Dalamrilis, Tim Satgas membagikan tips untuk memulai pola hidup sehat di tengah pandemi Covid-19. Pertama, mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Di waktu seperti ini, ada baiknya jika banyak mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan sayur, buah-buahan, dan vitamin. Hal ini penting karena nutrisi seperti vitamin yang terkandung di dalam sayur
Abstrak Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 1 untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, 2 meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, dan 3 meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal kebersihan dan kesehatan lingkungan sehingga tercipta perilaku hidup dan lingkungan yang bersih, asri, nyaman, dan sehat. Mitra kerjasama kegiatan ini adalah warga Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada Tahap persiapan, tim pengabdian melakukan pra kunjungan ke tempat Mitra. Tahap Pelaksanaan terdiri dari kegiatan penyuluhan kepada warga tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan kemudian dilanjutkan dengan aksi lapangan berupa kerjabakti membersihkan lingkungan bersama warga. Tahap Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu kegiatan yang telah dilakukan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh warga telah memiliki pemahaman dan perilaku yang peduli lingkungan hidup asri, nyaman, dan The purpose of this community service is 1 to build public awareness on hygiene and environmental health, 2 to increase public knowledge in environmental management, and 3 Increase participation In terms of hygiene and environmental health and thus create a living behavior and a clean, beautiful, comfortable, and healthy environment. The cooperation partner of this activity is the residents of South Jakarta and East Jakarta. The method of implementation of devotion to the community consists of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. At the preparatory stage, the team commits pre-visits to the partner site. The implementation phase consists of counseling activities to citizens about the importance of hygiene and environmental health and then continued with the action field in the form of cooperation to clean the environment with the citizens. The evaluation stage is done to measure the success rate of an activity that has been done. The results show that all citizens have had an understanding and behavior that cares about a beautiful, comfortable, and healthy living environmentContent may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 1 JMM Jurnal Masyarakat Mandiri Vol. 4, No. 1, Maret 2020, Hal. 1-9 e-ISSN 2614-5758 p-ISSN 2598-8158 MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENATA LINGKUNGAN YANG ASRI, NYAMAN, DAN SEHAT Kasih Haryo Basuki1, Novrita Mulya Rosa 2, Edward Alfin3 1,2,3Pendidikan Matematika, Universitas Indraprasta PGRI JakaRTa, Indonesia 2muly4ros4 3edwardalfin AbstrakTujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 1 untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, 2 meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, dan 3 meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal kebersihan dan kesehatan lingkungan sehingga tercipta perilaku hidup dan lingkungan yang bersih, asri, nyaman, dan sehat. Mitra kerjasama kegiatan ini adalah warga Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada Tahap persiapan, tim pengabdian melakukan pra kunjungan ke tempat Mitra. Tahap Pelaksanaan terdiri dari kegiatan penyuluhan kepada warga tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan kemudian dilanjutkan dengan aksi lapangan berupa kerjabakti membersihkan lingkungan bersama warga. Tahap Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu kegiatan yang telah dilakukan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh warga telah memiliki pemahaman dan perilaku yang peduli lingkungan hidup asri, nyaman, dan sehat. Kata kunci Kesadaran masyarakat; Perilaku hidup; Hidup bersih; Hidup sehat; Lingkungan asri dan nyaman. Abstract The purpose of this community service is 1 to build public awareness on hygiene and environmental health, 2 to increase public knowledge in environmental management, and 3 Increase participation In terms of hygiene and environmental health and thus create a living behavior and a clean, beautiful, comfortable, and healthy environment. The cooperation partner of this activity is the residents of South Jakarta and East Jakarta. The method of implementation of devotion to the community consists of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. At the preparatory stage, the team commits pre-visits to the partner site. The implementation phase consists of counseling activities to citizens about the importance of hygiene and environmental health and then continued with the action field in the form of cooperation to clean the environment with the citizens. The evaluation stage is done to measure the success rate of an activity that has been done. The results show that all citizens have had an understanding and behavior that cares about a beautiful, comfortable, and healthy living environment. Keywords Community awareness; Life behavior; Clean life; Healthy living; Beautiful and comfortable environment. Article History Received 30-11-2019 Revised 13-02-2020 Accepted 24-02-2020 Online 01-03-2020 This is an open access article under the CC–BY-SA license 2 JMM Jurnal Masyarakat Mandiri Vol. 4, No. 1, Maret 2020, hal. 1-9 A. LATAR BELAKANG Lingkungan yang bersih dan sehat adalah lingkungan yang bebas dari berbagai kotoran, termasuk diantaranya debu, sampah dan bau. Lingkungan yang bersih dan sehat berarti harus bebas dari virus, bakteri dan berbagai vektor penyakit serta bebas dari bahan kimia berbahaya. Namun, masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan selalu menjadi polemik di masyarakat. Penduduk yang tinggal di daerah pemukiman kumuh mempunyai kejadian penyakit menular dan kecelakaan dalam rumah yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tinggal di lingkungan pemukiman yang lebih baik Keman 2005, Darmawan, 2016. Menurut Soemarwoto 2011, faktor yang sangat penting dalam permasalahan lingkungan ialah besarnya populasi penduduk. Pertumbuhan penduduk yang cepat, kebutuhan akan pangan, bahan bakar, tempat pemukiman dan lain kebutuhan serta limbah domestik juga bertambah dengan cepat. Pertumbuhan penduduk ini telah mengakibatkan perubahan besar dalam lingkungan hidup, terutama di Negara berkembang yang tingkat ekonomi dan teknologinya masih rendah. Kerusakan hutan dan tata air yang disertai kepunahan tumbuhan dan hewan, erosi tanah, serta sanitasi yang buruk. Persoalan lingkungan hidup adalah masalah perilaku manusia. Hal ini berarti akar masalah lingkungan hidup yang kita hadapi adalah perilaku manusia dalam memperlakukan alam Freeman, 2013. Kerusakan lingkungan merupakan manifestasi pengembangan dari permasalahan sosial dan lingkungan yang saling terkait Kementerian Lingkungan Hidup, 2012. Masalah lingkungan merupakan masalah nyata yang dihadapi manusia dan disebabkan pola perilaku manusia yang tidak selaras dengan lingkungan Adisendjaja & Romlah, 2008. Lingkungan yang kotor dapat menimbukan berbagai macam penyakit Sidik & Wiratama, 2013. Kepedulian masyarakat yang rendah terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan menyebabkan kondisi lingkungan yang kotor. Banyak aktivitas masyarakat yang berdampak buruk terhadap kualitas lingkungan. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai atau selokan yang dapat menyebabkan meluapnya air sungai atau banjir yang tak terduga. Pengelolaan sampah dan limbah yang kurang baik, meningkatnya penggunaan bahan-bahan yang tidak mampu didegradasi oleh alam memperparah kualitas lingkungan. Peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan manusia semakin meningkat setiap harinya, sehingga kondisi tersebut tidak dapat diantisipasi. Hal ini menyebabkan terjadinya eksploitasi yang sangat besar. Eksploitasi ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hidup yang mengancam habitat mahkluk hidup. Penerapan pendidikan lingkungan hidup di sekolah diharapkan dapat menjadi pelopor yang memiliki rasa peduli akan tanggung jawab lingkungan, menjaga, dan melestarikan lingkungan hidup Sya’ban, 2017. Upaya Pencegahan terjadinya masalah lingkungan di masa depan memerlukan upaya nyata yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, salah satunya dengan menumbuhkan sikap peduli lingkungan melalui pendidikan lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini Adriansyah, Sofia, & Rifayanti, 2019. 3 Kasih Haryo Basuki, Membangun Kesadaran Masyarakat ... Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan, dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat Shalahuddin, Rosidin, & Nurhakim, 2018. Dalam PHBS juga dilakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan pimpinan advocacy, bina suasana social support dan pemberdayaan masyarakat empowerment. Proverawati, Atikah, & Rahmawati, 2012. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang harus dilakukan oleh setiap individu/keluarga/kelompok sangat banyak, dimulai dari bangun tidur sampai dengan tidur kembali. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu/keluarga/kelompok dapat menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada tatanan rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah risiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat Erna & Wahyuni, 2011. Kualitas lingkungan pemukiman sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Penduduk yang menempati lingkungan permukiman yang bersih dan sehat umumnya juga dalam keadaan sehat, sebaliknya penduduk yang menempati lingkungan permukiman yang jelek dan tidak teratur mereka mengalami bermacam-macam penyakit diantaranya radang paru, TBC, bronchitis, tipus, disentri, influenza dan sebagainya. Oleh karena itu perlu adanya peran seRTa masyarakat dan aparat pemerintah untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Menurut Fitriyani, 2008 didukung oleh Priyana, 2016, semakin baik sumber air, maka semakin rendah kemungkinan terjadinya suatu penyakit terutama penyakit yang disebabkan oleh air. Salah satu sasaran PHBS adalah tatanan rumah tangga, maka kelompok melakukan asuhan dengan menerapkan strategi promkes pada tatanan rumah tangga. Penerapan PHBS di rumah tangga merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakan dan memberdayakan keluarga atau anggota rumah tangga untuk berprilaku PHBS. PHBS dirumah tangga di arahkan untuk memberdayakan setiap keluarga atau anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi, memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang ada, serta berperan aktif mewujudkan kesehatan masyarakatnya dan mengembangkan upaya kesehatan dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat. Oleh karena itu kegiatan PHBS dirumah tangga pelaksanaannya dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu RT, RW, Dusun, kampung, Desa/Kelurahan. Menurut Din 2016 agar pelaksanaan PHBS berjalan dengan baik dan berkesinambungan perlu melibatkan lintas program dan lintas sektor terkait, serta melibatkan peran serta masyarakat mulai dari perencanaan sampai tahap evaluasi. 4 JMM Jurnal Masyarakat Mandiri Vol. 4, No. 1, Maret 2020, hal. 1-9 Menurut Taringan dalam Sidik et al., 2013, mengatakan bahwa pengaruh lingkungan terhadap kesehatan ada dua, positif dan negatif. Pengaruh positif, karena didapat elemen yang menguntungkan hidup manusia seperti bahan makanan, sumber daya hayati yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraannya seperti bahan baku untuk papan, pangan, sandang, industi, mikroba dan serangga yang berguna dan lain-lainnya. Adapula elemen yang merugikan seperti mikroba patogen, hewan dan tanaman beracun, hewan berbahaya secara fisik, vektor penyakit dan reservoir penyebab dan penyebar penyakit, Kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama masyarakat dan aparat pemerintah. Ketua RT dan RW sebagai aparat yang paling dekat dan dapat menjangkau masyarakat hendaknya sebagai perintis dalam menggalakkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dengan cara ini diharapkan masyarakat dapat menyadari akan kebutuhan pokok mengenai pemukiman yang sehat. Masyarakat perlu diberi pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya permukiman yang bersih dan sehat melalui berbagai media sosialisasi atau pelaksanaan program pemerintah yang menitikberatkan pada peningkatan partisipasi masyarakat setempat untuk memelihara dan mempertahankan bahkan meningkatkan kondisi lingkungan menjadi lebih baik. Menjaga kebersihan lingkungan melalui tata hijau sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan, pengelolaan sampah, dan sanitasi lingkungan masih perlu pendampingan dan pembinaan melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi berupa penyuluhan dan pelatihan Moniaga & Warouw, 2016. Lembaga perguruan tinggi dapat menjadi mitra pembantu pemerintah dalam mensosialisasikan pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Hal ini merupakan bagian dari Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup PKLH. PKLH adalah pendidikan lingkungan hidup dalam konteks internalisasi secara langsung maupun tidak dalam membantuk kepribadian mandiri serta pola tindak dan pola fikir peserta didik sehingga dapat merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari Nur, 2019. Didalam UU RI No 29 Tahun 2009. Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pengertian Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu kami tergerak untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat PKM dengan tema membangun kesadaran masyarakat dalam menata lingkungan yang asri, nyaman dan sehat. Target pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah warga RT 01 dan 02, RW 08, Kel. Pejaten Timur, Kec. Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan dan warga Kampung Pulo RT 07, 08 dan 09, RW 03, Kel. Kampung Melayu, Kec. Jatinegara, Kota Jakarta Timur. Warga di permukiman stasiun Pasar Minggu dan Kampung Pulo ini secara umum tingkat ekonomi dan pendidikannya beragam. Kesadaran warga akan kebersihan dan kesehatan lingkungan masih rendah. Hal ini terlihat dari pengelolaan lingkungan yang minim dari warga setempat sehingga kondisi lingkungan menjadi tidak terawat sehingga melalui kegiatan PKM ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama warga agar peduli dengan masalah kebersihan 5 Kasih Haryo Basuki, Membangun Kesadaran Masyarakat ... dan kesehatan lingkungan baik untuk diri sendiri maupun komunitas dimana mereka tinggal, membangun pola hidup sehat, kepedulian dan rasa solidaritas sosial yang baik dari warga masyarakat dalam penataan lingkungan kehidupan masyarakat sehingga tercipta PHBS seRTa dapat membuat lingkungan yang Asri, Nyaman, dan Sehat. B. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan tim Pengabdian Kepada Masyarakat PKM ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu 1. Tahap persiapan. Pada tahap ini tim PKM melakukan survei pendahuluan untuk mengetahui kondisi target kegiatan dengan menganalisis kondisi tempat yang akan digunakan, kondisi peserta yang akan diberikan perlakuan dan menyusun rancangan kegiatan yang akan dilakukan. Koordinasi dengan RT dan RW berkaitan dengan penentuan jadwal peRTemuan, tempat dan agenda pertemuan. 2. Tahap Pelaksanaan, Pada tahap ini tim PKM melakukan penyuluhan kepada masyarakat dengan menyampaikan materi mengenai pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan, dilanjutkan dengan aksi lapangan yaitu kerja bakti bersama warga. 3. Tahap Evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu kegiatan yang telah dilakukan. Adapun skema kegiatan pengabdian masyarakat disajikan pada Gambar 1 berikut Gambar 1. Diagram Alir Program Kegiatan Pengabdian Masyarakat C. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat PKM dilakukan di dua lokasi mitra pengabdian yang berbeda yaitu warga RT. 01 dan 02, RW. 08, Kel. Pejaten Timur, Kec. Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan dan warga Kampung Pulo RT. 07, 08 dan 09, RW 03, Kel. Kampung Melayu, Kec. Jatinegara, Kota Jakarta Timur. Realisasi kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahapan. 6 JMM Jurnal Masyarakat Mandiri Vol. 4, No. 1, Maret 2020, hal. 1-9 Tahap pertama adalah tahap persiapan. Pada tahap ini tim PKM melakukan survei pendahuluan untuk mengetahui kondisi dengan menganalisis kondisi wilayah mitra yang akan digunakan kegiatan abdimas. Secara umum permasalahan kedua mitra sama yaitu Kesadaran warga akan kebersihan dan kesehatan lingkungan masih rendah. Hal ini terlihat dari pengelolaan lingkungan yang minim dari warga setempat sehingga kondisi lingkungan menjadi tidak terawat. Kondisi ini dapat dilihat pada Gambar 2 berikut. a b Gambar 2. a Kondisi lingkungan di RW 08, Pejanten Timur, Pasar Minggu sebelum kerja bakti.b Kondisi lingkungan di RW 03, Kampung Pulo, Jatinegara Barat sebelum kerja bakti. Tahap kedua yaitu pelaksanaan. Pelaksanaan dimulai dengan kegiatan penyuluhan akan pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih untuk mencapai lingkungan yang asri, nyaman dan sehat. Pemberian materi penyuluhan disampaikan dengan metode ceramah oleh Ibu Riajeng Kristiana, Dosen Matakuliah Pendidikan Lingkungan Hidup Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. Pada penyuluhan dilokasi mitra pengabdian pertama Kelurahan Pejaten Timur dihadiri perwakilan warga sebanyak 12 orang, sedang dilokasi mitra pengabdian kedua Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu dihadiri perwakilan warga sebanyak 15 orang. Adapun materi penyuluhan yaitu tentang 1 Peran lingkungan dalam menimbulkan penyakit, 2 Hubungan manusia dan lingkungan, 3 Pengertian kesehatan lingkungan, 4 Ruang lingkup kesehatan lingkungan, 5 Pengertian Pola Hidup Bersih dan sehat PHBS, 6 Tujuan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat, 7 Indikator lingkungan sehat, 8 Bahaya/gangguan yang dapat ditimbulkan oleh sampah, dan 9 Keuntungan membuang sampah dengan benar. Pada penyuluhan ini terjadi tanya jawab interaktif antara tim PKM dengan warga setempat. Warga cukup antusias mengikuti penyuluhan. Wawasan warga tentang lingkungan yang nyaman, asri dan sehat pun bertambah. Adapun proses pelaksanaan penyuluhan dapat dilihat pada Gambar 3 berikut. 7 Kasih Haryo Basuki, Membangun Kesadaran Masyarakat ... a b Gambar 3. a Kegiatan Penyuluhan di RW. 08, Pejanten Timur, Pasar Minggu b Kegiatan Penyuluhan di RW. 03, Kampung Pulo, Jatinegara Barat Kegiatan selanjutnya adalah aksi lapangan berupa kerjabakti bersama warga untuk mebersihkan lingkungan. Secara umum kondisi lingkungan cukup memprihatinkan, banyak sampah berserakan dan saluran pembuangan air tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu diadakan kerjabakti untuk menciptakan lingkungan yang asri, nyaman,dan sehat. Pada kegiatan ini, tim memberikan pemberian trashbag, tempat pembuangan sampah dan gerobak sampah yang dapat dimanfaatkan oleh warga. Setelah lingkungan terlihat bersih dan sehat, kegiatan selanjutnya adalah menanam tanaman yang dapat berfungsi menciptakan suasana yang asri. Dampak yang terlihat secara langsung pada saat kegiatan berlangsung adalah minat dan antusiasme peserta yang besar dalam mengikuti kegiatan, mulai dari perkenalan, penyampaian materi, tanya jawab, kegiatan kerjabakti sampai evaluasi. Pada kegiatan ini kesadaran masyarakat terhadap permasalahan kebersihan dan kesehatan lingkungan mulai muncul. Peningkatan pemahaman masyarakat dalam hal pengelolaan lingkungan terwujud. Banyak warga masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan kerjabakti membersihkan lingkungan. Kualitas kebersihan dan kesehatan lingkungan warga meningkat sehingga diharapkan terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat serta lingkungan yang asri, nyaman dan sehat. Hal ini menunjukkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berjalan sesuai dengan tujuan, seperti yang dinyatakan Setyawati 2019 bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat mempunyai tujuan di antaranya menjalin erat hubungan antara lembaga perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan dengan masyarakat dan pemerintah setempat terintegrasi dengan baik sesuai Gambar 4 berikut. a b Gambar 4. a Kegiatan kerjabakti bersama warga; b Penampakan Lingkungan setelah Kerjabakti. 8 JMM Jurnal Masyarakat Mandiri Vol. 4, No. 1, Maret 2020, hal. 1-9 Evaluasi kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara membandingkan pengetahuan dan pemahaman warga sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian masyarakat. Pada tahapan ini tim PKM senantiasa berkoordinasi dengan mitra, untuk memantau bagaimana kondisi pasca kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Hal ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana dampak yang ditimbulkan setelah kegiatan PKM. D. SIMPULAN DAN SARAN Secara keseluruhan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di kedua lokasi mitra berlangsung dengan lancar. Kesadaran masyarakat terhadap permasalahan kebersihan dan kesehatan lingkungan meningkat, Terjadinya peningkatkan pengetahuan masyarakat dalam hal pengelolaan lingkungan. Terjadinya peningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal kebersihan dan kesehatan lingkungan. Terjadinya peningkatkan kualitas kebersihan dan kesehatan lingkunga sehingga diharapkan akan tercipta perilaku hidup bersih dan sehat serta lingkungan yang asri, nyaman dan sehat. Saran yang dapat diberikan antara lain keberlanjutan kegiatan diperlukan untuk menjaga semangat warga dalam berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan sehingga tercipta perilaku hidup bersih dan sehat serta lingkungan yang asri, nyaman dan sehat sesuai yang diharapkan. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu 1 Bpk. Achmad Zaini, Bpk. Dudi Djupriadi, Bpk. Siradjudin selaku Ketua RT 01/08, Ketua RT 02/08 dan Ketua RW 08, Kel. Pejanten Timur, Kec. Pasar Minggu, Kota JakaRTa Selatan, 2 Bpk. Syahroni, Bpk Taryono, Bpk. Ahmad Faisal selaku Ketua RT. 07, 08 dan 09, RW. 03, jl. Jatinegara Barat, Kampung Pulo, Kel. Kampung Melayu, Kec. Jatinegara, Kota Jakarta Timur, 3 Ibu Riajeng Kristiana, Selaku Dosen Matakuliah Pendidikan Lingkungan Hidup Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. 4 Tim dosen dan mahasiswa/i yang telah membantu dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dan Semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini, yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. DAFTAR RUJUKAN Adriansyah, M. A., Sofia, L., & Rifayanti, R. 2019. Pengaruh Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup Terhadap Sikap Peduli Anak Akan Kelestarian Lingkungan. Psikostudia Jurnal Psikologi, 52, 86. Darmawan, A. 2016. Penyakit Menular Dan Tidak Menular. Jambi Medical Journal, 4. Din, N. 2016. Manajemen Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS Tatanan Rumah Tangga di Kelurahan Kurao Pagang Kota Padang Tahun 2016. Jurnal Endurance, 13. Hilmi Adisendjaja, M. S., & Romlah, D. O. 2008. Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup Belajar Dari Pengalaman Dan Belajar Dari Alam. 0–11. Erna, I., & Wahyuni. 2011. Gambaran Karakteristik Keluarga Tentang Perilaku 9 Kasih Haryo Basuki, Membangun Kesadaran Masyarakat ... Hidup Bersih Dan Sehat Phbs Pada Tatanan Rumah Tangga Di Desa Karangasem Wilayah Kerja Puskesmas Tanon Ii Sragen. Gaster Jurnal Kesehatan, 82, 25. Fitriyani, Y., Roosita, K., & Effendi, Y. H. 2008. Kondisi Lingkungan, Perilaku Hidup Sehat, Dan Status Kesehatan Keluarga Wanita Pemetik Teh. Jurnal Gizi Dan Pangan, 32, 86. Freeman. 2013. lingkungan hidup dan pembagian lingkungan hidup. Journal of Chemical Information and Modeling, 539, 1689–1699. Hidup, K. L. Asas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. , Laporan Tahunan § 2012. Keman, S. 2005. Kesehatan Perumahan dan Lingkungan Pemukiman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Unair. Nur, S. 2019. Pendekatan Joyful Learning Sebagai Metode Pembelajaran Pendidikan Kependudukan & Lingkungan Hidup PKLH di Madrasah Ibtidaiyah. Ekspose Jurnal Penelitian Hukum Dan Pendidikan, 162, 376. Priyana, Y. 2016. Pencemaran Air Tanah di Perkotaan. Forum Geografi, 52, 33. Proverawati, Atikah; Rahmawati, E. 2012. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS. Jurnal Keperawatan Komunitas. Setyawati, N. W., & Woelandari D. S. 2019. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendampingan Program Kerja Berbasis Manajemen Lingkungan. JMM Jurnal Masyarakat Mandiri, 32, 73. Shalahuddin, I., Rosidin, U., & Nurhakim, F. 2018. Pendidikan/Penyuluhan Kesehatan tentang PHBS Tatanan Rumah Tangga. Media Karya Kesehatan, 12, 127–134. Sidik, S., P, W. A., & Wiratama, A. 2013. Program Hidup Sehat Untuk Masyarakat. 21, 9–13. Soemarwoto. 2011. Ekologi dan Pembangunan. Jakarta Djambatan. Sya’ban, Moh, A. 2017. Tinjauan Mta Pelajaran Ips Smp Pada Penerapan Pendidikan Lingungan Hidup Untuk Peduli Akan Tanggung Jawab Lingkungan. Jurnal Hukum & Pembangunan, 186, 550. ... Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, pemanfaatan pekarangan juga dapat meningkatkan pendapatan dari bidang kewirausahaan, khususnya masyarakat yang berkegiatan di rumah sehingga menjadi pendorong perekonomian di daerah dan selanjutnya dapat mengentaskan kemiskinan Kartika et al, 2021. Terciptanya prilaku hidup dan lingkungan yang bersih, nyaman dan sehat dapat dicapai dengan dengan langkah-langkah 1 membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, 2 meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, dan 3 meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal kebersihan dan kesehatan lingkungan Basuki et al, 2020. ...Alon Mandimpu NainggolanMegaputri GagolaWidyarti SaliadaFarno Billy Arthur GerungKebersihan lingkungan bukan hanya terfokus pada kegiatan meminimalisir sampah. Akan tetapi, berbicara juga bagaimana masyarakat memiliki kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat. Hal ini merupakan kewajiban masyarakat agar dapat berupaya melihat kondisi atau keadaan lingkungan/wilayah dari masyarakat desa Maen sendiri. Masyarakat desa Maen merupakan penggerak dalam pelaksanaan dan pencapaian pola hidup ini dengan sangat diperlukan ide dan inovasi yang kreatif untuk dapat saling mendorong satu dengan yang lain dalam keberhasilan kebersihan lingkungan. Dengan adanya program KKN Riset ini, penyelenggaraan kebersihan lingkungan mendorong terbentuknya solidaritas dalam moderasi beragama, dalam artian terwujudnya kerja sama akan semua masyarakat desa Maen tanpa melihat latar belakang agama. Oleh karena itu sangat penting untuk mengimplementasikan pendekatan ABCD Asset Based Community-driven Development guna mengembangkan suatu aset atau kekuatan apa yang ada pada masyarakat. Berupaya mengubah pola pikir masyarakat agar memiliki kesadaran dalam menyikapi aset atau kekuatan yang ada. Dengan demikian, KKN Riset bersama pemerintah desa bahkan tokoh-tokoh agama berupaya menjaga lingkungan agar terbebas dari masalah Sarnawa Tanto LailamAbstrak Program pengabdian masyarakat ini memfokuskan pada peningkatan sadar hukum dan sadar lingkungan masyarakat Gampingan, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta menuju Kampung Green Gampingan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kesadaran hukum dan lingkungan, membangun semangat gotong royong dalam menciptakan kampung yang bersih, sehat dan asri melalui. Metode pengabdian dilakukan dengan metode M3R, yaitu musyawarah dan rencana program, realisasi atau implementasi program, dan rawat, serta Participation Action Research dengan mitra pengabdian Rukun Warga Kampung Gampingan dan Forum Kampung Panca Tertib FKPT Kampung Gampingan dengan jumlah peserta 25 orang, terdiri dari 11 orang laki-laki dan 14 orang hasil evaluasi pra dan pasca melalui pengisian kuesioner bahwa terdapat peningkatan pemahaman kesadaran hukum dan lingkungan sekitar 18%, dan berdasarkan participation action research terdapat hasil nyata gerakan nyata masyarakat Kampung Gampingan melalui semangat dan aksi gotong royong mengubah lahan penuh sampah menjadi lahan ekonomis kolam ikan lele dan ladang sayuran. Namun upaya ini belumlah maksimal, saran untuk peningkatan kedepan diperlukan komitmen yang kuat seluruh elemen masyarakat untuk pengelolaan sampah melalui pembuatan bank sampah dan pembentukan kampung sadar hukum Darkum dan kampung sadar lingkungan Kampung Darling.Abstract This community service program focuses on increasing legal and environmental awareness of the Gampingan community, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, towards the Green of Gampingan Village. This service aims to increase understanding of legal and environmental awareness and build the spirit of mutual cooperation in creating a clean, healthy, and beautiful village. The service method uses M3R deliberation and program planning, realization, evaluation, and monitoring, and participatory action research with partners Rukun Warga Kampung Gampingan dan Forum Kampung Panca Tertib FKPT with 25 participants, 11 men, and 14 women. Based on the results of the pre- and post-evaluation through filling out questionnaires that there is an increase in understanding of legal and environmental awareness of about 18% and based on participatory action research there are tangible results of the real movement of the Gampingan Village community through the spirit and action of mutual cooperation gotong royong to turn land full of waste into economic land catfish and vegetable fields. However, this effort has not been maximized, recommendations for future improvements require a strong commitment from all elements of society for waste management through the creation of a waste bank and the establishment of a law-conscious and environmentally conscious village. Novita SetyawatiDewi Sri Woelandari Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun kepedulian masyarakat di Kota Bekasi agar dapat berkawan’ dengan lingkungan sekitarnya untuk mendapatkan manfaat secara langsung. Metode kegiatan menggunakan 1 metode ceramah yakni untuk menyampaikan pengetahuan secara umum tentang hidroponik dan bank sampah disertai dengan sesi tanya jawab dan 2 metode pembelajaran digunakan untuk alih pengetahuan atau ketrampilan dan system nilai yang dimiliki oleh nara sumber kepada anggota masyarakat. Masalah yang dihadapi di lapangan adalah masalah gerakan menanam dengan metode Hidroponik, pengelolaan bank sampah, dan pemanfaatan sampah plastic menjadi produk recycle. Pemecahan masalah yang dapat dilakukan dengan pendampingan yaitu memberikan pengetahuan, pemahaman, dan pelatihan. Kata kunci Pemberdayaan Masyarakat; Pendampingan dan Manajemen Lingkungan; Hidroponik dan Bank Sampah Abstract This dedication activity aims to build community awareness in the city of Bekasi to be able to ' friends ' with the surrounding environment to benefit directly. Methods of activities using 1 lecture methods are to convey knowledge in general about hydroponics and waste banks accompanied by question and answer sessions 2 Learning methods used to control knowledge or skills and value system Owned by the community members. Problems faced in the field is the problem of planting movements with hydroponic methods, management of waste banks, and utilization of plastic waste into recycle products. Troubleshooting that can be done with mentoring is to provide knowledge, understanding, and Community Empowerment; Environmental Assistance and Management; Hydroponics and trash Banks Muhammad ALi AdriansyahLisda SofiaRina RifayantiUpaya Pencegahan terjadinya masalah lingkungan di masa depan memerlukan upaya nyata yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, salah satunya dengan menumbuhkan sikap peduli lingkungan melalui pendidikan lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap peduli akan kelestarian lingkungan pada siswa SDN 002 Ujoh Bilang Mahakam Ulu dan SDN 042 Batu Besaung Samarinda setelah diberikan perlakuan pendidikan lingkungan hidup. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen. Sampel penelitian ini berjumlah 66 orang siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan sikap peduli akan kelestarian lingkungan pada SDN 002 Ujoh Bilang Mahakam Ulu yang mendapat perlakuan pendidikan lingkungan hidup dengan t = sig = > dan mean = tidak terdapat perbedaan sikap peduli akan kelestarian lingkungan pada SDN 042 Batu Besaung Samarinda yang mendapat perlakuan pendidikan lingkungan hidup dengan t = sig = > dan mean = tidak terdapat perbedaan pemahaman siswa terhadap sikap peduli akan kelestarian lingkungan sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan lingkungan hidup antara kelompok SDN 002 Ujoh Bilang Mahakam Ulu dan SDN 042 Batu Besaung Samarinda dengan t = sig = 0648 > dan mean = PriyanaAir merupakan kebutuban hidup bagi manusia, baik sebagai mahkluk hayati maupun untuk kehidupan sehari-hari MCK, irigasi maupun industri. Sebagian dari kebutuhan tersebut diambilkan dari air tanah. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk terutama di perkotaan secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap persediaan air tanah yang ada baik kualitas maupun kuantitas. Pengambilan air tanah yang terus meningkat dan melebibi save yield pada daerah pantai akan mengakibatkan intrusi air laut yang mengakibatkan air tanah menjadi asin. Demikian juga semakin banyaknya limbah yang dibuang oleh manusia ke dalam tanah baik limbah rumah tangga maupun industri akan mrngakibatkan pencemaran air tanah. Pada umumnya limbah yang berpengaruh terhadap air tanah di perkotaan adalah limbah rumah tangga MCK maupun limbah industri. Pengotoran atau kontaminasi air tanah ini akan berbahaya pada manusia yang telah meminumnya. Oleh karena itu dalam pemanfaatan sumber daya air tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan clengan sebaik-baiknya dan dijaga Dinp>PBHS merupakan salah satu program prioritas pemerintah melalui puskesmas dan menjadi sasaran luaran dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Cakupan rumah tangga sehat yang paling rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo terdapat di Kelurahan Kurao Pagang yaitu sebesar 5% dari 3 kelurahan yang ada. Penyebab rendahnya pelaksanaan PHBS di tatanan rumah tangga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor perilaku dan non perilaku fisik, sosial ekonomi dan sebagainya. Tujuan penelitian untuk mengetahui manajemen penerapan perilaku hidup bersih dan sehat PHBS pada tatananrumah tangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian penelitian ini Pengelola program PHBS Puskesmas, Pimpinan Puskesmas, Kader, Tokoh masyarakat, Tokoh agama,dan masyarakat, diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam In-Depth Interview , telaah dokumentasi dan Focus Group Discussion FGD.Hasil penelitian diketahui adanya masalah pada komponen input yaitu tenaga promosi kesehatan yang ada di puskesmas belum pernah mendapatkan pelatihan, alokasi dana sangat kecil, dan sarana penunjang Promkes sebatas media cetak. Pada proses, perencanaan belum dilaksanakan secara terpadu, pengorganisasian dan pelaksanaan promkes belum terlaksana maksimal, dan pemantauan hanya berdasarkan hasil survei PHBS rumah tangga. Komponen output diketahui penerapan PHBS Tatanan Rumah Tangga masih rendah dibawah manajemen penerapan PHBS Tatanan Rumah Tangga belum sesuai yang diharapkan. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Padang agar lebih mensosialisasikan PHBS Tatanan Rumah Ttangga, perlu adanya peningkatan kualitas tenaga pelaksana, alokasi dana dan sarana prasarana, serta perlu adanya upaya peningkatan manajemen penerapan PHBS tatanan rumah tangga.
tertanamkesadaran dan kecintaan terhadap lingkungan. Pendidikan lingkungan hidup sudah lama diajarkan di sekolah-sekolah, akan tetapi dampak dan hasil pendidikan lingkungan hidup yang telah dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan belum banyak terlihat, baik pada masyarakat maupun lingkungan (Hamzah, 2004). Indikasinya bahwa pendidikan
Hidup Bersih Dan Sehat Akan Menumbuhkan Kecintaan Pada. Apakah Kamu yakin selama ini sudah menjalani teoretis perilaku hidup yang bersih dan segar? Cak agar terdengar sepele, praktik perilaku hidup bersih dan sehat PHBS ternyata masih luput dari ingatan sebagian besar orang. Padahal, dengan menerapkan sifat ini, Beliau tak tetapi melindungi diri dari penyakit, tetapi juga menjaga kebugaran khalayak-orang di seputar, lho! Maka itu sebab itu, marilah simak secara serius arti selayaknya berpangkal perilaku hidup bersih dan sehat, marilah! Segala saja nan tertera dalam indikator PHBS? Perilaku nyawa zakiah dan sehat, atau nan disingkat dengan PHBS, ialah gerakan yang dilakukan bagi menjaga kesehatan serta kualitas hidup seseorang. Gerakan ini menghampari bermacam-macam perilaku yang dipraktikkan atas pemahaman pribadi demi mencapai arwah nan sehat. Menurut situs Departemen Kesehatan Republik Indonesia, perilaku usia sejati dan segak sendiri perlu diterapkan di beberapa arena, dimulai berpokok rumah janjang, institusi pendidikan, ajang kerja, gelanggang mahajana, sebatas kemudahan kesehatan. Namun, secara umum, hidup yang safi dan sehat dapat Anda start dari diri koteng, yaitu bagaimana Anda menjalani resan di rumah. Maka berpunca itu, Anda boleh menerapkan indikator PHBS yang mencakup kebiasaan umur segak pada tingkatan rumah tangga. Ada berbagai indeks nan menentukan kemajuan seseorang dalam menjalankan kebiasaan perilaku vitalitas bersih dan sehat PHBS di antara ibarat berikut. 1. Cuci tangan dengan sabun dan air berputar Berlandaskan panduan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Penangkalan Ki aib Amerika Perseroan CDC, basuh tangan rutin ialah cara terbaik untuk menyucikan patogen sreg tangan, terhindar dari penyakit, dan mencegah patogen di tangan diri seorang agar bukan memencar ke orang bukan. Saat kita bukan boleh kumbah tangan, pastikan hancuran pembersih tangan hand sanitizer punya kas dapur alkohol sekurang-kurangnya 60%, ya. 2. Menggunakan air zakiah Perilaku spirit nan asli dan sehat juga didukung maka dari itu terpenuhinya kebutuhan air bersih di flat. Air yang ceria merupakan siasat dari segala apa aktivitas yang Anda lakukan. Tak semata-mata untuk makan dan menenggak, air kalis juga berlaku saat Anda mencuci rok, bersiram, serta buang air. Maka itu karena itu, pastikan rumah Kamu memiliki akal masuk terhadap air bersih guna terwujudnya umur yang bersih dan sejahtera. 3. Menggunakan toilet serta menjaga kebersihannya Toilet nan nirmala kembali termasuk n domestik parameter perilaku semangat bersih dan segar. Rumah yang bersih terlazim memiliki sanitasi yang berfungsi dengan baik serta terdidik kebersihannya. Pasalnya, toilet rentan menjadi sarang bakteri dan virus penyebab penyakit jika kebersihannya tidak dipelihara dengan baik. Kerjakan itu, jangan lupa menjaga kebersihan kamar mandi Anda. 4. Rutin berolahraga Membiasakan diri bakal beraktivitas fisik secara rutin juga melambangkan Anda menjalani kamil perilaku umur jati dan sehat PHBS. Anda tentu sudah luang bahwa rutin olahraga memiliki manfaat kesehatan fisik serta psikis yang sangat berlimpah. Dengan berolahraga setidaknya 30 menit saban hari, Anda lain hanya meningkatkan kesegaran jasmani, cuma kembali mencegah datangnya beragam penyakit. 5. Konsumsi makanan sehat dan bergizi Barang apa yang Anda bersantap dan minum juga menjadi faktor penentu perilaku hidup bersih dan sehat, lho! Pastikan Dia banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan kerjakan memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Tak belaka itu, perhatikan pula mandu mematangkan serta memasak makanan Anda bakal mencegah pencemaran mikroba yang jadi potensi keracunan makanan. 6. Hindari rasam merokok Bukan informasi hijau lagi jikalau merokok yaitu rasam nan menerimakan dampak buruk pada kesehatan tubuh. Menginjak berasal risiko penyakit paru-paru hingga jantung, resan merokok bisa menjadi bentakan jangka hierarki jika Sira mau memiliki perilaku hidup bersih dan afiat. Maka itu karena itu, apabila Anda termasuk perokok aktif, mulailah mengurangi sifat buruk tersebut sampai akibatnya nongkrong merokok sama sekali. 7. Memberantas sarang nyamuk harimau Memberantas sarang nyamuk yakni adegan penting semenjak perilaku hidup bersih dan sehat. Heterogen ki aib yang ditularkan dari gigitan nyamuk harimau, mulai semenjak DBD setakat chikungunya masih cak semau di sekeliling kita. Salah satu pendirian utama untuk memutus rantai penularan penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan mileu rumah Anda, tercantum membinasakan nyamuk harimau hingga jentik-jentiknya. 8. Memakai masker saat keluar flat Bila Ia hidup di lingkungan dengan kasus satu kebobrokan nan tinggi maupun terletak pandemi seperti COVID-19, memakai masker di luar kondominium bisa menempatkan risiko Anda tertular penyakit. Menunggangi kedok pahit lidah efektif mencegah renjis ludah droplets hambur di udara dan masuk ke saluran asimilasi khalayak lain. Selain bermakna melindungi diri sendiri, pemakaian masker juga bisa mencagar kesehatan bani adam lain jika Anda sedang terserang suatu kelainan. 9. Menjaga jarak jasmani dari orang lain Apabila memang harus beraktivitas di luar rumah, usahakan bagi menjaga jarak jasad dengan sosok lain setidaknya dua meter. Perilaku hidup bersih dan segak ini tidak cuma melindungi diri sendiri, hanya juga menjaga bani adam lain di seputar Anda. Sebuah studi dari British Medical Journal menyatakan bahwa didik jarak fisik merupakan satu dari sekian banyak persiapan mencegah penyebaran virus penyakit. Hindari melintasi putaran ujana atau pinggir jalan yang ramai apabila semenjana berolahraga atau beraktivitas di luar rumah. 10. Memiara kesehatan mulut dan transmisi Hal lain yang harus diperhatikan dalam menerapkan sempurna perilaku nyawa ikhlas dan segar PHBS adalah kesegaran mulut dan persneling Anda. Kesehatan tuturan harus dijaga karena mulut yakni salah suatu akal masuk masuknya bakteri, kuman, dan virus ke dalam tubuh kita. Semata-mata, menjaga kesehatan gigi dan mulut enggak cukup dengan sikat dan flossing gigi secara rutin namun. Anda lagi kiranya mengirai mulut dengan pelamar kumur yang terbukti efektif mengurangi akumulasi plak. Selain indeks-indeks di atas, perilaku usia zakiah dan sehat dalam flat tangga sekali lagi menutupi kesentosaan ibu dan anak, seperti berikut. Memasrahkan ASI tunggal. Melakukan partus dengan bantuan suster maupun dukun. Memantau bertunas kembang bayi dan momongan di layanan kesehatan terdamping. Memberikan momongan imunisasi sesuai jadwal. Menjaga kebersihan diri dengan rutin mandi 2 mana tahu sehari serta bersih-bersih apartemen secara berkala juga termasuk dalam indikator PHBS. Apa manfaat pecah perilaku hidup bersih dan fit? Dengan menjalankan pola hayat nan kudus dan fit, Anda akan memperoleh bilang manfaat begitu juga 1. Terhindar berpunca berbagai penyakit Hidup ikhlas dan sehat akan menjauhkan Anda dari risiko problem, terutama yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur. 2. Mengintensifkan merecup kembang anak Dengan menerapkan PHBS, Anda sekali lagi ikut mendukung pertumbuhan serta perkembangan si kecil agar terhindar dari gangguan seperti stunting. Stunting adalah kondisi ketika pertumbuhan tubuh momongan tak optimal sehingga pangkat maupun janjang badan si mungil tidak sesuai dengan umurnya. 3. Meningkatkan daya produksi Tubuh dan pikiran yang cegak sekali lagi bisa membantu meningkatkan performa belajar di sekolah dan beraktivitas di mileu kerja Beliau. 4. Menjaga kebersihan medan tinggal Perilaku hidup tahir dan sehat kembali menjadikan rumah Anda bak tempat suntuk yang layak huni, nyaman, serta terbebas berpunca sumber penyakit. Itulah berbagai tips serta manfaat yang boleh didapat dengan menerapkan PHBS di spirit Ia. Dengan memulai teoretis spirit positif berusul diri sendiri, secara lain simultan Dia sudah lalu berkontribusi internal kehidupan bermasyarakat yang zakiah dan fit. Source
Selainitu pemahaman PHBS pada anak sejak dini, dilakukan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan sebagai upaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Kegiatan pemahaman perilaku hidup bersih dan sehat pada anak-anak di sekolah, dilaksanakan pada hari Selasa 25 Juli 2017 di kelas 5 SDN 3 Ketilengsingolelo, Welahan. Kegiatan
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dinyatakan bahwa lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Namun saat ini berbagai masalah lingkungan terjadi, seperti semakin tingginya suhu bumi, bencana banjir, perubahan iklim global, rusaknya hutan, menipisnya sumber daya alam, kerusakan habitat alam, peningkatan polusi, kemiskinan, dan musim yang sulit untuk diprediksi. Dari berbagai masalah tersebut, maka mencintai lingkungan merupakan kebutuhan yang tidak bisa budaya cinta lingkungan khususnya dikalangan peserta didik diharapakan dapat menjadi salah satu alternatif solusi dari banyaknya masalah lingkungan yang terjadi. Peserta didik yang memiliki sikap, perilaku dan budaya cinta lingkungan hidup diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan kelak mereka pun akan menjadi pengambil kebijakan mengenai cara pengelolaan lingkungan hidup yang baik. Sekolah dianggap sebagai tempat yang tepat dan efektif untuk menumbuhkan nilai-nilai budaya dan menanamkan kesadaran cinta lingkungan hidup, karena sekolah merupakan tempat peserta didik memperoleh pendidikan dimana proses pendidikan berlangsung dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku ke arah yang lebih kecintaan terhadap lingkungan pada peserta didik harus mulai dilakukan sejak awal pembelajaran. Materi tentang pendidikan lingkungan hidup sudah semestinya diberikan kepada peserta didik pada masa pengenalan sekolah sebagai kegiatan penanaman pondasi budaya cinta lingkungan. Penanaman budaya cinta lingkungan yang dilakukan sejak awal merupakan suatu upaya generasi agar yang akan datang semakin menyadari akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Demi tercapainya lingkungan yang bersih dan nyaman untuk belajar, maka diperlukan langkah-langkah kongkrit untuk melestarikan lingkungan, seperti membuat tata tertib kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah, membuat daftar piket kebersihkan kelas serta kebersihan lingkungan, mengembangkan kecintaan dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah melalui berbagai lomba peduli lingkungan, seperti lomba kebersihan antar kelas, atau aneka kreativitas lain yang bersifat ramah lingkungan, menunjuk petugas untuk mengadakan pengawasan dan penegakan kedisiplinan polisi lingkungan, mengadakan gerakan cinta kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah dan memanfaatkan hari-hari besar nasional untuk kegiatan-kegiatan peduli lingkungan. Selain itu perlu dilakukan kegiatan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan seperti apotek hidup/TOGA di sekolah, melakukan kegiatan penghematan energi, melakukan kegiatan 3R reuse, reduce, recycle, melakukan kegiatan pemilahan sampah, komposter, mengintegrasikan kegiatan lingkungan dalam pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, dan mengadakan karya wisata atau studi banding dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan kebersihan dan kelestarian lingkungan kegiatan-kegiatan ini diharapkan mampu menyadarkan siswa untuk menjaga kebersihan. Secara keseluruhan, kebersihan dan keasrian sekolah adalah tanggung jawab bersama dari setiap warga sekolah. Selain guru dan siswa, pemeliharaan dan perwujudan lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan asri tidak lepas dari peran orang tua, swasta, lembaga swadaya masyarakat mapupun pemerintah. Akhirnya, diharapkan akan lahir siswa-siswa yang cerdas, bermutu, berwawasan lingkungan serta mampu menerapkan sikap cinta dan peduli lingkungan baik di sekolah maupun masyarakat. Lihat Inovasi Selengkapnya
PDGPARIAMAN, METRO – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman H. Yutiardy Rivai menyatakan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting diwujudkan dalam masyarakat. “Karena dengan perilaku hidup bersih dan sehat akan melahirkan generasi bangsa Indonesia yang cerdas, berkualitas dan mampu menghadapi
– Pola hidup sehat penting untuk diterapkan sehingga fungsi tubuh dapat terjaga secara optimal. Dengan menerapkan pola hidup sehat, berbagai penyakit dan masalah kesehatan dapat dicegah. Tubuh pun bisa tetap bugar dan mampu melakukan berbagai aktivitas tanpa dipahami bahwa pola hidup sehat tidak hanya tentang makanan sehat, tetapi juga mencakup aktivitas fisik. Apa yang dimaksud dengan pola hidup sehat? Dilansir dari Harvard Health Publishing, terdapat lima hal untuk mendefinisikan dan mengukur pola hidup sehat, yakni 1. Makan sehat Makan sehat dinilai berdasarkan asupan makanan setiap hari. Ini mencakup konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, lemak sehat, dan asam lemak omega-3. Baca juga 7 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan di Usia 30 TahunSementara itu, makanan dan minuman yang tidak sehat, seperti makanan olahan, minuman manis, dan makanan dengan lemak trans, dibatasi atau bahkan dihindari. 2. Aktivitas fisik Salah satu cara untuk menerapkan pola hidup sehat adalah dengan melakukan aktivitas fisik yang cukup. Dengan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, dari aktivitas sedang hingga berat, kesehatan dan kebugaran tubuh dapat terjaga. 3. Berat badan Memperhatikan berat badan penting jika ingin menerapkan pola hidup shat. Indeks massa tubuh IMT yang normal adalah 18,5 dan 24,9. Untuk mendapatkan IMT yang normal, asupan makanan harus terjaga dan aktivitas fisik harus dilakukan secara konsisten. Baca juga Pengertian Makanan Sehat dan Contohnya
ProgramAir Bersih Hidup Sehat merupakan program yang dirancang oleh Perseroan untuk berkontribusi dalam upaya perbaikan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kesehatan lingkungan. dapat dimainkan di dalam kelas. Diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kecintaan anak-anak sebagai generasi penerus akan arti
Ilustrasi caption hari lingkungan hidup sedunia 2023, Foto oleh Ryan Jacobson di UnsplashHari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni. Untuk mengingat kembali makna hari tersebut bisa dengan mengirimkan pesan kampanye lingkungan atau membuat caption Hari Lingkungan Hidup Sedunia diketahui, seperti yang dikutip dari buku Ilmu Sosial & Budaya Dasar, Herimanto Winarno, 2021175, Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali dicetuskan pada tahun 1972 sebagai rangkaian kegiatan lingkungan dari dua tahun sebelumnya ketika seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson menyaksikan betapa kotor dan cemarnya bumi oleh ulah dari peringatan Hari Lingkungan itu sendiri untuk menggugah kepedulian masyarakat pada lingkungan hidup yang cenderung semakin rusak. Memperingati Hari Lingkungan bisa dengan mengunggah foto dan menuliskan caption di Caption Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023Ilustrasi caption hari lingkungan hidup sedunia 2023, Foto oleh Roman Synkevych di UnsplashBerikut kumpulan caption Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 yang bagus dan bermakna, untuk postingan Instagram ataupun media sosial Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, mari kita berkomitmen untuk mengurangi jejak plastik dan melindungi planet kita yang indah ini. Katakan tidak pada plastik!Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia! Mari berjuang untuk dunia yang bebas plastik dan ciptakan masa depan yang lebih hijau untuk generasi yang akan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 ini, mari kita bersatu untuk menghilangkan plastik sekali pakai dan melestarikan keindahan bumi Hari Lingkungan Hidup Internasional! Semoga pilihan kita mencerminkan kecintaan pada lingkungan, dan semoga kita menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak kita dalam mengurangi sampah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 ini, mari bersatu untuk melindungi dan melestarikan planet kita yang indah semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 menginspirasi kita untuk melakukan tindakan yang memelihara dan menjaga lingkungan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023, mari kita bersama-sama berkomitmen untuk menerapkan gaya hidup yang lebih hijau dan ramah Hari Lingkungan Hidup Internasional! Ayo tanam pohon, kurangi sampah, dan promosikan energi terbarukan untuk masa depan yang lebih cerah dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, mari kita hargai keindahan alam dan bekerja keras untuk pelestariannya. Salam bahagia untuk semuanya!Semoga Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi pengingat bahwa kita memegang kekuatan untuk melindungi dan memulihkan planet kita. Mari kita bertindak bersama untuk masa depan yang lebih Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 ini, mari perbaharui komitmen kita terhadap pengelolaan lingkungan dan membangun dunia yang lebih baik untuk generasi yang akan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023, mari kita bergandengan tangan untuk ciptakan planet yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih ramah Hari Lingkungan Hidup Sedunia! Mari kita tingkatkan kesadaran, mengedukasi sesama, dan melakukan perubahan positif untuk kepentingan lingkungan kita merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023, ingatlah bahwa tindakan kecil dapat membuat perbedaan besar. Bersama-sama, kita dapat melindungi dan memulihkan planet kita!Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Mari kita lestarikan keanekaragaman hayati dan memastikan planet yang terlindungi untuk generasi Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023! Ingatlah bahwa tindakan kita hari ini akan membentuk dunia yang kita tinggalkan untuk generasi Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 ini, mari kita jaga alam dan lingkungan sekitar. Bersama-sama, kita dapat memberikan dampak positif!Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia! Mari bekerja sama bahu membahu untuk menjaga alam dan lingkungan serta membangun masa depan yang lebih Hari Lingkungan Hidup Sedunia, mari tanam pohon untuk mengurangi polusi udara. Mulailah dari sekarang!Selamatkan lingkungan dan katakan tidak pada polusi. Happy Environment Day!Adalah tanggung jawab kita untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Mari mulai dari diri kita sendiri. Happy World Environment Day 2023!Menyelamatkan lingkungan berarti menyelamatkan kehidupan. Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia!Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Mari kita bekerja bahu membahu untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih sehat dan aman bagi anak-anak ciptakan ruang hijau di masyarakat kita untuk meningkatkan keanekaragaman hayati dan meningkatkan kualitas udara. Selamat Hari Lingkungan Hidup!Pada Hari Lingkungan Hidup ini mari kita lebih hemat energi di rumah dan di tempat kerja untuk mengurangi emisi karbon.
KecamatanBalikpapan Kota. KALIMANTAN TIMUR. 2014. Pedoman Pelaksanaan Program Kerja Poktan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Program Kerja Poktan I. Poktan I mengelola program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Program Gotong Royong. 1) Tugas. a) Memantapkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, saling
Contoh latihan soal kelas 6 SD MI tema 6 subtema 1 dan kunci jawaban kurikulum 2013 revisi. Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan salah satu soal tematik yang kami miliki. Tentu saja soal SD MI ya, karena memang pembelajaran tematik itu mayoritas kita temui di pembelajaran SD tema dan kelas berapa yang akan kami bagikan soalnya. Jadi, yang kami bagikan soalnya yaitu kelas 6 tema 6 menuju mayarakat sehat subtema 1 lingkungan sehat masyarakat sehat. Bisa dipahami ya. Jadi biasanya pembelajaran ini dimulai setelah penilaian akhir semester gasal. Namun, ya ini bisa menyesuaikan dengan kebijakan di sekolah yang Kelas 6 Tema 6 Subtema 1 Lingkungan Sehat Masyarakat SehatTema 6 dalam pembelajaran kelas 6 ini dari judulnya sangat penting sekali. Jadi, diharapkan siswa mempunyai rasa empati dan simpati terhadap lingkungan di masyarakat pada umumnya, dan lingkungan di sekelilingnya pada khususnya. Tentang bagaimana siswa mempunyai pola kehidupan yang sehat dan bersih. Buka Juga Soal Kelas 6 Tema 6 Subtema 1 Lingkungan Sehat Masyarakat SehatJenis atau domain soal kelas 6 tema 6 subtema 1 menuju masyarakat sehat ini yaitu soal pengetahuan knowledge ya. Jadi, buka soal keterampilan. Sedangkan bentuk soal yang kami sajikan terdiri dari 3 bentuk soal, antara lain soal pilihan ganda/ pilgan/ PG multiple choice, soal essay/ esai, dan soal jumlah soal yang relatif banyak ini menutupi kekurangan artikel kami ya. Oh ya, kami juga sudah menyediakan kunci jawaban/ pembahasan soal tematik kelas 6 tema 6 ini kok. Letaknya ada di akhir artikel ya. Jadi, bukan tepat di bawah soal. Mengapa sih kami taruh kunci jawaban soal kelas 6 SD MI ini di akhir artikel?Ya hal ini karena kami ingin pembaca mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan kelas 6 tema 6 ini dengan mandiri. Ya memang sih, kami sudah menyediakan kunci jawaban dan kami usahakan tidak ada yang salah. Namun, yang Namanya manusia itu terkadang khilaf. Jadi, mohon bantuannya jika pembaca menjumpai ada kunci jawaban yang salah, untuk dapat menghubungi kami melalui kolom komentar. Terima kasih ya DOWNLOAD soal kelas 6 tema 6 subtema 1 ini sudah ada kok. Jadi, kami sediakan bagi pembaca yang merasa cocok dengan artikel ini dan ingin memilikinya. Cukup klik saja tombol download yang tersedia di akhir artikel. Maka anda akan diarahkan menuju halaman download soal tematik. Tanpa panjang lebar lagi, berikut ini soal dan jawaban tematik SD MI kelas Pilihan Ganda Tematik Kelas 6 Tema 6 Subtema 1 Kurikulum 20131. Lingkungan yang bersih akan menghasilkan lingkungan yang…A. tercemarB. sehatC. kumuhD. kotor2. Kesadaran untuk pola hidup sehat harus dimulai dari...A. usaha sendiriB. orang tuaC. orang lainD. diri kita sendiri3. Supaya udara tetap segar maka sebaiknya ditanami ...A. pohon buah-buahanB. sayuranC. pepohonanD. bunga4. Menggunakan pena yang dapat diisi ulang merupakan contoh penerapan 3R yang dinamakan ...A. RevalueB. RecycleC. ReduceD. Reuse5. Berikut ini adalah ruangan yang harus dijaga kesehatannya, kecuali ...A. ruang dapurB. parkiranC. kamar tidurD. ruang tamu6. Salah satu sisi kertas bekas hasil print out yang tidak terpakai dimanfaatkan oleh Nurul. Sisi kertas tersebut dimanfaatkan untuk menuliskan tugas atau catatan sekolah. Dalam peristiwa ini, Nurul telah melakukan salah satu dari konsep 3R pengelolaan sampah yang dinamakan …A. ReplyB. RecycleC. ReuseD. Reduce7. Membuat taman di lingkungan sekitar agar terlihat asri dapat dilakukan dengan memanfaatkan...A. lahan kebun B. tanah gusuranC. lapangan sepak bolaD. lahan yang kosong8. Hidup dengan bersih dan sehat akan menumbuhkan kecintaan pada ...A. kesehatanB. kesucianC. keindahanD. kegembiraan9. Kegiatan industri pada umumnya menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Sisa dari proses industri biasanya disebut ...A. zat kimiaB. limbahC. sampahD. residu10. Agar terhindar dari nyamuk demam berdarah maka sampah sebaiknya di...A. bakarB. tumpukC. kuburD. masukan ke kantong kresek11. Jenis sampah yang berupa bebatuan, sobekan ban, pasir, onderdil kendaraan yang jatuh, dan dedaunan, merupakan contoh jenis sampah yang berasal dari ... .A. rumah tanggaB. jalan rayaC. pembangunan gedungD. industri12. Agar mudah di daur ulang, sampah sebaiknya …A. dibungkusB. dipisahkan sesuai jenisC. dicuciD. dicampurkan13. 3R merupakan salah satu langkah pengelolaan sampah yang benar, yaitu singkatan dari ...A. Recycle, Remake, RabishB. Reduce, Reuse, RemakeC. Reuse, Reduce, RecycleD. Remake, Reuse, Recycle14. Untuk menjaga kebersihan kita harus membuat ...A. piket keamanan B. pameran lukisan C. pertunjukan seni D. jadwal piket 15. Banyak sampah yang berserakan akan …A. mengakibatkan banjir B. mengundang penyakitC. mengundang hewan buasD. mengundang orang16. Untuk sampah rumah tangga seperti kulit sayuran dan buah dapat digunakan sebagai …A. makananB. hiasanC. komposD. alat rumah tangga17. Berdasarkan bentuknya, sampah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ... .A. sampah padat dan cairB. sampah berbahaya dan tidak berbahayaC. sampah organik dan anorganikD. sampah basah dan kering18. Apa akibat sampah konsumsi seperti sisa makanan jika sudah menumpuk?A. Menjadi humusB. Menjauhkan dari penyakitC. Menjadi indahD. Menimbulkan bau yang tak sedap19. Berikut ini yang termasuk salah satu contoh sampah yang dapat terurai yaitu ...A. kulit buah pisangB. botol kacaC. plastik bekas mie instanD. kaleng minuman bersoda20. Sampah jenis apakah yang bisa di jual ke pengepul sampah?A. Sampah sayuran B. Sampah makananC. Sampah organikD. Sampah plastik dan botol bekas21. Sampah perkantoran merupakan sampah yang berasal dari sisa dari bahan-bahan atau peralatan perkantoran yang berupa ...A. kertas bekas dan potongan kacaB. potongan kayu dan kacaC. botol tinta dan bolpointD. potongan besi dan kertas 22. Salah satu hasil kerajinan dari sampah plastik adalah …A. kursiB. gelas C. piringD. tas dan dompet23. Berdasarkan sifatnya, jenis sampah dibedakan menjadi dua, yaitu ... .A. sampah B3 dan anorganikB. sampah basah dan B3C. sampah organik dan anorganikD. sampah kering dan beracun24. Selain mengurangi sampah, dengan menjual sampah juga kita dapat ...A. menjaga kebersihanB. sampahC. uang tambahan D. minuman 25. Untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah supaya terbebas dari penyakit, maka salah satu upaya yang dapat kita lakukan sebagai siswa yaitu ...A. membuang sampah di sembarang tempatB. memungut sampah lalu dimasukkan ke dalam laci mejaC. membuang sampah tidak sesuai tempat pilahD. membuang sampah sesuai tempat pilahnya26. Apa yang harus kita lakukan agar kita terhindar dari berbagai penyakit?A. Pola hidup Menjalankan pola hidup yang seadanyaC. Menjalankan pola hidup yang sehatD. Menjalankan pola hidup yang Bagian tubuh kita yang sering menjadi penghantar kuman adalah ...A. kakiB. tangan C. kepalaD. lutut28. Sampah daun yang berserakan dapat dihilangkan dengan cara …A. dijemurB. dibungkusC. direbusD. dibakar29. Nama lain sampah anorganik yaitu ...A. sampah beracunB. sampah berbahayaC. sampah keringD. sampah basahPerhatikan gambar warga yang sedang mendaur ulang sampah!30. Perilaku warga pada gambar di atas bertujuan untuk ...A. mengolah sampah B. mencuci sampahC. memperbanyak sampahD. mengurangi sampahSoal Essay Kelas 6 Tema 6 Menuju Masyarakat Sehat Subtema 11. Cara yang paling murah dan mudah untuk menangani diare adalah dengan …2. Jika kelas bersih maka akan menambah semangat …3. UKS menyadarkan siswa akan pentingnya …4. Campuran garam untuk membuat obat diare adalah ...5. Sebelum makan kita harus mencuci ...6. Sampah botol bisa ... ke pengepul sampah dan kita dapat Untuk menghindari penyakit maka kita harus segera …. sampah pada Agar lingkungan lebih indah kita dapat menanam … yang cantik di halaman setiap Menanam pohon harus di ... Cuci ... Ketika sebelum makanSoal Uraian Tema 6 Kelas 6 Subtema 1 Lingkungan Sehat Masyarakat Sehat1. Sebutkan cara membuat obat diare!2. Hewan apa saja yang dapat membawa penyakit?3. Apa kaitannya lingkungan dan kesehatan? Jelaskan!4. Sebutkan 3 benda yang dihasilkan oleh daur ulang sampah! 5. Apa saja bahan untuk membuat potpourri?6. Sampah apa saja yang bisa dijadikan kompos?7. Sebutkan contoh sampah organik!8. Sebutkan contoh sampah anorganik!9. Perhatikan gambar di bawah ini! Kemukakan pendapat kamu mengenai peristiwa yang terdapat pada gambar tersebut!10. Perhatikan gambar di bawah ini! Kemukakan pendapat kamu mengenai peristiwa yang terdapat pada gambar tersebut!Kunci Jawaban Soal Kelas 6 Tema 6 Subtema 1 Jawaban Essay1. Minum oralit2. Belajar3. Kesehatan4. Gula pasir5. Tangan6. Dijual7. Membuang8. Bunga9. Lahan10. TanganJawaban Uraian1. Seduh gula pasir dan garam2. Lalat, tikus, nyamuk, dan kecoa3. Jawaban sesuai dengan kebijakan guru4. Tas, topi, dompet5. Buah, daun, dan bunga kering6. Sampah basah dan sampah sisa rumah tangga7. Daun-daun kering, kulit buah, makanan sisa yang basi, buah busuk8. Plastik pembungkus makanan, gelas bekas minuman, botol, kaca, kaleng9. Jawaban sesuai dengan kebijakan guru10. Jawaban sesuai dengan kebijakan guruJawaban Pilihan Ganda1 B 7 B 13 C 19 A 25 D2 D 8 C 14 D 20 D 26 C3 C 9 B 15 B 21 C 27 B4 C 10 C 16 C 22 D 28 D5 B 11 B 17 A 23 C 29 C6 C 12 B 18 D 24 C 30 DOrang lain juga membuka 1. Soal dan Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Tema 6 Subtema 12. Soal Kelas 6 Tema 6 Menuju Masyarakat Sehat & Kunci Jawaban3. Kumpulan Soal Kelas 6 SD MI dan Kunci Jawaban Kurikulum 2013Demikian contoh latihan soal tematik kelas 6 tema 6 subtema 1 dan kunci jawaban kurikulum 2013 revisi. Semoga soal tema 6 menuju masyarakat sehat bermanfaat. LINK DOWNLOAD sudah kami sediakan di bawah artikel jika anda ingin mendownload soal kelas 6 subtema 1 lingkungan sehat masyarakat sehat
KelompokKerja Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga 1. Pokja I PKK Tujuan: Mengelola program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Program Gotong Royong. Tugas Memantapkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, saling menghormati dan menghargai dalam wadah (NKRI) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meningkatkan
Gaya hidup sehat sudah sepatutnya menjadi kebiasaan yang harus dilakukan oleh masyarakat setiap harinya. Selain mampu menjaga tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai macam serangan penyakit, mencanangkan gaya hidup sehat juga mampu menumbuhkan sikap untuk menjaga kebersihan lingkungan. Tidak sulit sebenarnya untuk bisa membiasakan diri memiliki gaya hidup sehat. Yang menjadi masalah adalah tak sedikit orang yang sering kali terlupa untuk menjaga kebersihan dan kesehatan dirinya sendiri akibat aktivitas sehari-hari yang menyibukkan. Alhasil, kebiasaan tersebut lama kelamaan semakin memudar dan akhirnya semakin jarang untuk dipraktikkan. Itulah mengapa penerapan dari PHBS singkatan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat perlu digaungkan lagi kepada masyarakat secara menyeluruh. Dengan menerapkan PHBS, seseorang akan lebih mampu untuk menjaga kesehatan dirinya sendiri bersama keluarga, serta menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya. Namun, apa sih yang dimaksud dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ini? Selebihnya, manfaat apa saja yang bisa didapatkan? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk simak ulasan mengenai apa itu PHBS dan penerapannya di kehidupan sehari-hari berikut ini. Baca Juga Mulai Hidup Sehat Dengan Mulai Konsumsi Makanan Sehat Berikut Ini! Apa Itu PHBS? Apa Itu PHBS? PHBS adalah gerakan yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Penerapan PHBS ini bisa dilakukan di berbagai lingkungan, termasuk rumah tangga, tempat kerja, sekolah, ataupun masyarakat umum. PHBS di keluarga/rumah tangga merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan agar semua anggota keluarga memahami, bersedia, serta mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sedangkan untuk definisi PHBS di sekolah adalah sebuah usaha pembinaan serta pengenalan tentang pentingnya memiliki gaya hidup sehat dan bersih pada seluruh pelajar di sekolah serta kegiatan harus dilakukan guna mencapai tujuan tersebut. Selain itu, ada pula definisi PHBS untuk lingkungan tempat kerja, yakni upaya untuk mengenalkan serta memberdayakan seluruh orang yang berprofesi atau bekerja di tempat kerja atau kantor agar semaksimal mungkin menerapkan gaya hidup sehat dan bersih. Di samping itu, penerapan PHBS di tempat kerja ini juga mampu mendorong para pekerja untuk turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat. Manfaat Penerapan PHBS Secara Umum Jika rutin dijalankan di kehidupan sehari-hari, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat mampu memberikan beragam manfaat. Sederet manfaat dari menerapkan PHBS adalah Menurunkan Risiko Penyakit Akibat Infeksi Penerapan PHBS memiliki sejumlah tujuan, salah satunya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan tubuh. Dengan rutin membiasakan gaya hidup yang sehat dan bersih, kamu akan terhindar dari risiko serangan berbagai macam bakteri, virus, parasit, hingga jamur yang menginfeksi tubuh dan menyebabkan penyakit. Mendorong Produktivitas Tak dapat dipungkiri jika tubuh yang sehat serta lingkungan yang terjaga kebersihannya mampu meningkatkan produktivitas seseorang dan masyarakat di sekitarnya. Dengan menjaga tubuh agar tetap sehat dan menjaga kebersihan lingkungan, proses belajar, bekerja, dan aktivitas lainnya akan terasa lebih nyaman untuk dilakukan. Jadi, jika kamu merasa kurang bersemangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari, akar permasalahannya mungkin karena kurang menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar. Mendorong Tumbuh Kembang Buah Hati Penerapan PHBS di keluarga atau lingkungan rumah terbukti mampu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan buah hati. Bahkan, penerapan gaya hidup sehat tersebut juga mampu menurunkan risiko terjadinya stunting pada anak. Dengan menjaga kebersihan, anak akan terjaga dari risiko serangan bakteri atau virus penyebab masalah kesehatan. Hal tersebut juga menjadi poin penting yang memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan anak, terutama yang masih berada di usia dini. Menjaga Keindahan serta Kebersihan Lingkungan Lingkungan yang asri, bersih, dan hijau tentu akan memberikan rasa nyaman kepada setiap orang yang tinggal di sekitarnya. Oleh sebab itu, seluruh anggota masyarakat harus turut serta dalam menerapkan PHBS ini guna kebersihan lingkungan senantiasa terjaga. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam penerapan PHBS ini meliputi, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan sungai dan aliran air lainnya, dan juga melakukan penghijauan melalui penanaman pohon di area sekitar rumah. Manfaat Menerapkan PHBS Berdasarkan Tempat Selain manfaat umum di atas, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat juga mampu memberikan manfaat sesuai dengan tempat penerapannya. Sebagai contoh Sekolah Menciptakan lingkungan belajar mengajar yang sehat dan bersih. Selain itu, seluruh masyarakat sekolah, baik itu, siswa, penjaga kantin, guru, sampai kepala sekolah akan menjadi lebih sehat, serta mampu menjalankan aktivitasnya dengan lebih baik. Keluarga Mampu mendorong anggota keluarga untuk mampu lebih produktif menjalankan berbagai kegiatan sehari-harinya. Kantor atau Tempat Kerja Kesehatan yang terjaga untuk para pekerjanya sehingga mampu meningkatkan produktivitasnya dalam bekerja. Lingkup Bermasyarakat Menciptakan lingkungan publik yang bersih, sehat, serta minim risiko serangan penyakit atau wabah. Baca Juga Cara Sehat di Masa Depan dengan Sehat Mulai dari Sekarang 10 Poin Penting yang Harus Dipahami dalam Menerapkan PHBS Demi program PHBS mampu dijalankan dengan optimal, masyarakat diharuskan untuk menerapkan poin penting di dalamnya, antara lain Proses melahirkan bayi harus dibantu tenaga kesehatan. Bayi diberi asi eksklusif dalam jangka waktu 6 bulan pertama dan diikuti oleh pemberian asupan pendamping apabila bayi telah menginjak usia 2 tahun. Menimbang berat tubuh bayi 3 bulan sekali. Selalu menggunakan air bersih. Mencuci tangan menggunakan sabun agar bakteri dan kuman dapat dihilangkan. BAB dan BAK di toilet. Memberantas jentik agar nyamuk tak bisa berkembang biak. Mengonsumsi sayuran yang kaya akan vitamin A dengan skala yang terukur. Rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap harinya. Tak merokok dalam lingkup indoor atau rumah. Tujuan dari Penerapan PHBS Setiap poin dalam penerapan PHBS dibuat untuk mencapai tujuan umum, yakni agar masyarakat dapat menerapkan seluruh kegiatan kesehatan pada semua tatanan kehidupan. Sebagai contoh, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat mampu diterapkan pada hal yang kecil hingga hal yang besar di lingkungan apapun secara luas. Sementara itu, tujuan khusus PHBS adalah untuk menambah pengetahuan, kemampuan, dan juga keinginan dalam melaksanakan program tersebut bagi masyarakat. Manfaat Menerapkan PHBS pada Bidang Layanan Kesehatan Gaya hidup bersih dan sehat saat diterapkan dengan baik dan optimal pada lingkup unit layanan kesehatan mampu memberi dampak positif, tak hanya bagi tenaga medis, namun juga pasien, keluarga, dan pengunjungnya. Melalui penerapan PHBS yang terpadu, seluruh pihak yang berada di fasilitas kesehatan tersebut akan lebih kecil risikonya untuk terserang penyakit maupun penularannya. Kesehatan merupakan poin utama dan penting pada kehidupan berkeluarga. Tidak hanya itu, melalui proses sosialisasi mengenai PHBS, pelayanan pada bidang kesehatan pun akan semakin berkembang. Inilah manfaat PHBS yang tidak boleh dipandang sebelah mata pada bidang pelayanan kesehatan. Pentingnya Pemerataan Penerapan PHBS di Masyarakat Meskipun memiliki manfaat dan tujuan yang positif, faktanya penerapan PHBS di kalangan masyarakat masih belum maksimal dan merata. Khususnya di beberapa wilayah pelosok Indonesia, penerapan PHBS bisa dibilang masih mempunyai sejumlah kendala, antara lain, keberadaan air bersih yang masih kurang, fasilitas sanitas masih belum terpadu, serta pelayanan kesehatan belu memadai. Meski begitu, kendala tersebut ternyata tak hanya terjadi di area pelosok saja. Walaupun pelayanan kesehatan serta akses informasi di wilayah perkotaan lebih terpadu, masih ada saja kelompok masyarakat tertentu yang belum menyadari pentingnya penerapan PHBS di kehidupan sehari-hari ini. Melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, akan ada banyak sekali manfaat kesehatan yang bisa dirasakan oleh diri sendiri, keluarga, serta lingkungan sekitar. Jadi, penerapan perilaku sehat dan bersih ini perlu dimulai dari diri sendiri dan menjadi contoh kepada orang lain agar terdorong untuk ikut serta menerapkannya. Kalau Bukan Kita yang Memulai Penerapan PHBS, Siapa Lagi? Itulah pengertian PHBS serta segala hal penting yang berkaitan dengannya. Hal-hal di atas perlu dipahami karena mampu memberikan segudang manfaat yang bisa dirasakan oleh diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Ayo mulai terapkan perilaku hidup sehat dan bersih ini di kehidupan sehari-hari. Baca Juga 12 Indikator Keluarga Sehat Menurut Kementrian Kesehatan RI!
. xjy6uxuq4s.pages.dev/103xjy6uxuq4s.pages.dev/926xjy6uxuq4s.pages.dev/32xjy6uxuq4s.pages.dev/347xjy6uxuq4s.pages.dev/297xjy6uxuq4s.pages.dev/12xjy6uxuq4s.pages.dev/310xjy6uxuq4s.pages.dev/756xjy6uxuq4s.pages.dev/640xjy6uxuq4s.pages.dev/801xjy6uxuq4s.pages.dev/503xjy6uxuq4s.pages.dev/128xjy6uxuq4s.pages.dev/653xjy6uxuq4s.pages.dev/832xjy6uxuq4s.pages.dev/684
hidup bersih dan sehat akan menumbuhkan kecintaan pada