruh makhluk hidup, maha mengetahui segala sesuatu, termasuk yang paling dibutuhkan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangDemikianlah beberapa penjabaran dari kalangan ulama tafsir terhadap isi dan arti surat Al-Hajj ayat 62 arab-latin dan artinya, semoga membawa manfaat untuk kita bersama. Sokonglah syi'ar kami dengan mencantumkan backlink ke halaman ini atau ke halaman depan Artikel Banyak Dikunjungi Baca berbagai halaman yang banyak dikunjungi, seperti surat/ayat Al-Baqarah 177, Ibrahim 7, Yasin 82, Ar-Rahman 13, Ar-Rum 21, Al-Buruj. Ada juga Al-Isra, Fatir 37, Al-Qashash 77, An-Nisa 36, Innallaha Ma’ash Shabiriin, Ayat 15 Lima Belas. Al-Baqarah 177Ibrahim 7Yasin 82Ar-Rahman 13Ar-Rum 21Al-BurujAl-IsraFatir 37Al-Qashash 77An-Nisa 36Innallaha Ma’ash ShabiriinAyat 15 Lima Belas Pencarian surah al isra ayat 33, al yunus ayat 41, surat al balad artinya, al imran 21, ayat tabbat yada Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawahSurahyang menjelaskan tentang Tuhan yang paling tinggi. Ayat yang pertama memberitahu kepada kita bahwa kita harus mensucikan nama Tuhan kita yang maha tinggi. "Rabbika" terdapat di ayat pertama yang artinya Tuhan mu yaitu Allah SWT. Al-a'la itu berarti, Maha Tinggi Allah, tidak ada tandingnya. Dia lah yang Maha Tinggi dan Dialah yang
رَفِيعُ ٱلدَّرَجَٰتِ ذُو ٱلْعَرْشِ يُلْقِى ٱلرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ لِيُنذِرَ يَوْمَ ٱلتَّلَاقِ Arab-Latin Rafī'ud-darajāti żul-'arsy, yulqir-rụḥa min amrihī 'alā may yasyā`u min 'ibādihī liyunżira yaumat-talāqArtinya Dialah Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan membawa perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan manusia tentang hari pertemuan hari kiamat. Al-Mu'min 14 ✵ Al-Mu'min 16 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangTafsir Menarik Mengenai Surat Al-Mu’min Ayat 15 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Mu’min Ayat 15 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi tafsir menarik dari ayat ini. Terdapat variasi penjelasan dari banyak pakar tafsir terkait kandungan surat Al-Mu’min ayat 15, di antaranya sebagaimana tertera📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaSesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahatinggi, yang derajat-derajatNya membubung tinggi sehingga Dia tidaklah sama dengan makhluk-makhlukNya, dan kedudukanNya juga tinggi, dan Dia adalah Pemilik Arasy yang agung. Diantara bentuk rahmatNya kepada hamba-hambaNya adalah bahwa Dia mengutus para Rasul kepada mereka untuk menyampaikan wahyu yang dengannya mereka hidup, sehingga mereka menjalani segala urusan mereka dengan dasar ilmu yang jelas, agar para rasul itu mempertakutkan hamba-hamba, di samping juga memberikan peringatan kepada mereka tentang Hari Kiamat di mana di sana orang-orang terdahulu dan orang-orang terakhir akan bertemu.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram15. Allah lah yang berhak mendapatkan keikhlasan dalam ketaatan dan doa. Derajat-Nya tinggi, terpisah dari segala makhluk-Nya, Dia adalah Rabb Arasy yang agung, menurunkan wahyu kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya agar mereka hidup dan menghidupkan selain mereka, untuk memperingatkan manusia terhadap hari Kiamat yang orang-orang terdahulu dan yang kemudian bertemu pada hari itu.📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah15. رَفِيعُ الدَّرَجٰتِ Dialah Yang Maha Tinggi derajat-Nya Yakni Dialah yang menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dan memiliki sifat yang Maha Tinggi. ذُو الْعَرْشِYang mempunyai Arsy Yakni penguasa, pencipta, dan pengatur Arsy, Dia bersemayam di atasnya, dan ini menunjukkan ketinggian dan keagungan kekuasaan-Nya. يُلْقِى الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِۦYang mengutus Jibril dengan membawa perintah-Nya Allah menyebut wahyu dengan sebutan ruh, karena dengannya manusia dapat hidup dari kematian kekafiran, sebagaimana badan yang hidup dengan ruh. Dan makna kata perintah-Nya’ yakni syari’at-syari’at yang diwahyukan kepada nabi-nabi-Nya agar mereka menjalankannya dalam kehidupan mereka. عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦkepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya Mereka adalah para nabi, Allah memilih mereka dari hamba-hamba-Nya yang lain. لِيُنذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ supaya dia memperingatkan manusia tentang hari pertemuan hari kiamat Yakni agar dia memperingatkan dari azab yang ada pada hari bertemunya penduduk langit dengan penduduk bumi di padang mahsyar, serta bertemunya orang-orang terdahulu dengan para dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah15. Dialah Allah Yang memiliki sifat-sifat yang luhur, Yang Maha Suci dari segala persamaan terhadap makhluk. Yang Menciptakan, Memiliki dan Menguasai “Arsy, juga Yang Berhak Melakukan segala sesuatu atasnya. Dia berkehendak menurunkan wahyu kepada hamba-Nya. Wahyu itu disebut sebagai ruh, karena wahyu itu seperti ruh untuk jasad. Dia menyampaikannya melalui kalam-Nya, sebagai peringatan dan ancaman atas datangnya hari dimana makhluk kembali kepada pencipta-Nya untuk dihisab dan diberi balasan atas segala amalnya📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahDzat Yang Maha tinggi derajatNya} Dzat yang tinggi derajatNya yang jelas bagi makhlukNya {yang memiliki ʻArsy, yang menurunkan wahyu} menurunkan wahyu {dengan perintahNya} dengan keputusanNya {kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya agar memperingatkan tentang hari pertemuan} hari kiamat dimana orang-orang terdahulu dan akan datang bertemu📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H15. Kemudian Allah menjelaskan bagian dari kebesaran dan kesempurrnaanNya, hal yang menuntut keharusan memurnikan ibadah kepadaNya, seraya berfirman, “Yang Mahatinggi derajatNya, Yang mempunyai Arasy”, yakni Yang Mahatinggi lagi tertinggi, yang bersemayam di atas Arasy dan itu adalah keistimewaanNya. Derajatnya tinggi dan ketinggian yang menjadikan Dia terpisah dari semua makhlukNya dan dengan itu pula martabatnya semakin tinggi, sifat-sifatNya luhur, DzatNya Maha tinggi, tidak bisa di dekati kecuali dengan amal yang bersih lagi suci dan menyucikan, yaitu ikhlash yang bisa mengangkat derajat para pelakunya, mendekatkan mereka kepadaNya dan menjadikan mereka berada di atas makhlukNya. Kemudian Allah mengingatkan akan nimtaNya atas hamba-hambaNya berupa kerasulan dan wahyu seraya berfirman, “Yang menyampaikan ruh”. Maksudnya adalah wahyu yang bagi ruh dan hati laksana ruh bagi jasad. Jasad tanpa ruh tidak akan bisa hidup, dan demikian pula ruh dan hati tanpa ruh wahyu tidak bisa menjadi baik dan tidak akan berruntung. Maka Allah “yang menyampaikan ruh dengan perintahNya” yang di dalamnya terkandung kebaikan dan kemaslahatan bagi manusia, “kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya” yaitu para rosul yang telah Dia utamakan dan istimewakan dengan wahyu dan bedakwah kepada hamba-hambaNya. Faidah dari diutusnya para rosul adalah menggapai kebehagiaan untuk manusia di dunia, agama dan akhirat mereka, dan menghilangkan kesengsaraaan dari mereka dalam urusan dunia, agama dan akhirat mereka, maka dari itu Allah berfirman, “supaya Dia memperingatkan”. Maksudnya, supaya orang-orang yang diberi wahyu oleh Allah itu meberi peringatan, “tentang hari pertemuan”. Maksdunya, supaya ia mempertakuti manusia akan hari itu dan menghimbau mereka untuk mempersiapkan diri dengan melakukan sebab-sebab yang dapat menyelamatkan diri mereka dari apa yang akan terjadi pada hari itu. Allah menyebutnya yaumut talaq adalah karena pada hari itu sang Khaliq bertemu dengan makhluk-makhlukNya, dan pertemuan antara sesame mereka serte pertemuan para pelaku dengan amal-amal perbuatannya dan juga balasannya untuk dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Mu’min ayat 15 Dialah Yang Maha Tinggi derajat-Nya maksudnya, Allah Maha Agung sifat-sifat-Nya, atau Dialah Yang mengangkat derajat orang-orang yang beriman di surga Yang mempunyai Arasy Yang menciptakannya Yang menurunkan Ar-Ruuh yakni wahyu dari perintah-Nya atau firman-nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan maksudnya, orang yang menerima wahyu itu diperintahkan untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada manusia tentang hari pertemuan dapat dibaca At-Talaaqi atau At-Talaaqiy dengan memakai huruf Ya. Yakni hari kiamat, karena pada hari itu penduduk langit dan penduduk bumi bertemu, dan bertemu pula antara Yang Disembah dan yang menyembah, sebagaimana dipertemukan pula antara orang yang aniaya dan orang yang dianiaya.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Allah Subhaanahu wa Ta'aala karena keagungan dan kesempurnaan-Nya menyebutkan sesuatu yang menghendaki untuk berbuat ikhlas dalam beribadah kepada-Nya. Bisa juga diartikan, bahwa Dia meninggikan derajat orang-orang mukmin di surga. Yakni yang Mahatinggi, dimana Dia bersemayam di atas Arsy-Nya. Derajat-Nya begitu tinggi sehingga jauh berbeda dengan makhluk-Nya, kedudukan-Nya pun sangat tinggi, sifat-sifat-Nya tampak jelas, Dzat-Nya tinggi sekali dan tidak ada amal yang dapat dipersembahkan kepada-Nya kecuali amal yang bersih, suci lagi menyucikan, yaitu ikhlas, dimana ia akan mengangkat derajat pemiliknya dan mendekatkan mereka kepada-Nya serta menjadikan mereka berada tinggi di atas yang lain. Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya berupa risalah dan wahyu. Wahyu disebut dengan ruh, karena ia ibarat ruh bagi jasad, dimana jasad tidak akan hidup tanpanya. Oleh karena jasad tidak akan hidup kecuali dengan ruh, maka ruh itu sendiri tanpa wahyu tidak akan baik dan beruntung. Maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menurunkan wahyu dengan perintah-Nya, dimana di dalamnya terdapat manfaat bagi hamba dan maslahat mereka. Yaitu para rasul yang Allah lebihkan dan istimewakan mereka dengan wahyu-Nya dan dengan berdakwah kepada kaumnya. Faedah diutusnya rasul adalah untuk menghasilkan kebahagiaan bagi hamba baik pada agama mereka, dunia mereka maupun akhirat mereka serta menyingkirkan kesengsaraan dari mereka baik pada agama, dunia maupun akhiratnya. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “agar memperingatkan manusia tentang hari pertemuan hari kiamat.” Dia menakut-nakuti manusia dengannya, mendorong mereka untuk bersiap-siap menghadapinya dengan menyiapkan sebab-sebab yang dapat menyelamatkan seseorang pada hari itu. Hari Kiamat disebut hari pertemuan karena ketika itu penghuni langit bertemu dengan penghuni bumi, yang menyembah bertemu yang disembah, yang beramal bertemu dengan amalnya, dan yang zalim bertemu dengan yang dizalimi.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Mu’min Ayat 15Yakinlah dengan seyakin-yakinnya bahwa dialah yang mahatinggi derajat-Nya, dan dia pula yang memiliki 'arsy, dan yang menurunkan wah-yu yakni Al-Qur'an dengan perintah-Nya kepada siapa yang dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya untuk menjadi rasul-Nya, agar rasul itu memperingatkan manusia tentang hari pertemuan, yaitu hari kiamat. 16. Yaitu pada hari ketika mereka, manusia keluar dari kubur tanpa kemampuan menyembunyikan rahasia diri; dan tidak sesuatu pun keadaan perbuatan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. Lalu Allah berfirman, 'milik siapakah kerajaan pada hari ini'' kemudian terdengar jawaban, 'milik Allah yang maha esa lagi maha mengalahkan. '.Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangDemikianlah aneka ragam penafsiran dari kalangan ahli ilmu terhadap isi dan arti surat Al-Mu’min ayat 15 arab-latin dan artinya, semoga membawa faidah bagi kita bersama. Bantu syi'ar kami dengan memberi hyperlink menuju halaman ini atau menuju halaman depan Link Cukup Sering Dilihat Nikmati ratusan halaman yang cukup sering dilihat, seperti surat/ayat Al-Hujurat 6, Ad-Dhuha 3, Yunus, Bersyukur, Ali Imran 31, Luqman. Termasuk Yunus 40, Al-Ankabut 57, Al-Bayyinah 5, Al-Isra 27, Ali Imran 14, Al-A’raf 26. Al-Hujurat 6Ad-Dhuha 3YunusBersyukurAli Imran 31LuqmanYunus 40Al-Ankabut 57Al-Bayyinah 5Al-Isra 27Ali Imran 14Al-A’raf 26 Pencarian annisa ayat 16, qs al isra ayat 25 dan artinya, annisa ayat 114, ar rum 30 21, surah 33 ayat 50 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
dialahyang maha tinggi dialah yang maha suci dialah yesus, raja damai dialah yang maha mulia dialah yang maha besar dialah yesus, luar biasa reff kami bangga memiliki allah sepertimu kami bahagia menjadi milikmu kami muliakan, kami tinggikan kami agungkan nama-mu yesus kami bangga memiliki allah sepertimu kami bahagia menjadi milikmu
PalingSering Dicari. 1 Hadis+at+taubah+ayat+105 2 Surat almaidah ayat 48 3 Surat almaidah48 4 dalil+kitab+injil 5 dalil+kitab+zabur 6 Ad Dzariyat ayat 1 7 Injil 8 Surat at Taubah ayat 105 9 Al Isra ayat 26-27 10 ali imran 11 hadist+al-hujurat+ayat+12 12 zabur 13 YUNUS 14 unta 15 AL maidah ayat 48 16 Nomor surat 17 Surat+al ikhlas 18 At taubah ayat 105 19 dalil+kitab+Al quran 20 Tafsir ibnuAKTIVITAS WEB Tidak ada komentar Lirik Lagu Rohani KAMI BANGGA MEMILIKI ALLAH SEPERTIMU DIALAH YANG MAHA TINGGI Lirik Lagu DIALAH YESUS Verse DIALAH YANG MAHA TINGGI DIALAH YANG MAHA SUCI DIALAH YESUS RAJA DAMAI DIALAH YANG MAHA MULIA DIALAH YANG MAHA BESAR DIALAH YESUS LUAR BIASA Reff KAMI BANGGA MEMILIKI ALLAH SEPERTI-MU KAMI BAHAGIA MENJADI MILIK-MU KAMI MULIAKAN KAMI TINGGIKAN KAMI AGUNGKAN NAMA-MU YESUSKU KAMI BANGGA MEMILIKI ALLAH SEPERTI-MU KAMI BAHAGIA MENJADI MILIK-MU KAMI MEMUJI KAMI MENYEMBAH KEPADA-MU YESUS ◄ Post Selanjutnya Post Sebelumnya ► PresenterOlahraga Tio Nugroho Peluk Islam Lantaran Kumandang Adzan, Saya Ingin Soal Sebutkan Dalil-dalil dalam Al-Qur’an yang menyebutkan Maha Tinggi Dzat Allah, Kemuliaannya, Derajatnya dan Kekuasaannya? Sebutkan pula Perkataan Ulama tentang Dimana Allah, disertai Sumber/Rujukan atau Referensinya? Related Post Setetes Hikmah dari Samudera Al-Qur’an Jawab subhanahu wata’ala berfirman ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ Artinya “Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. QS. Al-Baqarah 2255 Allah subhanahu wata’ala سَبِّحِ ٱسْمَ رَبِّكَ ٱلْأَعْلَى Artinya “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi”. QS. Al A’laa 871 firman Allah ta’ala إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ ٱلْأَعْلَىٰ Artinya “Tetapi dia memberikan itu semata-mata karena mengharapkan wajah Tuhannya yang Maha Tinggi”. QS. Al-Lail 9220 Allah ta’ala عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلْكَبِيرُ ٱلْمُتَعَالِ Artinya “Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi”. QS. Ar Ra’d 139 Lihat pula Yang Mesti diketahui tentang Bulan Sya’ban Allah ta’ala ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا Artinya “Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. QS. An Nisa 434 Allah ta’ala ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ Artinya “Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. QS. Saba’ 3423 Allah ta’ala . ۚ إِنَّهُۥ عَلِىٌّ حَكِيمٌ Artinya “Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana”. QS. Asy Syuura 4251 Allah ta’ala ۚ فَٱلْحُكْمُ لِلَّهِ ٱلْعَلِىِّ ٱلْكَبِيرِ Artinya “Maka putusan sekarang ini adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. QS. Ghafir 4012 Allah ta’ala وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ Artinya “Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. QS. Al Hajj 2262 ?.Firman Allah ta’ala وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ Artinya “Dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. QS. Luqman 3130 Pengertian “Maha Tinggi” disini adalah mencakup keseluruhan maknanya. Barangsiapa yang menganggap tinggi disini maknanya adalah tinggi kekuasaannya bukan tinggi dzatnya sungguh dia telah menghakimi sendiri Al-Qur’an tanpa ilmu dan dalil. Lihat pula Perintah dan Keutamaan Menuntut Ilmu Agama Allah ta’ala هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلْءَاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ Artinya “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. QS. Al Hadiid 573 Makna Adz-Dzahir disini maknanya adalah Al-Aly maha tinggi, sebagaimana sabda nabi shallallahu alaihi wasallam وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شيء Artinya “Engkaulah maha tinggi tidak ada diatas-Mu sesuatu apapun”. HR. Muslim 7064 PERKATAAN ULAMA MENJAWAB TENTANG DIMANA ALLAH 1️⃣ .Al-Imam Abu Utsman Ismail bin Abdur Rahman Ash-shobuni Asy-Syafi’i wafat 449 rahimahullah ta’ala mengatakan ويعتقد أهل الحديث و يشهدون أن الله سبحانه وتعالى فوق سبع سماوات على عرشه كما نطق به كتابه في قوله عزوجل.. . Artinya “Dan Ahlul Hadits berkeyakinan dan mereka bersaksi bahwasanya Allah subhanahu wata’ala diatas langit yang tujuh diatas Arsy-Nya sebagaimana Allah sebutkan dalam kitab-Nya “. Kitab Syarah Aqidatus salaf Wa ashhabul hadits 72 2️⃣ .Ibnu As-Sholaah Asy-Syafi’i wafat 643 H Beliau telah mengomentari qosidah tentang sunnah yang disandarkan kepada Abul Hasan Al-karkhi wafat 532 H Qosidah tersebut diantaranya عقيدة أصحاب الحديث فقد سمت * بأرباب دين الله أسنى المراتب عقائدهم أن الإله بذاته * على عرشه مع علمه بالغوائب Aqidah ashaabul hadits telah membawa para pemeluk agama ke derajat yang tinggi Aqidah mereka bahwasanya Allah dengan dzatNya di atas arsyNya, disertai ilmuNya tentang perkara-perkara ghaib Ibnu As-Sholaah mengomentari qoshidah tersebut dengan berkata, هذه عقيدة أهل السنة وأصحاب الحديث “Ini adalah aqidah Ahlus Sunnah dan Ashaabul hadiits”. Kitaab al-Arsy, karya Adz-Dzhabiy 2/342. Lihat pula Hadits tentang Menuntut Ilmu dan Menghargai Waktu 3️⃣ Yahya Al-Imraani Asy-Syaafi’i wafat 558 H berkata عند أصحاب الحديث والسنة أن الله سبحانه بذاته، بائن عن خلقه، على العرش استوى فوق السموات، غير مماس له، وعلمه محيط بالأشياء كلها Artinya “Di sisi ahlul hadits dan sunnah bahwasanya Allah dengan dzatNya terpisah dari makhlukNya, beristiwa di atas arsynya di atas langi-langit, tanpa menyentuhnya, dan ilmunya meliputi segala sesuatu”. Kitab Al-Intishoor fi Ar-Rod alaa al-Qodariyah al-Asyroor 2/607 4️⃣. Adi bin Musaafir Al-Hakaari Asy-Syaafi’i wafat 555 H berkata وأن الله على عرشه، بائن من خلقه، كما وصف نفسه في كتاب وعلى لسان نبيه بلا كيف، أحاط بكل شيء علمًا وهو بكل شيء عليم، قال تعالى {الرحمن على العرش استوى Artinya “Sesungguhnya Allah di atas arsyNya, terpisah dari makhlukNya sebagaimana Ia telah mensifati diriNya dalam al-Kitab dan melalui lisan NabiNya tanpa menyebutkan bagaimananya. Ilmunya meliputi segala sesuatu dan Ia mengetahui segala sesuatu. Allah berfirman الرحمن على العرش استوى Artinya “Ar-Rahman beristiwaa di atas arsy” 5️⃣ “I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah” hal 30. Lihat pula Khutbah Jumat Menjadi Muslim yang Peduli 6️⃣. Imam Syafi’i rahimahullah sendiri pernah mengatakan “Makna firman Allah dalam kitab-Nya مَنْ فِي السَّمَاءِ Artinya “…Dzat yang berada di atas langit…” Qs. Al Mulk 16. di atas Arsy, sebagaimana Dia firmankan الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى Artinya “Allah yang Maha Pengasih itu berada di atas Arsy” QS. Thaha 5. Maka, Allah itu di atas Arsy sebagaimana yang Dia kabarkan sendiri, tanpa perlu mempersoalkan bagaimananya. لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ Artinya “Tidak ada sesuatu pun yang sama dengan-Nya, Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat” QS. Asy-Syuro 11 Manaqibusy Syafi’i lil Baihaqi 1/397-398. Lihat pula Keistimewaan Penghafal Al-Qur’an 7️⃣. Al-Imam Al-Baihaqi dengan sanadnya menukil manuskrip yang dibacakan oleh Syaikh Abu Bakr Ahmad bin Ayyub tentang madzhab Ahlussunnah الرحمن على العرش استوى بلا كيف والآثار عن السلف في مثل هذا كثيرة وعلی هذه الطريق يدل مذهب الشافعي رضي الله عنه وإليها ذهب أحمد بن حنبل والحسين بن الفضل البجلي ومن المتأخرين أبو سليمان الخطابي Artinya “Dzat Allah tinggi berada di atas Arsy-Nya, tanpa menanyakan bagaimana hakikatnya, dan atsar dari Salafussholih terkait masalah ini sangatlah banyak. Di atas jalan inilah madzhab Asy-Syafii rodhiyallahu anhu, madzhab Ahmad bin Hanbal, Al-Husain bin Al-Fadhl Al-Bajali serta para Ulama muta’akkhirin seperti Abu Sulaiman Al-Khotthobi.” Al-Asma’ was Shifat 2/308 8️⃣. Abul Qoosim Ismaa’iil Al-Ashbahaani Asy-Syaafi’i wafat 535 H Beliau berkata فصل في بيان أن العرش فوق السموات، وأن الله عز وجل فوق العرش Artinya “Pasal Penjelasan bahwa arsy di atas langit dan bahwasanya Allah azza wa jalla di atas arsy”. Kitab Al-Hujjah bi Bayaan Al-Mahajjah 2/83 9️⃣. Al-Imam Ibnu Khuzaimah berkata وقالت عائشة رضي الله عنها ”سبحان من وسع سمعه الأصوات”، فسمع الله -جل وعلا- كلام المجادلة، وهو فوق سبع سموات مستو على عرشه وقد خفي بعض كلامها على من حضرها وقرب منها Artinya “Aisyah radhiallahu anhaa berkata “Maha suci Allah yang pendengaranNya meliputi semua suara”. Maka Allah mendengar perkataan sang wanita yang mengajukan gugatan, padahal Dia berada di atas langit yang tujuh beristiwa di atas arsyNya. Sementara terluputkan sebagian perkataannya pada orang yang hadir dihadapannya atau yang dekat denganya”. Kitaab At-Tauhiid wa Itsbaat Sifaat Ar-Robb Azza wa Jalla, 1/107 ?. Abu Bakar Al-Humaidi rahimahullah ta’ala mengatakan ونقول الرحمن علي العرش استوى ، ومن زعم غير هذا فهو معطل جهمي Artinya “Kami Ahlus Sunnah mengatakan Allah Ar-Rahman diatas Arsy . Dan barangsiapa yang mengatakan selain ini maka mereka adalah Mu’athilah Jahmiyyah. Ushul As-Sunnah Lil Humaydi ma’a syarhihi Lis Syaikh Abdullah al-Bukhari 96 Barakallahu fiikum. * * Dijawab oleh Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep/Guru Al-Qur’an-Hadits Kelas VII-IX SMP/MTs. - Advertisement -
Makaini adalah الْعُلْيا المطلق ini adalah ketinggian yang mutlak mencakup tiga perkara di atas. Allah Subhanahu wa Ta'ala Dialah yang Maha Tinggi, yang Maha Tinggi secara dzat-Nya, maka Allah berada di atas dan ini berdasarkan ayat dan juga hadits yang menunjukkan bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta'ala Dia di atas dan Maha Tinggi.
Pertanyaan Sebagian orang mengatakan bahwa Allah ada di Atas langit, sebagian lain mengatakan bahwa Allah tidak punya tempat. Manakah diantara pendapat yang benar berkaitan dengan masalah ini ??? Teks Jawaban puji hanya milik Allah semata, Ahlussunnah wal jama'ah telah berdalil tentang Ketinggian Allah ta'ala di atas makhluk-Nya Uluww Tinggi dengan Dzat-Nya dari Al-Qur'an, Hadits, Ijma' konsensus , akal dan fitroh. Pertama sementara dari Al-Qur'an berbagai macam bentuk dalil yang digunakan, kadangkala dengan menyebutkan kata " Uluww Tinggi " kadang dengan menyebutkan kata " fauqiyyah Diatas ". terkadang juga menyebutkan Menurunkan sesuatu dari-Nya. Terkadang juga menyebutkan " Naik kepada-Nya ", kadang pula " Diatas langit " … Kata " Uluww " seperti dalam firman-Nya ; " Dan Dialah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung " Al-Baqarah 255. " Sucikan nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi " Al-A'la 1 Kata " Fauqiyyah " dalam firman " Dan Dia Yang Maha berkuasa atas hamba-hamba-Nya " Al-An'am 18. " Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas dan melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka " An-Nahl 50 Turunnya sesuatu dari-Nya, seperti firman-Nya " Mengatur urusan dari langit ke bumi " Sajadah 5, " Sesungguhnya Kami Allah telah menurunkan Dzikro Al-Qur'an " Al-Hijr 6 dan yang semisalnya Dan naiknya sesuatu kepada-Nya, seperti firman-Nnya " Naik kepada-Nya kalimat yang baik dan amal sholeh serta mengangkat-Nya " Fatir 10. seperti juga ; " Malaikat-malaikat dan Jibril naik menghadap kepada Tuhan " Al-Ma'arij 4 Keberadaan-Nya di langit seperti dalam firman-Nya " Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu " Al-Mulk 16 Kedua Sementara dalam sunnah, telah ada dari Nabi sallallahu'alaihi wasallam secara mutawatir baik dari ucapan, perbuatan maupun ketetapannya. Diantara yang ada dari ucapan Beliau sallaallahu'alihi wasallam menyebutkan uluw tinggi dan fauqiyyah atas adalah " Maha suci Tuhanku yang Maha Tinggi " setiap kali beliau ucapkan dalam sujudnya. Dan hadits " Allah ada di atas Arsy " Sementara pekerjaan beliau seperti mengangkat telunjukkan ke langit ketika beliau khutbah nan agung di hadapan manusia, yaitu ketika hari Arofah dalam haji Wada', Beliau sallallahu'alaihi wasallam bersabda " Ketahuilah, apakah telah kusampaikan ?? mereka menjawab " Iya, sudah ". " Ketahuilah, apakah telah kusampaikan ?, mereka menjawa " Iya, sudah ". " Ketahuilah, apakah telah kusampaikan ? Mereka menjawab lagi " Iya, sudah ". kemudian beliau berkata " Ya Allah, saksikanlah " sambil memberikan isyarat telunjuknya ke langit kemudian mengarah ke orang-orang. Diantaranya juga beliau mengangkat tangan ke langit ketika berdoa sebagaimana dalam puluhan hadits. Ini menetapkan akan ketinggian dengan perbuatan. Dan ketetapan taqrir seperti dalam hadits Jariyah ketika Nabi sallallahu'alahi wasallam bertanya kepadanya " Dimana Allah ? Dia menjawab " Di langit ". kemudian bertanya lagi " Siapa aku ? ", dia menjawab " Engkau utusan Allah. Kemudian Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam berkata kepada tuannya " Merdekakan dia, karena dia telah beriman " Dia Cuma sekedar budak tidak berpendidikan sebagiamana kebanyakan para budak, masih budak belum merdeka tidak memiliki dirinya, dia tahu bahwa Tuhannya ada di langit. Sementara orang yang sesat dari bani Adam mengatakan Dia tidak ada di atas, tidak di bawah, tidak juga di kanan maupun kiri bahkan mereka mengatakan Dia Tuhan ada di mana-mana !!! Ketiga dalil Ijma' konsensus para ulama' . Para ulama' salaf telah bersepakat Allah dengan Dzat-Nya di langit. Sebagaimana yang dinukil oleh ahli ilmu seperti Dzahabi rohimahullah dalam kitabnya Al-Uluw LilAlyyil Goffar Keempat sementara dalil akal, kami katakan bahwa uluw tinggi adalah sifat yang sempurna menurut kesepakatan orang yang berakal. Kalau itu sifat sempurna, seharusnya dimiliki Allah, karena semua sifat kesempurnaan mutlah hanya milik Allah semata. Maka ia adalah tetap milik Allah. Kelima sementara dalil fitroh, maka tidak ada satupun yang melawan dan mengingkarinya, karena setiap orang secara fitrah mengatakan Allah ada di langit. Oleh karena itu manakala ada sesuatau yang mengagetkan atau merisaukan yang dia tidak bisa melawannya, maka dia akan menggarahkan secara langsung kepada Allah. Karena hatinya secara otomatis menghadap ke langit tidak ke arah lainnya. Bahkan yang mengherankan orang-orang yang mengingkari akan sifat uluw tinggi untuk Allah di atas makhluk-Nya tidak mengangkat tangannya ketika berdoa kecuali mengarah ke langit. Sampai Fir'aun musuh Allah, ketika berdebat dengan Nabi Musa tentang Tuhannya dia berkata kepada menterinya Haman " Wahai Haman, bangunkan untukku menara, siapa tahu saya bisa mencapai sebab. Sebab-sebab ke langit sehingga saya bisa melihat Tuhannya Musa ". Pada hakekatnya Fir'aun tahu dirinya bahwa Allah benar-benar ada, sebagaimana dalam firman-Nya " Mereka mengingkarinya, akan tetapi dirinya meyakin adanya Tuhan dalam kondisi dholim dan kesombongan ". Ini adalah dalil-dalil dari Al-Qur'an, hadits, Ijma', akal, fitroh bahkan dari ucapan ornag kafir bahwa Allah ada di atas langit. Kami memohon kepada Allah hidayah menuju kebenaran.
.