LapanganLompat Jauh. Pada cabang olahraga lompat jauh ini, memiliki lapangan khusus yang di gunakan untuk melakukan lompatan. Berikut penjelasannya : Papan tolakan harus memiliki panjang 1,22 m dengan ketebalan 10 cm dan lebar 20 cm. Lintasan awalan harus mempunyai panjang minimal 45 m dengan lebar 1,22 m. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Salah satu olahraga atletik ini merupakan olahraga yang masih awam diketahui oleh banyak orang, terkadang di sekolahpun jarang dipraktikkan oleh sebagian besar guru PJOK, alasannya karena alat yang tidak tersedia dan biasanya guru lebih fokus mengajarkan lari dan lompat saja pada cabang atletik. Lempar turbo termasuk dalam kids athletic, olah raga ini diajarkan pada jenjang sekolah dasar. Orang lebih mengenal olahraga lempar lembing daripada olahraga lempar turbo, padahal teknik dasar melakukan olah raga ini sama saja,yang berbeda hanya alat yang digunakan. Lalu, apa sih pengertian dari lempar turbo?Lempar turbo adalah salah satu kegiatan nomor lempar pada olahraga kids athletic, yaitu kegiatan melempar dengan satu tangan untuk mencapai jarak tertentu Lumintuarso, 20084. Turbo atau rudal terbuat dari paralon dengan diameter 3 cm panjang 40 cm, ujung turbo terbuat dari kayu yang dilancipkan,dan untuk ekornya terbuat dari bagaimana teknik dasar melakukan lempar turbo?Prosedur lempar turbo diawali dengan melakukan awalan lari sejauh 5 meter, kemudian turbo atau rudal dilemparkan ke daerah lemparan yang dibatasi dengan garis lempar. Berikut ini adalah teknik dasar lempar turbo 1. Teknik Pegangan GripTeknik pegangan pada lempar turbo dibagi menjadi 3 yaitu American grip,Finlandia grip, dan gripTeknik pegangan american grip adalah cara memegang turbo antara ibu jari dan jari telujuk saling berkaitanFinlandia gripTeknik pegangan finlandia grip adalah cara memegang turbo antara ibu jari dan jari tengah saling berkaitan sedangkan jari telunjuk diluruskan ke belakangV-grip Vork gripTeknik pegangan V-grip adalah cara memegang turbo antara jari tengah dan jari telunjuk berkaitan hingga membentuk huruf V2. Teknik LemparanDalam teknik lemparan terdapat 3 teknik gerak yang harus dilakukan yaitu awalan,lemparan dan awalan yaitu memegang turbo disamping kepala, sedikit diatas pundakteknik lemparan yaitu melemparkan turbo dengan cara menarik turbo kebelakang kemudian melemparkannya melambung ke arah garis lemparanTeknik akhiran yaitu mencondongkan tubuh setelah melakukan lemparan sedangkan tangan mengikuti arah artikel singkat tentang pengertian serta teknik dasar lempar turbo,semoga bermanfaat untuk semuanya. Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
halhal apa sajakah yang harus dilakukan melalyi karang taruna guna mendukung harmonisasi dalam masyarakat dan disintegrasi bangsa! SD Matematika Bahasa Indonesia IPA Terpadu Penjaskes PPKN IPS Terpadu Seni Agama Bahasa Daerah

Prosedur dan Cara Lempar Turbo. Lempar turbo adalah olahraga atletik lempar lembing bagi anak SD. Lempar turbo adalah dasar dari lempar lembing. Lempar turbo dilakukan dengan cara melakukan lari awalan singkat, peserta/siswa melempar turbo ke daerah lemparan. Turbo yang dilempar di usahakan membentuk lengkukan parabol. Lemparan yang baik ketika jarak lemparannya jauh dan ujung turbo jatuh menghujam ke tanah. Masing-masing peserta/siswa mendapat 2 kali giliran kesempatan lempar. Setiap lemparan diukur dengan sudut siku-siku dan dicatat dalam interval 25cm mengambil angka yang lebih tinggi dimana tempat pendaratan turbo di antara garis-garis. Lemparan yang lebih baik dari dua kali kesempatan percobaan dari tiap anggota tim akan menyumbangkan skor tim. Event/kegiatan ini memerlukan 2 orang juri dan bertugas sebagai berikut Mengontrol dan mengatur prosedur. Untuk menilai jarak lemparan dimana lembing mendarat. Untuk membawa lembing ke garis salah. Untuk menilai dan mencatat score pada kartu event/kegiatan. Untuk event/kegiatan ini diperlukan alat sebagai berikut 2 Buah turbo. Roll meter. 1 Lembar kartu event/kegiatan per tim. Catatan Faktor keamanan harus diperhatikan dalam event/kegiatan ini maka hanya juri yang diijinkan ada di daerah pendaratan lempar turbo. Rekomendasi Penulis Email

Disamping itu, pengendara mobil yang menggunakan turbo sering melakukan kesalahan saat mematikan kendaraan. Mobil turbo yang habis dipakai berjalan cukup lama haruslah didiamkan sementara, sebelum akhirnya dimatikan. "Minimal 30 detik dibikin idle, baru bisa dimatikan. Hal ini sangat penting dilakukan untuk merawat umur turbo," jelas Yosef. 1TAHUN 2012/2013 SKRIPSI Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Stata 1 untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Negeri Semarang Oleh Meidha Maya Sari 6101911051 PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI S1 FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN 2ii Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing I Drs. Sulaiman, dan dosen Pembimbing II Dra. Anirotul Qoriah, Kata kunci Peningkatan Hasil Belajar Lempar Turbo Permasalahan dalam penelitian ini adalah siswa cenderung cepat merasa bosan dengan materi atletik mereka lebih menyukai kasti, sepak bola dan jalan-jalan. Penelitian ini adalah proses pembelajaran yang berlangsung di kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang belum mencapai hasil yang optimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana cara meningkatkan hasil belajar lempar turbo bagi siswa kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang dalam pembelajaran lempar turbo menggunakan penerapan permainan lebosa? Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus dan pada tiap siklus terdiri dari empat kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan , dan refleksi. Dengan subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang sebanyak 18 siswa 9 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 18 dan 25 April 2013 jam Tempat berlangsungnya penelitian ini adalah halaman SD Negeri Podorejo 01 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan permainan lebosa hasil belajar siswa meningkat. Dari 18 siswa kelas IV SD Negeri Podorejo 01 sejumlah 8 siswa dengan prosentase 44,44% mencapai nilai ketuntasan minimal. Pada siklus I meningkat menjadi 66,67% dengan 12 siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal. Pada siklus II sebesar 88,89% dengan sejumlah 16 siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal. Hal tersebut menjadi bukti peningkatan hasil belajar siswa karena sudah melampaui indikator yang telah ditetapkan. 3iii baik seluruhnya maupun sebagian. Apabila pernyataan saya tidak benar saya bersedia menerima sanksi akademik dari Unnes dan sanksi hukum sesuai yang berlaku di wilayah Negara Republik Indonesia. Semarang, Juni 2013 4iv Hari Tanggal Semarang, 2013 Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II Dr. Sulaiman, Dra. Anirotul Qoriah, NIP. 19620612 198901 1 001 NIP. 19650821 199903 2 001 Diketahui Oleh Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang Drs. Mugiyo Hartono, 5v Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Judul Penerapan Permainan Lebosa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Lempar Turbo Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang Tahun 2012/2013 telah dipertahankan di hadapan sidang panitia ujian skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang pada hari Kamis, tanggal 18 Juli 2013 Panitia Ujian, Ketua Panitia Drs. Harry Pramono, NIP. 195910191985031001 Sekretaris Andri Akhiruyanto, NIP. 198101292003121001 Dewan Penguji, 1. Agus Pujianto, Ketua ……….. NIP. 197302022006041001 2. Dr Sulaiman, Anggota ………. NIP. 196206121989011001 6vi  “Dalam meraih keberhasilan, kita harus yakin terhadap apa yang kita lakukan dan kita harus selalu siap dalam menghadapi tantangan dan cobaan”. Fabio Capeloo  Kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda PERSEMBAHAN Kupersembahkan untuk Bapak Guntoro Bayu Sari, Ibu A. Kliyem adikku tercinta Yulia Falita Sari serta suamiku Faisal Dwi Prihantoro, anakku tersayang Prisa Aprilianita, teman PKG 2011 dan 7vii rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul ” Penerapan Permainan Lebosa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Lempar Turbo Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang Tahun 2012/ 2013”. Penulisan skripsi ini selesai berkat adanya bimbingan, dorongan serta bantuan dari semua pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis sampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada 1. Dekan FIK UNNES yang telah memberikan ijin dalam penelitian ini. 2. Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FIK UNNES yang telah memberi ijin dalam penelitian ini. 3. Dr. H. Sulaiman, selaku dosen utama yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan dalam penulisan skripsi ini. 4. Dra. Anirotul Q, selaku dosen pembimbing pendamping yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan dalam penulisan skripsi ini. 5. Murkilah, selaku Kepala SD Negeri Podorejo 01 Semarang yang telah memeberikan ijin dan fasilitas dalam penelitian ini. 6. Toto Adi Utomo, selaku guru Penjasorkes SD N Purwosari 02, yang telah menjadi guru kolabolator dalam penelitian ini. 7. Bapak, Ibu dan suamiku tercinta yang telah memberikan semangat, 8viii 9. Teman-teman PKG 2011 atas bantuan dan dukungannya dalam pelaksanaan penelitian ini. 10. Siswa- siswi kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang yang telah bersedia membantu dan mendukung untuk pelaksanaan penelitian. 11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu atas bantuannya dalam penelitian dan penyelesaian skripsi ini. Semoga budi baik Bapak dan Ibu, serta rekan-rekan semua mendapat pahala yang berlimpah dari Allah SWT, dan skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Semarang, Juni 2013 9ix HALAMAN JUDUL……….……… i SARI……. ……….………... ii HALAMAN PERNYATAAN ……….……….. iii HALAMAN PERSETUJUAN ………..………….. iv HALAMAN PENGESAHAN………... v MOTO DAN PERSEMBAHAN……….….………… vi KATA PENGANTAR………... vii DAFTAR ISI……….. ix DAFTAR GAMBAR………. xii DAFTAR TABEL……….………. xiii DAFTAR LAMPIRAN……….. xiv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah………. 1 Identifikasi Masalah………. 4 Rumusan Masalah……….. 4 Tujuan Penelitian…...……….. 4 Manfaat Penelitian……….. 4 10x Pembelajaran Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi………….. 8 Pendidikan Jasmani……….……. 8 Pendidikan Kesehatan……….……. 9 Pendidikan Rekreasi………. 9 Pengertian Pembelajaran ……….. 10 Faktor-faktor Pembelajaran ………... 10 Hakikat Pembelajaran Pendidikan Jasmani ………... 12 Aspek Penilaian dalam Penjasorkes ………... 13 Hasil Belajar Penjasorkes ………. 14 Pembelajaran Inovatif ………... 15 Pengertian Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani ………. 16 Prinsip-prinsip Penggunaan Media ……….. 16 Alat Bantu Pembelajaran ……….. 17 Pembelajaran Atletik Nomor Lempar ………... 18 Kerangka Berfikir ……….. 23 BAB III METODE PENELITIAN Jenis Penelitian ………... 24 Subjek Penelitian………. 24 Objek Penelitian……….. 24 Tempat Penelitian ………..……….... 24 Indikator Ketercapaian……….... 25 11xi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Kondisi Awal………... 36 Deskripsi Siklus I………. 36 Deskripsi Siklus II……….... 41 Hasil Pembahasan Tiap Siklus dan Antar Siklus……….... 48 BAB V SIMPULAN DAN SARAN Simpulan……….….. 51 Saran……….…. 51 DAFTAR PUSTAKA ………... 53 12xii Lapangan permainan lebosa……….. 7 Gambar lempar turbo ……….... 19 Siklus PTK ……….... 26 Diagram Batang Perolehan Nilai Siklus I ………. 41 Diagram Batang Perolehan Nilai Siklus II ………... 45 Diagram Batang Prosentase Siswa yang Mencapai KKM pada Pembelajaran Lempar Turbo……….. 49 13xiii Prosentase Indikator Pencapaian Hasil Penelitian………. 25 Kriteria Ketuntasan Minimal ………... 34 Data Pra Siklus………. 36 Hasil Evaluasi Siklus I……….. 40 Frekuensi Nilai Siklus I………. 40 Hasil Evaluasi Siklus II………. 44 Frekuensi Evaluasi Siklus II ………... 45 Prosentase siswa mencapai KKM tiap siklus……….. 49 14xiv 2. Surat Ijin Penelitian………. 57 3. Jawaban dari Sekolah ………. 58 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ……….. 59 5. Data Awal Nilai Siswa……….. 68 6. Instrumen Penelitian Tindakan Kelas ………... 69 7. Lembar Observasi Aktivitas Siswa………. 70 8. Lembar Penilaian Unjuk Kerja………. 73 9. Lembar Penilaian Psikomotorik Siklus I………. 76 10. Lembar Penilaian Afektif Siklus I ………... 78 11. Lembar Penilaian Psikomotorik Siklus II………... 80 12. Lembar Penilaian Afektif Siklus II ……….. 82 13. Lembar Penilaian Kognitif………... 84 14. Rekapitulasi Siklus I……….. 87 15. Rekapitulasi Siklus II……….. 89 151 Latar Belakang Masalah Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk membangun aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, ketrampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. Pendidikan jasmani merupakan bagian dari pendidikan secara umum. Ia merupakan subsistem- subsistem pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai suatu proses pendidikan yang ditunjukkan untuk mencapai tujuan pendidikan melalui gerak fisik. Pengembangan aspek tersebut harus dikenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan peserta didik sehari- hari. Salah satu pengenalannya adalah melalui pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di sekolah. Sedangkan menurut Samsudin, 20082, bahwa pendidikan jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif dan kecerdasan emosi. Oleh karena itu pendidikan jasmani harus diutamakan mengingat mempunyai tujuan yang penting dalam pengembangan pembelajaran. Banyak yang menganggap, kurang penting mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani, dikarenakan belum mengerti peran dan fungsi pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan 16dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih dilakukan secara sistematis. Pada proses pembelajaran pendidikan jasmani, seorang guru diharapkan membelajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan dan olahraga, interaksi nilai- nilai sportifitas, jujur, kerjasama dll, serta pembiasaan hidup sehat. Pada saat pelaksanaan pembelajaran guru dapat melakukan berbagai pendekatan serta menggunakan media pembelajaran yang dapat diciptakan sendiri oleh guru dan bahan- bahan yang tersedia di lingkungan sekolah, agar siswa termotivasi dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Jumlah jam yang di sediakan untuk mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Penjasorkes di SD pada kelas 4 sebanyak 4 X 35 menit per minggu atau 4 jam pelajaran per minggu. Adapun ruang lingkup pendidikan jasmani meliputi permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, senam, aktivitas ritmik, aquatik aktivitas air dan pendidikan luar kelas. Ruang lingkup pendidikan jasmani yang termasuk dalam permainan dan olahraga meliputi olahraga tradisional, permainan, eksplorasi gerak, kasti, bola voli, sepak bola, atletik serta aktivitas lainnya. Atletik termasuk dalam lingkup permainan dan olahraga. Terdapat beberapa nomor dalam cabang olahraga atletik, diantaranya adalah nomor lari, nomor lompat, nomor lempar dan nomor jalan. Dalam silabus untuk SD kelas IV terdapat materi pelajaran gerak dasar lempar. Pada materi biasanya akan terasa membosankan bagi siswa, karena siswa cenderung menyukai olahraga bersifat game atau kompetisi dan mereka cenderung lebih menyukai kegiatan keluar jalan-jalan, sehingga diperlukan metode pembelajaran ataupun modifikasi dalam pembelajaran ini. Modifikasi pendidikan jasmani dapat dilakukan dengan penekanan pada 17Dengan modifikasi pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar minat atau partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang dapat digunakan dalam hal ini adalah pendekatan dalam pendekatan dengan menggunakan alat bantu berupa media bola, tali dan tiang net voli sebagai target atau sasaran lempar, yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang dapat membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dalam mempelajari gerak dasar lempar. Sesuai dengan pengalaman saya selama 4 tahun menjadi guru penjasorkes di SD Negeri Podorejo 01ada beberapa hal yang mempengaruhi proses pembelajaran yaitu 1 faktor alat karena di SD Negeri Podorejo 01 merupakan Sekolah Dasar yang kurus/ jumlah siswa yang sedikit maka untuk pengadaan peralatan pembelajaran sangat minim, dalam hal ini turbo di sekolah ini bahkan belum memilikinya; 2 faktor lapangan sebenarnya SD Negeri Podorejo 01 memiliki halaman yang cukup luas tetapi karena kurang terawat untuk pemanfaatannya kurang maksimal, disamping itu karena kekurangan gedung maka siswa kelas 1 dan 2 dalam pelaksanaan pembelajaran bergantian. Selama menunggu kelas 1 pulang siswa kelas 2 menunggu di halaman sekolah sambil bermain, sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran; 3faktor siswa siswa cenderung cepat merasa bosan dengan materi atletik mereka lebih menyukai kasti, sepak bola dan jalan-jalan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah di atas penulis berusaha berkreasi. Sebagai contoh penulis menerapkan permainan lebosa dalam pembelajaran lempar turbo dengan menggunakan bola bola tenis . Dengan menggunakan bola diharapkan materi lempar turbo dapat 18oleh guru. Dan dapat mengurangi resiko cedera bagi siswa lain. Baik siswa kelas IV itu sendiri ataupun siswa kelas lain. Berdasarkan uraian yang dipaparkan, dilakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Penerapan Permainan Lebosa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Lempar Turbo Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang Tahun 2012/2013”. Hal ini perlu mengetahui kelemahan dan kelebihan dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan media tersebut. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut 1. Proses pembelajaran yang berlangsung di kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang belum mencapai hasil yang optimal. 2. Keselamatan siswa dalam pembelajaran lempar turbo masih kurang. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan di atas, maka pembatasan masalah perlu dilakukan guna memperoleh ke dalam kajian dan menghindari perluasan masalah. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah apakah permainan lebosa dapat meningkatkan hasil belajar lempar turbo siswa kelas IV SD Negeri Podorejo 01 tahun 2013? Tujuan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk meningkatkan hasil belajar lempar turbo dengan menerapkan permainan lebosa pada siswa kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang. Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis 19a. Memberi sumbangan pemikiran untuk kemajuan dalam bidang pembelajaran lempar turbo bagi siswa. b. Sebagai bahan referensi atau pendukung penelitian selanjutnya. Manfaat Praktis a. Bagi Siswa Dengan penerapan permainan lebosa siswa dapat menerima pengalaman belajar yang bervariasi sehingga meningkatkan keaktifan, motivasi dan tentunya yang mengarah pada meningkatnya hasil belajar. b. Bagi Guru Memberi wawasan pengetahuan dan pengalaman tentang model pembelajaran yang dapat dijadikan pedoman atas pembelajaran yang telah dilakukan, sehingga guru dapat berbenah diri untuk lebih mengefektifkan pembelajaran pada materi yang lain dan memotivasi guru untuk berfikir inovatif. c. Bagi Sekolah/ Lembaga Dengan penerapan permainan lebosa dapat memberi masukan/ sumbangan pikiran kepada sekolah untuk proses perbaikan pembelajaran, sehingga proses pembelajaran lebih efektif dan mutu pendidikan meningkat. Sumber Pemecahan Masalah Bentuk tindakan memecahkan masalah penelitian ini adalah dengan penerapan permainan lebosa . Peneliti sekaligus sebagai guru yang mengajar materi tersebut dalam dua siklus penelitian tindakan kelas. Penegasan Istilah Agar penelitian ini sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan untuk 20kaitannya dengan judul maka penulis memberikan penjelasan dan penegasan istilah a. Lempar Turbo Lempar turbo adalah salah satu kegiatan nomor lempar pada kids athletic, yaitu kegiatan melempar dengan satu tangan untuk mencapai jarak tertentu Ria Lumituarso, 200840. Turbo atau rudal adalah lembing yang terbuat dari paralon 1 dim dengan ujung dari kayu jati dan ekor imprabot. Panjang turbo adalah 40 cm dengan massa yang cukup ringan bagi anak usia sekolah dasar. b. Permainan Lebosa Permainan lebosa ialah sebuah permainan yang merupakan suatu permainan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar lempar turbo. cara bermain adalah 1. Siswa dibagi menjadi 2 kelompok sebagian di lapangan A dan yang lain di lapangan B 2. Tiap kelompok diberi 3 bola tenis. 3. kelompok A maupun B saling melempar bola kesasaran, dan sasaran tersebut ialah kaki dari kelompok lawan. 4. Saat melempar anggota kelompok tidak boleh melewati garis pembatas. 5. Apabila bola kelompok A tidak mengenai kaki anggota kelompok B maka anggota kelompok B harus mengambil bola tersebut sebagai senjata untuk melempar ke sasaran, begitu juga pada kelompok B apabila bola tidak mengenai sasaran. 6. Dan bila bola mengenai sasaran maka ia akan menjadi 21berhasil mengenai kaki kelompok B, maka secara otomatis ia akan menjadi anggota kelompok A. 7. Bagi anggota yang tidak memegang bola maka secara otomatis mereka akan menjadi sasaran bagi lawan yang memegang bola maka mereka harus terus bergerak untuk menghindari lemparan bola dari kelompok lawan. Tidak terkecuali anggota yang memegang bola ia juga dapat menjadi sasaran kelompok lawan. 8. Pemenang dari permainan ini ialah kelompok yang beranggota paling banyak. Gambar Lapangan permainan lebosa 228 Pendidikan Jasmani Pendidikan jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotor, kognitif dan afektif setiap siswa. Samsudin, 20082 Pada dasarnya program pendidikan jasmani memiliki kepentingan yang relatif sama dengan program pendidikan lainnya dalam hal ranah pembelajaran, yaitu sama- sama mengembangkan tiga ranah utama, yaitu psikomotorik, afektif dan kognitif. Samsudin, 200821 Menurut Suherman 20001 Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan pendidikan melalui aktivitas jasmani yang dijadikan sebagai media untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh. melalui pendidikan jasmani siswa disosialisasikan kedalam aktivitas jasmani termasuk keterampilan berolahraga. Pendidikan jasmani merupakan usaha pendidikan dengan menggunakan aktivitas oleh otot-otot besar hingga proses pendidikan yang berlangsung tidak terhambat oleh gangguan kesehatan dan pertumbuhan badan. sebagai integral dari proses pendidikan keseluruhan pendidikan jasmani merupakan usaha yang bertujuan untuk mengembangkan wawasan organik, 23 Pendidikan Kesehatan Pendidikan kesehatan merupakan sebuah proses yang amat kompleks. Tujuan yang ingin dicapai adalah kualitas hidup yang lebih baik, yang terungkap dalam paparan yang abstrak, yaitu sehat peri purna, menjadi sejahtera dalam pengertian lengkap yang juga sering disebutkan dalam istilah well-being. Terliput di dalamnya suatu kondisi yang menggambarkan sehat secara total, mencangkup fisik, mental, sosial, emosional, dan spiritual. Dalam upaya membina gaya hidup sehat itu, terdapat sejumlah faktor yang ikut terlibat. Guru pendidikan jasmani menduduki posisi yang amat strategis dalam meletakkan dasar yang kuat bagi hidup sehat generasi di masa yang akan datang. Rusli Lutan,dkk20003. Menurut Mu’rifah dan Nurdianto Wibowo 1992 5 pendidikan kesehatan adalah usaha yang diberikan berupa bimbingan atau tuntutan kepada seseorang atau anak didik tentang kesehatan, yang meliputi seluruh aspek pribadi fisik, mental, dan sosial agar dapat berubah dan berkembang secara harmonis. Pendidikan Rekreasi Tujuan rekreasi akan dapat dicapai secara maksimal apabila seseorang menguasai kompetensi untuk berekreasi. Kompetensi itu tidak diperoleh dengan sendirinya, melainkan melalui proses belajar-mengajar. Kedudukan pendidikan rekreasi adalah mendidik seseorang, bukan hanya dapat membuat keputusan dalam mengisi waktu luang, tetapi juga mampu menguasai kegiatan secara memuaskan, dalam rangka mengisi waktu luang tersebut. Menurut beberapa ahli, yang dimaksud dengan pendidikan rekreasi 24ajar untuk mengubah aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.Muhammad Murni & Yudha M. Pengertian Pembelajaran Pengertian pembelajaran dari beberapa ahli antara lain adalah sebagai berikut “Pembelajaran merupakan suatu kumpulan proses yang bersifat individual, yang merubah stimuli dari lingkungan seseorang ke dalam sejumlah informasi, yang selanjutnya dapat menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang”. Sugandi, 20059 “Pembelajaran merupakan salah satu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.Mohamad Surya, 20047 Menurut Sukintaka 1992 70 pembelajaran mengandung pengertian bagaimana mengajarkan sesuatu kepada anak didik tetapi juga ada suatu pengertian bagaimana anak didik mempelajarinya. Berdasarkan konsep pembelajaran tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik, pendidik dan sumber belajar, yang dapat menjadikan suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran, yang selanjutnya dapat menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang. Faktor- faktor Pembelajaran Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran agar 251. Proses pembelajaran harus memberikan peluang kepada siswa agar mereka secara langsung dapat berpartisipasi dalam proses pembelajaran. 2. Guru perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksi apa yang telah dilakukannya. 3. Proses pembelajaran harus mempertimbangkan perbedaan individual. 4. Proses pembelajaran harus dapat memupuk kemandirian di samping kerjasama. 5. Proses pembelajaran harus terjadi dalam iklim yang kondusif baik iklim sosial maupun iklim psikologis. 6. Proses pembelajaran yang dikelola guru harus dapat mengembangkan kreatifitas dan rasa ingin tahu siswa. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan proses sistem pembelajaran menurut Wina Sanjaya, 200652-57 diantaranya adalah 1. Faktor Guru Peran Guru dalam proses pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Sebab, siswa adalah organisme yang sedang berkembang yang memerlukan bimbingan dan bantuan orang dewasa. 2. Faktor Siswa Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek kepribadiannya, akan tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidak sama itu, disamping karakteristik lain yang melekat pada diri 263. Faktor Sarana dan Prasarana Kelengkapan sarana dan prasarana akan membantu guru dalam penyelenggaraan proses pembelajaran, dengan demikian sarana dan prasarana merupakan komponen penting yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. 4. Faktor Lingkungan Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran, yaitu faktor organisasi kelas dan faktor iklim sosial-psikologis. Sekolah yang mempunyai hubungan yang baik secara internal, yang ditunjukkan oleh kerjasama antar guru, saling menghargai dan saling membantu, maka menungkinkan iklim belajar menjadi sejuk dan tenang sehingga akan berdampak pada motivasi belajar siswa. Hakikat Pembelajaran Pendidikan Jasmani Menurut Samsudin 200821 pendidikan jasmani adalah pendidikan melalui aktivitas jasmani. Dengan berpartisipasi dalam aktivitas fisik, siswa dapat menguasai keterampilan dan pengetahuan, mengembangkan apresiasi estetis, mengembangkan keterampilan genetik serta nilai sikap yang positif, dan memperbaiki kondisi fisik untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, makhluk total, dari pada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya. Pada kenyataannya, pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas. Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. Lebih 27manusia dan wilayah pendidikan lainnya. Hubungan dari perkembangan tubuh fisik dengan pikiran dan jiwanya. Fokusnya pada pengaruh perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain dari manusia itulah yang menjadikannya unik. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti penjas yang berkepentingan dengan perkembangan total manusia Memang pada dasarnya program pendidikan jasmani memiliki kepentingan yang relatif sama dengan program pendidikan lainnya dalam hal ranah pembelajaran, yaitu sama-sama mengembangkan 3 ranah utama; psikomotor, afektif, dan kognitif. Jadi menurut uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hakekat pembelajaran pendidikan jasmani yaitu pendidikan yang memanfaatkan alat fisik untuk mengembangkan keutuhan aktivitas manusia. Dengan pembelajaran pendidikan jasmani, mental dan emosional pun turut terkembangkan. Samsudin, 200821 Aspek Penilaian Dalam Pembelajaran Penjasorkes Menurut Samsudin 2008 94-96 sebagaimana penilaian pembelajaran pada mata pelajaran lainnya, penilaian pendidikan jasmani mencangkup aspek sebagai berikut 1. Kognitif, sesuai dengan Taxonomi BLOOM; a. Pengetahuan Knowledge, kemampuan mengingat. b. Pemahaman Comprehension, kemampuan memahami. c. Aplikasi Application, kemampuan penerapan. d. Analisis Analysis, kemampuan menganalisis suatu informasi yang luas menjadi bagian-bagian kecil. 28f. Evaluasi Evaluation, kemampuan mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang buruk dan memutuskan untuk mengambil tindakan tertentu. 2. Afektif Penilaian afektif dibagi atas penilaian afektif secara umum budi pekerti dan penilaian afektif per mata pelajaran. Penilaian afektif dapat dilakukan melalui pengamatan dan interaksi langsung secara terus-menerus. Penilaian aspek ini pada umumnya dilakukan secara non ujian. 3. Psikomotor Penilaian aspek psikomotor dilakukan sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa. Penilaian psikomotor dilakukan dengan pengamatan terhadap keterampilan yang dilakukan oleh siswa. Dalam penilaian psikomotor perlu diperhatikan penilaian proses dan produk. Hasil Belajar Penjasorkes Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi yang lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto 1991768, hasil belajar adalah hasil yang dicapai dilakukan/dikerjakan, dalam hal ini hasil belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa hasil belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah 29diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar mengikuti pelajaran uang diikuti oleh guru. Disamping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Sejalan dengan hasil belajar, maka dapat diartikan bahwa hasil belajar penjasorkes adalah nilai yang diperoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/ aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif pengetahuan, afektif sikap dan psikomotor ketrampilan dalam proses belajar mengajar penjasorkes. Pembelajaran Inovatif Berdasarkan hasil analisis penelitian terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik, hal tersebut disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran tradisional. Pada pembelajaran ini suasana kelas cenderung teacher-centered, sehingga siswa menjadi pasif. Guru harus bijaksana dalam menentukan suatu model yang sesuai yang dapat menciptakan situasi dan kondisi kelas yang kondusif agar proses belajar mengajar dapat berlangsung sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Suatu inovasi yang menarik mengiringi perubahan paradigma tersebut adalah ditemukan dan diterapkannya model-model pembelajaran inovatif dan konstruktif atau lebih tepat dalam mengembangkan dan menggali pengetahuan peserta didik secara konkret dan mandiri. Inovasi ini bermula dan diadobsi dari metode kerja para ilmuan dalam menemukan suatu pengetahuan baru. Berdasarkan alasan tersebut, maka sangatlah penting bagi para pendidik khususnya guru memahami karakteristik materi, peserta didik serta metodologi pembelajaran dalam proses pembelajaran terutama berkaitan pemilihan terhadap 30akan lebih variatif, inovatif dan konstruktif dalam merekonstruksi wawasan pengetahuan dan implementasinya sehingga dapat meningkatkan aktifitas dan kreativitas peserta didik Trianto, 20073. Pengertian Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani Media berasal dari bahasa Latin merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harafiah berarti, perantara atau pengantara, yaitu pengantara atau perantara sumber pesan. Beberapa ahli yang dikutip Sudrajat memberikan definisi tentang media pembelajaran diantaranya, Schram 1977 mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran. Sementara, Samsudin 200867 media pendidikan jasmani, artinya sarana yang bisa digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan yang berkaitan dengan pendidikan jasmani. Media dimaksud harus menunjang tujuan proses belajar mengajar dan juga membantu proses berfikir siswa agar dapat dengan segera memahami informasi yang dimaksud. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pendidikan jasmani adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong proses belajar pada diri peserta didik yang berkaitan dengan pendidikan jasmani. Prinsip- prinsip Penggunaan Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani Menurut Supardi,199259-60 pemilihan media untuk suatu proses belajar-mengajar perlu diperhatikan dan dilaksanakan secara cermat. Media 31pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan siswa, maka ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan diantaranya a. Menunjang tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. b. Tepat guna dalam artian sesuai dengan materi atau bahan ajar yang akan disampaikan. c. Keadaan siswa yang meliputi kemampuan, pengetahuan, dan besarnya kelompok. d. Ketersediaan media itu di sekolah. e. Mutu teknis media itu harus terjamin. f. Biaya pembuatan, pengoperasian, pemeliharaan dan harganya Alat Bantu Pembelajaran Pengertian Alat Bantu Pembelajaran Alat bantu merupakan alat–alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyiapkan materi pembelajaran. Alat bantu ini lebih sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan mempraktekkan sesuatu dalam proses pembelajaran. Jelas pula pengertian atau pengetahuan yang diperoleh. Dengan kata lain, alat peraga ini dimaksud untuk mengerahkan indera sebanyak mungkin suatu objek sehingga mempermudah persepsi. Manfaat alat bantu pembelajaran menurut Soekidjo, 2003 secara terperinci manfaat alat peraga antara lain sebagai berikut 1. Menimbulkan minat sasaran pendidikan. 2. Mencapai sasaran yang lebih banyak. 3. Mempermudah penyampaian bahan pendidikan/ informasi oleh para 324. Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan. Suatu alat pembelajaran dikatakan baik, apabila mempunyai tujuan pendidikan untuk mengubah pengetahuan, pengertian, pendapatan dan konsep-konsep, mengubah sikap dan persepsi, menanamkan tingkah laku yang baru. Selain itu alat bantu harus efisien dalam penggunaannya, dalam waktu yang singkat dapat mencangkup isi yang luas dan tempat yang diperlukan tidak terlalu luas. Penempatan alat bantu perlu diperhatikan ketepannya agar dapat diamati dengan baik oleh siswa. Efektif artinya memberikan hasil guna yang tinggi ditinjau dari segi pesanannya dan kepentingan siswa yang sedang belajar, sedangkan yang dimaksud komunikatif ialah bahwa media tersebut mudah untuk dimengerti maksudnya, sehingga membuat siswa menjadi lebih mudah dalam menerima pembelajaran yang diberikan oleh guru. Penerapan permainan lebosa merupakan bentuk belajar lempar turbo yang mana nantinya siswa mempunyai sebuah target atau sasaran untuk dilemparkan. Pelaksanaanya menggunakan permainan yang menggunakan bola tenis yang dilemparkan kesasaran. Dalam bentuk pembelajarannya, siswa berusaha melempar bola tenis ke kaki teman mereka. Pembelajaran Atletik Nomor Lempar Lempar merupakan salah satu nomor dalam atletik dan menjadi bagian keterampilan gerak dasar manipulatif yang dilakukan dengan anggota badan. Oleh karena itu, guru sebagai fasilitator siswa dalam belajar, perlu untuk menciptakan kesempatan yang merangsang anak-anak untuk mengembangkan kemampuan melempar dalam suasana bermain yang bebas. Secara umum, ada tiga macam melempar dalam atletik untuk sekolah dasar, yaitu lempar atas, 33pembahasan difokuskan pada lempar atas, yaitu kegiatan melempar benda-benda di sekitar siswa ke arah sasaran tertentu. Lempar Turbo untuk Sekolah Dasar Lempar turbo adalah salah satu kegiatan nomor lempar pada kids athletic, yaitu kegiatan melempar dengan satu tangan untuk mencapai jarak tertentu Ria Lumintuarso, 200840. Turbo atau rudal adalah lembing yang terbuat dari pralon 1dim dengan ujung dari kayu jati dan ekor imprabot. Panjang turbo adalah 40 cm dengan massa yang cukup ringan bagi anak usia sekolah dasar. Seperti lempar lembing dewasa, tata cara melakukan lempar turbo diawali dengan awalan, kemudian anak melempar turbo tersebut ke daerah lemparan yang dibatasi garis lempar. Faktor keamanan dalam pembelajaran turbo juga penting untuk diperhatikan seperti peraturan kapan harus melempar turbo dan kapan mengambil turbo kembali harus dipatuhi oleh seluruh siswa. 34 Dasar-Dasar Mekanika Lempar Turbo Teknik dasar lempar turbo yang diajarkan dapat dirinci menjadi tahapan-tahapan berikut 1 fase awalan, 2 tahap melakukan lemparan turbo, dan 3 tahap pemulihan. Pada awal gerakan tahapan awalan, pelempar turbo berjalan berirama dan mempersiapkan tahapan pelepasan turbo. Dalam tahapan ini, ada unsur awalan yang memberi tambahan gaya yang ditransfer kepada turbo sebelum dilepaskan. Selanjutnya turbo dilemparkan dan menuju tahapan pemulihan, yaitu pelempar menahan dan menghindari berbuat kesalahan. Awalan Latihan pada fase ini bertujuan untuk mempercepat gerakan melempar turbo. Sifat- sifat teknik yang perlu diperhatikan pada latihan ini adalah sebagai berikut 1 Pada saat mengambil awalan, turbo dipegang mendatar di atas bahu; 2 Bagian atas turbo dinaikkan di atas/ setinggi kepala; 3 Lengan pada saat membawa turbo diupayakan tetap tenang dan stabil tidak bergerak ke muka atau belakang; 4 Awalan dilakukan secara dengan berjalan rileks, terkontrol dan berirama 5 langkah; 5 Pengambilan awalan diupayakan sampai mencapai kecepatan optimum dan dipertahankan atau ditingkatkan dalam jalan lima langkah berirama. Penarikan Turbo Fase ini bertujuan untuk menempatkan turbo secara benar pada saat akan dilempar. Sifat-sifat teknik yang harus dipahami dalam latihan ini adalah 351 Penarikan turbo dimulai pada saat kaki kiri melakukan tumpuan; 2 Bahu kiri menghadap ke arah lemparan, sedangkan lengan kiri ditahan di depan untuk keseimbangan; 3 Lengan yang digunakan untuk melempar turbo diluruskan ke belakang dengan langkah 2 dan 2 4 Lengan yang digunakan untuk melempar berada pada setinggi bahu atau sedikit lebih tinggi setelah penarikan; 5 Dorongan kaki dilakukan secara aktif dari mendatar telapak kaki kiri, hal ini agar tidak kehilangan kecepatan; 6 Lutut kanan diayunkan ke depan tidak ke atas 7 Badan dibawa condong ke belakang kaki dan badan mengikuti turbo; 8 Bahu kiri dan kepala menghadap ke arah lemparan; 9 Poros lengan yang digunakan untuk melempar dan poros bahu sejajar. Melempar Turbo Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tahap melempar turbo dari tangan menuju sasaran adalah sebagai berikut 1 Gerakan lempar ini segera dimulai sesaat kaki belakang menyentuh tanah mengikuti gerakan langkah menyilang; 2 Berat badan hendaknya diletakkan di atas kaki belakang yang dibengkokkan dengan punggung didorong ke belakang; 3 Tangan memegang turbo tetap direntangkan ke belakang dan lengan hendaklah tetap lurus; 4 Begitu kaki belakang mengarahkan gerakan pinggul dan dada ke depan, kaki kiri ditarik secepat mungkin dan kemudian ditempatkan lurus dalam arah 365 Setelah menempatkan kaki kiri yang sedikit ditekuk, kokohkan sudut batang tubuh; 6 Pada saat itu juga, seluruh tubuh bagian sisi kiri pelempar hendaknya dikokohkan otot-ototnya dengan cara menarik lengan kiri dan menempatkannya di sisi pinggul kiri dalam posisi menyiku; 7 Efek dari menghentikan gerak salah satu sisi tubuh sangat penting dalam meningkatkan kecepatan gerak sisi lainnya, di sisi gerakan tadi akan menyebabkan pinggul ke kanan berputar dengan cepat; 8 Begitu pinggul digerakkan ke depan dengan cepat, gerakan tangan melambai lurus segera dimulai; 9 Sebelum lengan bawah direntangkan untuk memberikan tenaga akhir pada turbo, lengan akan melewati kepala dan siku terletak lebih tinggi dari pada tangan; 10 Titik pelepasan lembing dapat dikatakan hampir tegak lurus di atas kepala kiri. Gerakan Kembali ke Posisi Semula 1 Gerakan kembali ke posisi semula dimulai sesaat setelah turbo dilemparkan dan lepas dari tangan; 2 Gerakan kembali ke posisi semula, sama sekali tidak boleh diabaikan sebelum turbo lepas dari tangan; 3 Gerakan kembali ke posisi semula, terjadi atas gerakan kaki kanan ke depan dan mengambil langkah lari untuk menjaga agar tubuh tetap lurus; 4 Berat badan pada kondisi ini langsung dipindah ke kaki kanan yang ditekuk 37 Kerangka Berfikir Pendidikan jasmani pada hakekatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holoistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental serta emosional. Adapun ruang lingkup Penjasorkes meliputi permainan dan atletik, aktivitas pengembangan uji diri/senam aktivitas ritmik, aquatic aktifitas air dan pendidikan luar kelas. Berdasarkan realita yang ada, dalam pembelajaran penjasorkes, siswa cenderung malas pada materi atletik, sehingga akan berpengaruh pada hasil belajar. Menurut pengamatan pembelajaran lempar turbo kurang optimal karena pembelajarannya yang masih monoton. Sehingga peneliti berusaha mencari pemecahan yaitu dengan menerapkan permainan lebosa lempar bola sasaran yaitu suatu permainan yang mengacu gerak dasar melempar pada materi lempar turbo. hal ini dilakukan agar siswa tergugah untuk melakukan lemparan 3824 yang terdiri dari empat kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian tindakan kelas PTK, dengan dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang tahun 2012/ 2013 sejumlah 18 siswa, yang terdiri 9 siswa putra dan 9 siswa putri. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah SD Negeri Podorejo 01 Semarang yang dilaksanakan pada Hari Kamis Tanggal 18 dan 25 April 2013 Waktu Tempat Penelitian Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di halaman SD Negeri Podorejo 01 Semarang, Jln. Kyai Padak Padaan kelurahan Podorejo, Kecamatan 39 Indikator Ketercapaian Penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengukur, 1 sejauh mana hasil belajar siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran lempar turbo menggunakan metode permainan lebosa. Hasil belajar siswa meliputi 3 aspek, yaitu afektif, kognitif, psikomotorik. 2 Untuk melihat sejauh mana hasil belajar siswa dalam pembelajaran lempar turbo dapat dilihat dari indikator ketercapaian aktivitas siswa yang sudah ditentukan oleh guru/ peneliti sendiri dengan mengacu pada tingkat selama mengajar di SD Negeri Podorejo 01. Tabel Prosentase indikator pencapaian keberhasilan penelitian Aspek yang diukur Prosentase target capaian Cara mengukur Kondisi awal Siklus I Siklus II Presentasi belajar lempar turbo 44,44% 70% 85% Diamati saat proses pembelajaran SumberMulyasa,2010 Dari tabel tersebut, dapat dijelaskan bahwa kondisi awal prosentase siswa yang mencapai KKM, yaitu sebesar 44,44% yaitu dengan jumlah 8 siswa yang mencapai ketuntasan. Dengan mengacu pada tingkat keaktivitas siswa selama mengajar di SD Negeri Podorejo 01 Semarang, khususnya kelas IV, peneliti dan guru kolabolator menetapkan target capaian setelah adanya permainan lebosa, minimal sebesar 70% siswa dapat mencapai indikator tersebut, maka dapat dilanjutkan ke siklus kedua, dan di siklus kedua ini guru dan peneliti menetapkan indikator pencapaian prestasi belajar lempar turbo 40 Prosedur/Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas Gambar Siklus PTK Sumber Arikunto, 200816 Perencanaan Rancangan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan sebagai berikut 1. Mengkaji/ menelaah materi pembelajaran lempar turbo dengan menelaah indikator bersama tim kolaborasi. 2. Menyusun RPP sesuai indikator yang telah ditetapkan dan skenario pembelajaran dengan menggunakan bola dan tali. 3. Menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran seperti peluit; bola sebagai pengganti turbo, cone, lapangan. 4. Menyiapkan lembar penilaian untuk menilai aktivitas siswa. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan merupakan implementasi atau penerapan 4120018. Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan dari rancangan strategi maupun skenario pembelajaran yang telah dibuat Suhardjono, 200876. Pelaksanaan tindakan adalah pelaksanaan KBM yang telah direncanakan. Bersama ini dilakukan pula observasi pemantauan Muhadi,201170. PTK ini direncanakan dalam dua siklus. Siklus pertama yaitu melakukan pembelajaran lempar turbo dengan menggunakan bola tanpa awalan dan teknik belum begitu diperhatikan. Siklus kedua dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran yang pertama, namun pada siklus kedua ini tanpa awalan dengan menggunakan teknik awalan melempar yang lebih benar. Observasi Observasi adalah tahap mengamati kejadian yang ada pada saat pelaksanaan tindakan. Agus Kristiyanto, 201057. Kegiatan observasi ini dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas yang mengamati proses pembelajaran Penjasorkes materi lempar turbo pada siswa kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang. Observasi ini menitik beratkan pada aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran lempar turbo menggunakan permainan lebosa. Refleksi Fase refleksi berisi kegiatan pemaknaan hasil analisi, pembahasan, penyimpulan, dan identifikasi tindak lanjut. Hasil identifikasi tindak lanjut selanjutnya menjadi dasar dalam fase penyusunan planning siklus berikutnya Muhadi, 201170. Tahapan ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan, berdasar data yang telah terkumpul dan kemudian melakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan yang berikutnya. Refleksi 42pengamatan atau tindakan yang dilakukan. Jika terdapat masalah dan proses refleksi, maka dilakukan proses pengkajian ulang melalui siklus berikutnya yang meliputi kegiatan perencanaan ulang, tindakan ulang, dan pengamatan ulang sehingga permasalahan yang dihadapi dapat teratasi. Setelah mengkaji proses pembelajaran yaitu mengenai aktifitas siswa dan peningkatan hasil belajar lempar turbo menggunakan bola dan tali, apakah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan melihat indikator ketercapaian dalam indikator kinerja pada siklus yang pertama, serta mengkaji kekurangan dan membuat daftar permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan siklus pertama. Kemudian peneliti bersama kolabolator membuat perencanaan tindak lanjut untuk siklus berikutnya. Rancangan Penelitian Siklus Pertama Perencanaan Pada tahap ini peneliti dan guru kelas menyusun skenario pembelajaran yang terdiri dari 1. Tim peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan pada siswa dalam pembelajaran Penjasorkes. 2. Menyusun RPP dengan materi “ Lempar Turbo Dengan permainan lebosa”. 3. Menyusun instrumen yang digunakan dalam siklus PTK, penilaian lempar turbo. 4. Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran berupa 435. Menyusun alat evaluasi pembelajaran. Tindakan action 1. Guru mempersiapkan siswanya di halaman sekolah dan membariskannya kemudian melakukan presensi kepada siswa. 2. Guru memimpin doa sebelum memulai pembelajaran, kemudian memberi penjelasan kepada siswanya tentang materi apa yang akan diberikan. 3. Guru memerintah siswa untuk melakukan pemanasan lari tiga kali mengelilingi lapangan setelah itu melakukan peregangan. 4. Di bagian pertama guru menjelaskan kegiatan belajar mengajar lempar turbo. 5. Melakukan latihan teknik dasar lempar turbo. a. Sebelum menginjak ke teknik melempar, siswa diajak bermain dengan permainan yang mengacu pada gerakan teknik lempar turbo. Siswa diajak bermain “lebosa”. Siswa dibagi menjadi 2 kelompok A dan B, lapangan permainan berbentuk persegi dan di bagian tengah diberi garis pembatas. Kelompok A berada di lapangan bagian kanan dan kelompok B berada di sebelah kiri atau sebaliknya. Dalam permainan ini tiap kelompok diberi 3 bola. Kelompok A dan B saling melempar bola dengan sasaran kaki lawan. Anggota kelompok yang tidak memegang bola harus bergerak untuk menghindari lemparan dari lawan. Pemain yang kakinya terkena bola akan menjadi anggota dari tim lawan. Pemenang adalah kelompok yang anggotanya paling banyak. b. Setelah itu siswa putra dan putri dipisahkan menjadi 2 kelompok terpisah. Siswa akan melakukan lempar turbo tanpa awalan dengan menggunakan 44kelompok A berusaha melempar bola melewati net bola voli dari garis lapangan paling belakang dan kelompok mengambil bola yang telah dilempar kelompok A dan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan kelompok B. c. Siswa melakukan latihan lempar turbo dengan menggunakan bola. Siswa berdiri pada jarak 4 meter dari sasaran, dan tali dibentangkan pada tiang net voli dengan ketinggian 1,5 meter. Kegiatan ini dilakukan secara berulang- ulang. Siswa dibagi 4 banjar kebelakang. Setelah siswa yang berada dibarisan depan melakukan gerakan, barisan dibelakangnya mengambil bola begitu seterusnya sampai pada barisan terakhir. d. Menarik kesimpulan e. Penilaian afektif dilakukan selama proses pembelajaran dan penilaian unjuk kerja dilakukan sebelum proses pembelajaran diakhiri. f. Melakukan pendinginan. Pengamatan Tindakan Pengamatan dilakukan terhadap 1 Aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung 2 Hasil keterampilan lempar turbo dengan menggunakan permainan lebosa. Tahap Evaluasi Refleksi 1. Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran siklus pertama. 2. Mengkaji pelaksanaan pembelajaran tindakan siklus pertama. 3. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya. 4. Memperbaiki pelaksanaan tindakan. 45 Siklus Kedua Dalam siklus kedua ini ada perubahan pembelajaran yang diberikan oleh guru penjeasorkes. Perubahan yang terjadi yaitu, pada siklus pertama teknik tidak terlalu diperhatikan yang penting siswa sudah mau mencoba dan berusaha melempar, tetapi guru tetap mengingatkan untuk menggunakan teknik yang benar. Dan pada siklus kedua siswa diharapkan sudah menguasai teknik lempar turbo. Selain itu juga ada perubahan pada jarak yang tadinya 4 meter menjadi 8 meter, dan tinggi tali adalah 2 meter yang sebelumnya meter. Tahap Perencanaan 1. Melakukan diskusi tentang hasil refleksi siklus pertama dengan kolabolator untuk menemukan tindakan solusinya. 2. Menyusun RPP 3. Menyusun instrumen dalam siklus PTK, penilaian lempar turbo. 4. Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran berupa silabus, buku paket penjasorkes kelas IV, peluit, cone, bola tenis, tali, lapangan. 5. Menyusun alat evaluasi pembelajaran. Tindakan action 1. Guru mempersiapkan siswanya di halaman sekolah dan membariskannya, kemudian mempresensi siswa. 2. Guru memimpin doa sebelum memulai pembelajaran, kemudian memberi penjelasan kepada siswanya tentang materi apa yang akan diberikan. 3. Guru memerintah siswa untuk melakukan pemanasan lari tiga kali mengelilingi lapangan setelah itu melakukan stretching. 465. Melakukan latihan lempar turbo a. Sebelum melakukan lempar turbo siswa melakukan latihan melempar dengan bola tenis. Bola dilemparkan melewati tali yang dibentangkan secara bergantian. b. Siswa melakukan lempar turbo dengan teknik lempar yang benar. Siswa berdiri pada jarak 8 meter dari tali yang dibentangkan di net voli dengan ketinggian 2 meter. Kegiatan ini dilakukan berulang ulang kali. Siswa dibariskan menjadi 4 banjar kebelakang. Kemudian siswa yang berada pada barisan paling depan melakukan lemparan, setelah itu siswa yang ada dibarisan belakangnya mengambil bola, begitu seterusnya sampai barisan terakhir. c. Menarik kesimpulan d. Penilaian afektif dilakukan selama proses pembelajaran dan penilaian unjuk kerja dilakukan sebelum proses pembelajaran diakhiri. e. Melakukan pendinginan. Pengamatan Tindakan Pengamatan dilakukan terhadap 1 Aktifitas siswa selama pembelajaran berlangsung 2 Hasil ketrampilan lempar turbo dengan menggunakan permainan lebosa. Pelaksanaan observasi dilakukan bersama dengan pelaksanaan proses pembelajaran oleh peneliti dan guru kolabolator untuk mengumpulkan data. Refleksi 1. Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran siklus kedua. 2. Mengkaji pelaksanaan pembelajaran dan efek tindakan siklus kedua. 47 Teknik dan Alat Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tes dan observasi. Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan Arikunto,200253. Tes dipergunakan untuk mendapatkan data tentang hasil lempar turbo menggunakan tali yang dibentangkan oleh siswa. Observasi adalah mengamati kejadian yang ada pada saat pelaksanaan tindakan. Agus Observasi dalam penelitian ini dipergunakan sebagai teknik untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa selama kegiatan belajar mengajar saat penerapan alat bantu pembelajaran. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh pada analisa ini dianalisa dengan menggunakan analisa deskriptif komparatif, yaitu dengan membandingkan data kuantitatif dari kondisi awal, siklus I, siklus II dengan indikator yang telah ditentukan. Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau prosentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa tes praktek setiap akhir putaran. Analisa dihitung dengan menggunakan statistik sederhana a. Untuk menilai tes praktek Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga 48 X =Jumlah semua nilai siswa N =Jumlah siswa b. Untuk menilai ketuntasan belajar Ada 2 kategori dalam ketuntasan belajar, yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Di SD Negeri Podorejo 01 Semarang mata pelajaran pendidikan jasmani kriteria ketuntasan belajarnya yaitu 7. Untuk menghitung ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut % Hasil perhitungan dikonsultasikan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM belajar yang dikelompokkan ke dalam 2 kategori yaitu tuntas dan tidak tuntas sebagai berikut Tabel Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Ketuntasan Kualifikasi ≥ 70 Tuntas < 70 Tidak Tuntas 49c. Untuk menghitung lembar observasi aktivitas siswa menggunakan rumus Untuk menghitung lembar observasi aktivitas siswa menggunakan rumus 5036 Berdasarkan data yang peneliti peroleh selama mengajar di SD Negeri Podorejo 01 Semarang, dapat diketahui hasil belajar pada materi lempar turbo masih rendah dibanding materi lain. Dari 18 jumlah siswa kelas IV SD Negeri Podorejo 01 Semarang, hanya 44,44% siswa yang dapat mencapai KKM. Rata-rata perolehan nilai hasil belajar pada kelas IV yaitu 67,25 Tabel Data pra siklus Nilai terendah 61 Nilai tertinggi 72 Rata-rata nilai 67,25 Tuntas 8 siswa Tidak tuntas 11 siswa Sumber Penelitian Deskripsi Siklus I Perencanaan Tindakan Sebelum melaksanakan tindakan siklus I perlu adanya perencanaan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan berjalan lancar sesuai 511 Melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa. 2 Menyusun RPP dengan materi lempar turbo. 3 Menyusun instrumen yang akan digunakan dalam siklus PTK penilaian lempar turbo. 4 Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran berupa Silabus kelas IV, Modul Penjas kelas IV, peluit, bola, tali, lapangan. 5 Menyusun alat evaluasi pembelajaran Pelaksanaan Tindakan Siklus I Dalam siklus I ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 18 April 2013. Melaksanakan pembelajaran lempar turbo dengan pendekatan permainan lebosa’. Jadi siswa berusaha melakukan permainan lebosa. Modifikasi permainan lebosa dilakukan dengan melempar bola kesasaran yaitu kaki teman mereka sendiri. Dengan rincian pelaksanaan sebagai berikut 1 Pendahuluan a. Guru menyiapkan siswa di halaman sekolah, membariskan siswa dan kemudian mempresensi siswa. b. Guru memimpin doa sebelum memulai pembelajaran, kemudian memberi penjelasan kepada siswa tentang materi lempar turbo melalui permainan lebosa. 2 Pemanasan a. Guru memerintah siswa untuk melakukan lari 3 kali mengelilingi lapangan setelah itu melakukan peregangan. 523 Kegiatan inti a. Siswa dibagi menjadi 2 kelompok. b. Guru menjelaskan cara/ aturan permainan lebosa. c. Guru menjelaskan cara melempar bola kesasaran d. Siswa melakukan permainan lebosa. e. Guru menjelaskan cara melempar bola melewati tali gantung dengan tinggi 1,5 meter dan jarak 4 meter, menggunakan bola tenis. f. Siswa melakukan lemparan. g. Guru mengoreksi gerakan siswa. h. Guru memotivasi agar pelaksanaan pembelajaran berjalan meriah. i. Guru mengadakan penilaian lempar turbo menggunakan bola tenis dan melawati tali gantung. 4 Penutup a. Pendinginan b. Guru memberikan umpan balik dan tanya jawab. c. Berdoa. Observasi Hasil pengamatan yang dilakukan kolabolator terhadap proses pembelajaran, setiap kemajuan yang terjadi baik pada siswa maupun suasana kelas dicatat dan diperoleh hasil sebagai berikut 1. Guru melakukan pembelajaran sesuai dengan RPP. 2. Rata-rata siswa putri masih mengalami kesulitan dalam melakukan 533. Sebagian siswa laku-laki tidak bersungguh-sungguh dalam melakukan lemparan, karena target sasaran yang terlalu pendek. 4. Lemparan yang awalnya tidak terarah setelah ada target sasaran lempar, mulai terarah. 5. Lemparan yang mulanya mendatar setelah terdapat sasaran lempar tali gantung, bentuk lemparan ada perubahan. 6. Suasana kelas selama pembelajaran menyenangkan, siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan, peneliti dan kolabolator melakukan refleksi sebagai berikut 1. Siswa kurang memahami penjelasan dari guru tentang posisi tangan saat melempar. 2. Pada penelitian unjuk kerja/ psikomotorik, rata-rata siswa masih belum mencapai hasil yang maksimal pada cara memegang, arah lemparan dan jarak pencapaian lemparan. 3. Karena pendeknya sasaran lemparan menyebabkan siswa tidak bersungguh-sungguh dalam melakukan lemparan, sehingga pada siklus II jarak sasaran lempar ditambah menjadi 8 meter dan tinggi 2 meter. Dengan perubahan jarak dan tinggi sasaran lempar diharapkan hasil belajar lempar turbo dapat meningkat sesuai dengan harapan/ 54Dari hasil evaluasi diperoleh data sebagai berikut Tabel evaluasi siklus 1 Kategori Siklus 1 Tabel Frekuensi nilai siklus I No Rentang Nilai Nilai 55Gambar Diagra Dari data yan belajar lempar turbo. dan guru kolabolator ketuntasan minimal dengan kolabolator sepakat untuk mengop Deskripsi Siklus Perencanaan Tindakan Dengan dilakukannya kolabolator, maka perlu belajar lempar turbo. Dal diberikan oleh guru Penjasorkes. pertama jarak lemparan adalah Gambar Diagram Batang Perolehan Nilai Siklus I data yang diperoleh pada siklus I, terjadi peningkatan turbo. Hal tersebut telah mencapai indikator yang kolabolator sepakati yaitu sebanyak 66,67% telah mencapai dengan jumlah 12 siswa. Oleh karena itu peneliti kat untuk mengoptimalkan hasil belajar di siklus II. Deskripsi Siklus II Perencanaan Tindakan Dengan dilakukannya identifikasi siklus I bersama maka perlu mengambil langkah-langkah guna meningkatka turbo. Dalam siklus kedua ini ada perubahan pembelaja guru Penjasorkes. Perubahan yang terjadi yaitu, pertama jarak lemparan adalah 4 meter dan ketinggian tali meter. Sedangkan kedua jarak lemparan adalah 8 meter dan dengan 100-90 80-89 70-79 60-69 50 12 6 lehan Nilai Siklus I peningkatan nilai hasil indikator yang telah peneliti telah mencapai kriteria itu peneliti dan guru ajar di siklus II. bersama dengan guru guna meningkatkan hasil perubahan pembelajaran yang terjadi yaitu, pada siklus dan ketinggian tali meter. Sedangkan 56Perencanaan siklus II adalah sebagai berikut 1 Melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa. 2 Menyusun RPP dengan materi lempar turbo. 3 Menyusun instrumen yang akan digunakan dalam siklus PTK penilaian lempar turbo. 4 Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran berupa Silabus kelas IV, peluit, bola tenis, tali, lapangan. 5 Menyusun alat evaluasi pembelajaran. Pelaksanaan Tindakan Siklus II Dalam siklus II dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 25 April 2013. Melaksanakan pembelajaran lempar turbo dengan menggunakan metode permainan lebosa. Kemudian siswa melakukan lempar turbo melewati tali yang menekankan pada sikap posisi melempar, sikap akhir dan hasil lemparan. Dengan panjang/ jarak lemparan adalah 8 meter dan tinggi sasaran lempar 2 meter. Adapun rincian pelaksanaan kegiatan sebagai berikut 1 Pendahuluan a. Guru menyiapkan siswa di halaman sekolah, membariskannya dan kemudian mempresensi siswa. b. Guru memimpin doa sebelum memulai pelajaran, kemudian memberi penjelasan kepada siswanya tentang materi lempar turbo menggunakan metode permainan lebosa dan perubahan ukuran sasaran lempar, agar 572 Pemanasan a. Guru memerintah siswa untuk melakukan lari 3 kali mengelilingi lapangan setelah itu melakukan peregangan dan pemanasan yang mengacu pada materi yaitu lempar turbo. b. Siswa melakukan permainan lebosa. 3 Kegiatan Inti a. Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok b. Guru memberi contoh melempar c. Guru memerintahkan siswa untuk melakukan lemparan menggunakan bola tenis melewati tali dengan jarak 8 meter dan tinggi 2 meter. d. Guru mengoreksi gerakan siswa e. Guru memotivasi siswa agar pelaksanaan pembelajaran menjadi meriah. f. Guru mengadakan penilaian hasil belajar lempar turbo. 4 Penutup a. Pendinginan b. Guru memberi umpan balik dan tanya jawab c. berdoa Observasi Hasil pengamatan yang dilakukan kolabolator terhadap proses pembelajaran, setiap kemajuan yang terjadi baik pada siswa maupun suasana kelas dicatat dan diperoleh hasil sebagai berikut 1. Guru melakukan pembelajaran sesuai dengan RPP. 2. Siswa merasa senang dan gembira mengikuti proses pembelajaran.
Apa sajakah unsur kebahasaan yang harus diperhatikan ketika menulis berita. Question from @Husnun2 - Sekolah Menengah Atas - B. indonesia
Lihat Foto Ilustrasi Lempar Turbo – Lempar turbo merupakan suatu aktivitas yang menuntut kecekatan dan kekuatan dalam melempar. Dikutip dari Peralatan Olahraga Anak untuk Pengembangan Multilateral 2008, karya Ria Luminturso, lempar turbo adalah salah satu kegiatan nomor lempar pada kids athletic,yaitu kegiatan melempar dengan satu tangan untuk mencapai jarak tertentu. Lempar turbo juga bisa dikatakan sebagai olahraga atletik lempar lembing bagi anak Sekolah Dasar SD. Peralatan Lempar Turbo Turbo yang digunakan sebagai alat untuk melempar terbuat dari paralon dengan ujung dari kayu jati dan ekor imprabot. Baca juga Golden Goal, Peraturan yang Pernah Hadir di Sepak Bola Panjang turbo adalah 40 cm dengan massa yang cukup ringan bagi anak SD. Bentuk turbo menyerupai roket. Sehingga, banyak yang menyebut olahraga ini sebagai lempar roket. Dalam lempar turbo atau lempar roket, terdapat empat tahapan yang perlu dikuasai oleh para pelempar. Empat tahapan dalam lempar turbo yang wajib dikuasai yaitu lari awalan, lima langkah berirama untuk penarikan turbo, lari lima langkah, dan melepaskan lemparan turbo. Sikap awalan dalam aktivitas lempar roket ialah berjalan cepat dikombinasikan dengan gerakan berlari. Baca juga Kenapa Ban MotoGP Diselimuti Sebelum Balapan? Selain itu, pada tahap persiapan turbo dipegang tangan dan diletakkan di samping dada. Dalam tahapan gerak lima langkah berirama, gerakan dipercepat lebih lanjut dan pelempar mempersiapkan tahapan pelepasan turbo. Lalu dalam melempar turbo, bagian tangan yang digunakan untuk melempar, adalah telapak tangan dan seluruh jari tangan yang memegang turbo. Kemudian, dalam tahapan pelepasan turbo, dihasilkan kecepatan tambahan dan ditransferkepada turbo sebelum dilepaskan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram “ News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Baca berita berikutnya Lihat Foto Ilustrasi Lempar Turbo atau Lempar Roket – Lempar roket termasuk gerak dasar yang mengombinasikan gerak jalan, lari dan lempar. Dikutip dari Jurnal Pendidikan Konvergensi Edisi 27/Volume VI/ Januari 2022, lempar roket atau lempar turbo adalah salah satu cabang olahraga yang sering dilombakan dalam Porseni Sekolah Dasar SD. Lempar roket ini termasuk dalam kategori kids athletics. Pengertian Lempar Roket Lempar roket adalah salah satu kegiatan nomor lempar pada kids athletics, yaitu kegiatan melempar dengan satu tangan untuk mencapai jarak tertentu. Mengapa lempar roket merupakan dasar dari lempar lembing? Karena lempar roket adalah dasar dari olahraga atletik lempar lembing bagi anak SD. Baca juga Kenapa Ada Lintasan Atletik di Stadion Sepak Bola Indonesia? Teknik Dasar Lempar Roket Untuk melakukan lempar roket, ada teknik-teknik dasar yang harus dikuasai bagi para siswa. Teknik dasar yang diajarkan adalah lari awalan, lima langkah berirama untuk penarikan roket, lari lima langah, melepaskan lemparan turbo, dan pemulihan. Berikut penjelasan singkatnya. 1. Lari awalan Fase ini bertujuan untuk mempercepat gerakan melempar roket. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan pada fase ini Pada saat awalan, roket dipegang mendatar di atas bahu. Bagian atas roket dinaikkan di atas kepala. Lengan pada saat membawa roket diupayakan tetap tenang dan stabil. 2. Lari lima langkah berirama untuk penarikan roket Pada fase ini pelempar roket akan berlatih bagaimana cara melakukan awalan lima langkah berirama. Tujuannya untuk menempatkan roket secara benar pada sat akan dilempar. Baca juga Mengapa Atletik Disebut Mother of Sport? 3. Lari lima langkah Pada fase ini dimaksudkan untuk menempatkan dan mempersiapkan pelepasan roket. Oleh karena itu, hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut. Dorongan kaki dilakukan secara aktif dan mendatar dari telapak kaki kiri. Hal ini bertujuan agar tidak kehilangan kecepatan. Lutut kanan diayunkan ke depan. Badan dibawa condong ke belakang kaki dan badan mengikuti roket. Bahu kiri dan kepala menghadap ke arah lemparan. 4. Melepaskan roket Untuk melakukan tahap melepaskan roket atau turbo dari tangan menuju ke sasaran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Baca juga Lempar Lembing Sejarah dan Tekniknya Pertama, gerakan melempar ini segera dimulai sesaat setelah kaki belakang menyentuh tanah mengikuti gerakan langkah menyilang. Kedua, berat badan hendaknya diletakkan di atas kaki belakang yang dibenggokkan dengan punggung, lalu didorong ke belakang. Ketiga, tangan yang memegang roket tetap direntangkan ke belakang dan lengah hendaknya tetap berada posisi lurus. Keempat, begitu kaki belakang mengarahkan gerak pinggul dan dada ke depan, maka kaki kiri ditarik secepat mungkin lalu ditempatkan lurus ke arah lemparan. Kelima, setelah menempatkan kaki kiri sedikit ditekuk, kokohkan tubuh. Pada saat itu juga, cara menarik lengan kiri dan menempatkannya disisi pinggul kiri dalam posisi menyiku. 5. Sikap kembali ke awal atau pemulihan Gerakan kembali ke posisi semula setelah melakukan lemparan roket adalah tahap terakhir dari serangkaian gerakan tahapan lempar roket atau turbo. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram “ News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Baca berita berikutnya Jelaskan rangkaian gerakan yang dilakukan pada permainan lempar roket ! Berikut ini penjelasan dan pembahasan mengenai rangkaian gerak melempar roket. Lempar roket pada dasar mirip seperti lempar lembing, hanya saja benda yang digunakan bukan lembing melainkan roket. Gerakan lempar roket adalah kombinasi gerak dasar dari jalan, lari dan juga lempar. Yang mana gerak dasar ini dilakukan pada tahapan, awalan, sebelum melempar, melempar dan setelah melempar. Pada awalan misalnya, varisinya berupa jalan, dan lari sembari memegang dan mengangkat roket. Bagaimana rangkai gerakan lain?. Jelaskan rangkaian gerakan yang dilakukan pada permainan lempar roket ! Jawab Tahapan awalan, rangakaian gerakan terdiri dari berdiri memegang dan mengangkat roket dengan siku ditekuk, kemudian dilanjutkan berjalan pelan dan berjalan cepat, lalu berlari pelan dan berlari cepat. Tahapan tolakan / persiapan sebelum melempar roket, rangkaian gerakan terdiri dari menarik tangan yang memegang roket ke belakang, berat badan berada pada kaki belakang. Tahapan melempar, rangkaian gerakan terdiri dari mengayunkan lengan ke depan atas untuk mendorong roket, berat badan terbawa ke depan, kemudian melecutkan tangan agar roket melambung jauh. Tahapan setelah melempar roket, tangan yang memegang roket lurus ke depan, sedangkan kaki belakang dilangkahkan ke depan untuk menjaga keseimbangan badan, dan pandangan ke arah roket yang dilempar. Begitulah jawabannya teman-teman. Pada tahap awalan kita melakukan rangakain jalan dan lari sembari membawa roket. Pada tahap sebelum melempar roket / persiapan, kita menarik tangan ke belakang bersiap melempar roket tersebut. Pada tahap melempar, kita mengayunkan tangan untuk mendorong roket, dengan lecutan tangan agar roket terlempar melambung jauh. Pada tahap akhir, karena tangan telah mendoorng, maka posisinya lurus, lalu karena badan terbawa ke depan, kaki belakang melangkah ke depan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Kunci jawaban Jelaskan rangkaian gerakan yang dilakukan pada permainan lempar roket Seperti itu teman-teman jawabannya. Semoga bermanfaat. Ÿ©â€Ÿ Jawaban belum diverifikasi. Bantu kami dengan komen di bawah. diharapkanmampu melakukan tekhnik lempar turbo dengan benar. Berdasarkan observasi dan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan di SD Negeri Purwosari 01, guru menemukan bahwa hasil belajar siswa kelas IV pada materi lempar turbo rendah. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan siswa dalam melakukan lemparan turbo yang masih belum Melempar Turbo Membutuhkan Kombinasi Gerak Dasar Apa Saja from Sub Judul 1. Apa Itu Melempar Turbo? 2. Mengapa Kombinasi Gerak Dasar Diperlukan? 3. Gerak Dasar Yang Diperlukan Untuk Melempar Turbo 4. Cara Memulai Melempar Turbo 5. Manfaat Melempar Turbo Melempar turbo atau sering disebut throwing power adalah gerakan dasar dalam bola voli. Ini adalah gerakan yang mengirim bola dari tangan ke arah lawan dengan cepat. Melempar turbo biasanya dilakukan dari posisi berdiri. Saat melempar turbo, Anda menggunakan gerakan lengan yang berbeda untuk memberikan kekuatan yang lebih besar dan lebih cepat. Seperti halnya gerakan lain dalam bola voli, melempar turbo membutuhkan kombinasi gerak dasar yang benar dan tepat. Apa Itu Melempar Turbo?Mengapa Kombinasi Gerak Dasar Diperlukan?Gerak Dasar Yang Diperlukan Untuk Melempar TurboCara Memulai Melempar TurboManfaat Melempar Turbo Melempar turbo adalah salah satu gerakan dasar dalam bola voli. Ini adalah gerakan yang mengirim bola dari tangan ke arah lawan dengan cepat. Saat melempar turbo, Anda menggunakan gerakan lengan yang berbeda untuk memberikan kekuatan yang lebih besar dan lebih cepat. Melempar turbo dapat dilakukan dengan menggunakan tangan kanan atau kiri. Jenis melempar turbo yang paling umum adalah melempar turbo forehand. Melempar turbo backhand adalah jenis melempar turbo yang lebih jarang digunakan. Melempar turbo forehand harus dilakukan dengan benar dan tepat agar bola dapat mencapai target dengan baik. Mengapa Kombinasi Gerak Dasar Diperlukan? Melempar turbo membutuhkan kombinasi gerak dasar yang benar dan tepat. Dengan melatih gerakan dasar dengan benar, Anda dapat mencapai akurasi dan kekuatan melempar turbo yang lebih baik. Kombinasi gerak dasar yang digunakan untuk melempar turbo termasuk gerakan memasang, gerakan melompat, gerakan berputar, dan gerakan menendang. Dengan menggabungkan gerakan dasar ini dengan benar, Anda dapat meningkatkan akurasi dan kekuatan melempar turbo Anda. Gerak Dasar Yang Diperlukan Untuk Melempar Turbo Gerakan memasang adalah gerakan dasar yang digunakan untuk melempar turbo. Saat melakukan gerakan memasang, Anda harus menggerakkan tangan ke depan dengan cepat dan menggerakkan lengan ke samping. Gerakan melompat juga merupakan gerakan dasar yang digunakan untuk melempar turbo. Saat melompat, Anda harus menggerakkan kaki ke depan dan melemparkan tubuh ke samping untuk memberikan momentum. Gerakan berputar adalah gerakan yang memungkinkan Anda untuk mencapai kekuatan yang lebih besar. Gerakan ini mengharuskan Anda meremas bola dan melemparkannya di atas kepala. Gerakan menendang adalah gerakan yang memungkinkan Anda untuk mencapai kekuatan yang lebih besar. Gerakan ini mengharuskan Anda menggerakkan kaki ke depan dan menendang bola dengan cepat. Cara Memulai Melempar Turbo Untuk memulai melempar turbo, Anda harus memiliki kombinasi gerak dasar yang benar. Anda harus melatih gerakan dasar ini dengan benar dan tepat agar Anda dapat mencapai akurasi dan kekuatan yang lebih baik. Anda juga harus mengikuti beberapa langkah lain untuk memulai melempar turbo. Anda harus menggunakan posisi yang benar, menggunakan lengan yang benar, dan menggunakan gerakan lengan yang benar. Anda juga harus menggunakan bola yang tepat agar bisa melempar turbo dengan benar dan tepat. Manfaat Melempar Turbo Melempar turbo dapat memberikan berbagai manfaat. Ini bisa membantu Anda mencapai akurasi yang lebih baik dan kekuatan yang lebih besar. Melempar turbo juga dapat membantu Anda mencapai kontrol yang lebih baik dan memberikan Anda kemampuan untuk mengontrol bola dengan lebih baik. Melempar turbo juga dapat membantu Anda meningkatkan kemampuan fleksibilitas dan meningkatkan kondisi fisik Anda. Melempar turbo juga dapat membantu Anda mencapai kecepatan dan akurasi yang lebih baik. Dengan melatih melempar turbo dengan benar dan tepat, Anda dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari melempar turbo. Dalam kesimpulannya, melempar turbo membutuhkan kombinasi gerak dasar yang benar dan tepat. Gerakan dasar yang umum digunakan untuk melempar turbo termasuk gerakan memasang, gerakan melompat, gerakan berputar, dan gerakan menendang. Dengan melatih kombinasi gerak dasar ini dengan benar, Anda dapat mencapai akurasi dan kekuatan melempar turbo yang lebih baik. Melempar turbo juga dapat memberikan berbagai manfaat, seperti meningkatkan akurasi, kekuatan, kontrol, fleksibilitas, dan kondisi fisik Anda.

kangmartho com Page 1 METODE ACTIVE LEARING 6. Teman yang Kita Miliki URAIAN SENGKAT Kegiatan ini memperkenalkan gerak fisik dari awal pelajaran dan membantu siswa lebih mengenal satu sama lain. Kegiatan ini berlangsungcepat dan sangat menyenangkan. PROSEDUR 1. Buatlah daftar kategori yang menurut anda cocok dalam kegiatan pengenalan

Web Pengertian Atletik Kata atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu athlon yang berarti berlomba atau bertanding. Perlombaan atletik meliputi nomor perlombaan jalan cepat, lari, lompat, dan lempar. Dalam bahasa Inggris, perlombaan tersebut dinamakan dengan istilah track and field, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti perlombaan yang dilakukan di lintasan track dan di lapangan field. Marathon adalah salah satu nomor lari yang mulai diperlombakan sejak tahun 490 SM yang berawal dari sebuah kota yang bernama Marathon, yang berjarak 40 km dari kota Athena. Jarak inilah yang diperlombakan dalam olimpiade 1896 di Athena. Baru pada tahun 1908 jarak marathon dibakukan menjadi 42,195 km. Induk organisasi atletik di Indonesia adalah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia PASI yang terbentuk pada tanggal 3 September 1950 di Semarang. Sedangkan induk organisasi atletik dunia adalah International Atletic Amateur Federation IAAF. Jenis-Jenis Olahraga Lari JARAK PENDEK Lari jarak pendek adalah salah satu nomor lari cepat, dimana jarak yang ditempuh atau dilombakan sangat pendek. Lari jarak pendek disebut juga sprint. Adapun teknik dan cara melakukan lari jarak pendek adalah 1. Teknik Start di dalam Lari Jarak Pendek Didalam Lari Jarak Pendek, Start dibagi berdasarkan kegunaanya menjadi 3 tiga macam, yaitu start berdiri standing start, start melayang flying start, dan start jongkok crouching start. Start berdiri sering digunakan untuk lari jarak jauh, start melayang digunakan untuk lari sambung estafet, khususnya pelari ke – 2, ke – 3, dan ke – 4, sedangkan start jongkok digunakan untuk lari jarak pendek. Sesuai dengan istilahnya, start jongkok dilakukan dengan cara berjongkok. Start jongkok berdasarkan cara pelaksanaannya dibedakan menjadi 3 tiga yaitu a. Start pendek the short start / bunch start 1 Sikap permulaan => Sikap permulaan start pendek yaitu berdiri tegak kedua kaki rapat, lengan lurus di samping badan, dan pandangan lurus ke depan. 2 Cara melakukan Cara melakukan start pendek yaitu a Langkahkan kaki kiri ke depan dengan jari – jari kaki lurus ke depan. b Letakkan ujung jari kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan. c Jarak kedua kaki kira – kira satu kepalan tangan. d Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, jari – jari tangan rapat, ibu jari membuka membentuk huruf V tebalik di belakang garis start. b. Start menengah the medium start 1 Sikap permulaan Sikap permulaan start menengah yaitu Berdiri tegak kedua kaki rapat, lengan lurus di samping badan, dan pandangan lurus ke depan. 2 Cara melakukan a Langkahkan kaki kiri ke depan dengan jari – jari kaki lurus ke depan. b Letakkan lutut kaki belakang sejajar dengan ujung jari kaki depan c Jarak kedua kaki kira – kira satu kepalan tangan. d Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, jari – jari tangan rapat, ibu jari membuka membentuk huruf V terbalik di belakang garis start. c. Start panjang the long start 1 Sikap permulaan Sikap permulaan start panjang yaitu Berdiri tegak kedua kaki rapat, lengan lurus di samping badan, dan pandangan lurus ke depan 2 Cara melakukan Cara melakukan start panjang yaitu a Langkahkan kaki kiri ke depan dengan jari – jari kaki lurus ke depan. b Letakkan lutut kaki belakang sejajar dengan ujung jari kaki depan. c Jarak kedua kaki kira – kira satu kepalan tangan. d Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, jari – jari tangan rapat, ibu jari membuka membentuk huruf V terbalik di belakang garis start 2. Aba – Aba Start Jongkok Aba – aba start jongkok terdiri dari 3 tahap, yaitu a. Bersedia Setelah mendengarkan aba – aba “bersedia”, pelari melangkahkan salah satu ke depan di belakang garis start, dan berjongkok sesuai dengan start yang digunakan start pendek, menengah, atau panjang, serta meletakkan kedua tangan ujung jari – jari ke tanah. b. Siap Setelah mendengar aba – aba “siap”, pelari mengangkat pantat sehingga posisi panggul lebih tinggi dari pada bahu, sedangkan kepala menunduk dan rileks. c. Ya atau bunyi pistol Setelah mendengar aba – aba “ya” atau bunyi pistol, pelari mendorongkan kaki depan ke balok start dan bersamaan dengan itu kaki belakang digerakkan ke depan dalam keadaan lutut tertekuk lutut diangkat ke depan atas 3. Teknik Gerakan lari jarak Pendek Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam berlari jarak pendek adalah a. Setelah aba – aba “ya” atau bunyi pistol, maka pelari berlari melesat dari balok start. b. Pendaratan kaki pada ujung kaki bagian depan. c. Sikap badan condong ke depan, pandangan lurus ke depan. d. Ayunkan lengan dengan kuat ke depan dada di atas pinggang e. Pergelangan tangan lurus dan tangan mengepal f. Otot – otot leher rileks dan pada saat berlari menahan napas. 4. Teknik Gerakan Memasuki Garis Finish Memasuki garis finish adalah hal yang paling penting dalam lari dan merupakan penentu kalah atau menangnya seorang pelari. Ada beberapa teknik memasuki garis finish yang biasa digunakan oleh pelari yaitu a. Lari terus tanpa mengubah sikap lari b. Dada maju atau kepala ditundukkan, kedua tangan lurus ke belakang c. Salah satu bahu maju ke depan dada diputar ke salah satu sisi 5. Peraturan Perlombaan Peraturan perlombaan yang ditetapkan oleh induk organisasi atletik internasional IAAF International Amateur Atloetik Federation atau tingkat nasional PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia tentang perlombaan lari jarak pendek yaitu 1. Peraturan Perlombaan Peraturan perlombaan dalam lari jarak pendek adalah a. Garis start dan finish dalam lintasan lari ditunjukan dengan sebuah garis selebar 5 cm siku – siku dengan batas tepi dalam lintasan. Jarak perlombaan harus diukur dari tepi garis start ke tepi garis fnish terdekat dengan garis start b. Aba – aba yang digunakan dalam lomba lari jarak pendek adalah “ bersedia”, “siap” dan “ ya” atau bunyi pistol. c. Semua peserta lomba lari mulai berlari pada saat aba – aba “ ya” atau bunyi pistol yang ditembakkan ke udara. d. Peserta yang membuat kesalahan pada saat start harus diperingatkan maksima 3 kali kesalahan e. Lomba lari jarak pendek pada perlombaan besar dilakukan 4 tahap, yaitu babak pertama, babak kedua, babak semi final, dan babak final. f. Babak pertama akan diadakan apabila jumlah peserta banyak, pemenang I dan II tiap heat berhak maju ke babak berikutnya 2. Diskualifikasi atau Hal – hal yang Dianggap Tidak Sah Hal – hal yang dianggap tidak sah dalam lari jarak pendek yaitu a. Melakukan kesalahan start lebih dari 3 kali b. Memasuki lintasan pelari lain c. Mengganggu pelari lain d. Keluar dari lintasan e. Terbuktui memakai obat perangsang 3. Petugas atau Juri dalam Lomba Lari Petugas atau juri dalam lomba lari jarak pendek terdiri atas a. Starter, yaitu petugas yang memberangkatkan perlari b. Recall Starter yaitu petugas yang mengecek atau mengabsen para pelari c. Timer yaitu petugas pencatat waktu d. Pengawas lintasan yaitu petugas yang berdiri pada tempat tertentu dan bertugas mengawasi pelari apabila melakukan kesalahan dan pelanggaran e. Juri kedatangan yaitu petugas pencatat kedatangan pelari yang pertama sampai dengan terakhir dan menentukan ranking / urutan kejuaraan f. Juri pencatat hasil yaitu petugas pencatat hasil setelah pelari memasuki garis finish
3 Menggunakan bahasa formal dan ditulis dengan baik. Quipperian, salah satu hal yang harus kamu ingat ketika menulis surat lamaran pekerjaan ialah selalu gunakan bahasa formal dan ditulis dengan tata bahasa yang baik serta benar. Pentingnya hal itu karena kamu tengah memulai suatu urusan yang serius.
Uk 10. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat lempar turbo, kecuali ...a. latihan lempar turbo di tanah lapangb. latihan lempar turbo menggunakan sepatudaerah lemparan harus dikosongkand. latihan lempar turbo dengan percaya diriC.​ Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat lempar turbo, kecuali latihan lempar turbo dengan percaya diri. Lempar turbo adalah olahraga atletik yang dilakukan dengan menggunakan alat bulat agak panjang seperti dasar lempar turbo terdiri dari Memegang turboMembawa turboMelempar turboPelajari lebih lanjut materi tentang lempar turbo pada BelajarBersamaBrainly Jawabanb. latihan lompat turbo mengunakan sepatu daerah lemparan harus dikosongkan
Secaralebih ringkas, siklus tesebut dapat dikelompokkan menjadi empat tahap utama yaitu: analisis, desain, implementasi (prototyping) dan pengujian. Kegiatankegiatan yang dilakukan pada setiap tahapan dalam siklus pengembangan database dapat dipaparkan sebagai berikut. Seminar Nasional Hasil-hasil Penelitian Teknologi, MIPA dan Pendidikan
JAKARTA - Mungkin banyak orang yang belum mengetahui permainan lempar turbo pengertian dan teknik dasar. Lempar turbo termasuk ke dalam olahraga atletik yang dilakukan dengan cara melempar benda yang berbentuk panjang seperti tombak. Permainan ini sangat memerlukan kekuatan otot permainan ini diperlukan alat yang bernama turbo. Turbo terbuat dari paralon yang berbahan fiber atau plastik dengan ujung dari kayu jati dan ekor imprabot. Ukuran panjang turbo yaitu 40 cm dengan berat kurang lebih 150 lempar turbo sama seperti permainan lempar lembing. Lempar turbo bisa dibilang lempar lembing untuk anak-anak. Biasanya permainan ini dilakukan oleh siswa sekolah dasar SD. Pengertian Lempar Turbo Menurut Lumintuarso 2008 40 lempar turbo adalah salah satu kegiatan nomor lempar pada kids athletic, yaitu kegiatan melempar dengan satu tangan untuk mencapai jarak tertentu. Dikutip dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, lempar turbo adalah kegiatan melempar turbo atau roket dengan satu tangan untuk mencapai jarak turbo termasuk olahraga atletik lempar lembing bagi anak SD. Lempar turbo adalah dasar dari lempar lembing. Lempar lembing terdiri dari dua kata yaitu lempar dan lembing. Lempar yang berarti usaha untuk membuang jauh-jauh, dan lembing adalah tongkat yang berujung runcing yang dibuang jauh-jauh. Lempar turbo merupakan suatu aktivitas olahraga yang menuntut kecepatan dan kekuatan dalam melempar. Teknik Dasar Lempar Turbo Dilansir dari berbagai sumber, teknik dasar lempar turbo setidaknya terdapat tiga teknik dasar. Pertama, cara memegang turbo. Kedua, cara membawa turbo. Ketiga, cara melempar turbo. Memegang Turbo Terdapat dua cara memegang turbo Cara Amerika Peganglah turbo di bagian belakang lilitan turbo dengan jari telunjuk melingkar di belakang lilitan, ibu jari menekannya di bagian permukaan yang lain. Lalu jari-jari lain ikut melingkar di badan turbo dengan longgar. Cara Finlandia Peganglah turbo di bagian belakang lilitan turbo dengan jari tengah dan ibu jari. Kemudian telunjuk berada di sepanjang batang turbo, agak serong ke arah yang wajar. Jari-jari lainnya ikut melingkar di badan turbo dengan longgar. Membawa Turbo Terdapat tiga cara membawa turbo Membawa turbo di atas bahu dengan mata turbo menghadap serong ke atas. Membawa turbo di atas bahu dengan mata turbo menghadap serong ke bawah. Membawa turbo di belakang badan di sepanjang lengan dengan mata turbo menghadap ke depan serong ke atas.
persiapanapa sajakah yang harus dikerjakan dalam pementasan drama. SD. SMP. SMA SBMPTN & UTBK. Produk Ruangguru. Beranda; SMA; Bahasa Indonesia; persiapan apa sajakah yang harus dikerjakan dalam ES. Edi S. 10 Maret 2022 02:09. Pertanyaan. persiapan apa sajakah yang harus dikerjakan dalam pementasan drama. Mau dijawab kurang dari 3
- Lempar turbo merupakan suatu aktivitas yang menuntut kecekatan dan kekuatan dalam melempar. Dikutip dari Peralatan Olahraga Anak untuk Pengembangan Multilateral 2008, karya Ria Luminturso, lempar turbo adalah salah satu kegiatan nomor lempar pada kids athletic,yaitu kegiatan melempar dengan satu tangan untuk mencapai jarak turbo juga bisa dikatakan sebagai olahraga atletik lempar lembing bagi anak Sekolah Dasar SD. Peralatan Lempar Turbo Turbo yang digunakan sebagai alat untuk melempar terbuat dari paralon dengan ujung dari kayu jati dan ekor imprabot. Baca juga Golden Goal, Peraturan yang Pernah Hadir di Sepak Bola Panjang turbo adalah 40 cm dengan massa yang cukup ringan bagi anak SD. Bentuk turbo menyerupai roket. Sehingga, banyak yang menyebut olahraga ini sebagai lempar roket. Cara Melakukan Lempar Turbo Dalam lempar turbo atau lempar roket, terdapat empat tahapan yang perlu dikuasai oleh para tahapan dalam lempar turbo yang wajib dikuasai yaitu lari awalan, lima langkah berirama untuk penarikan turbo, lari lima langkah, dan melepaskan lemparan turbo. Sikap awalan dalam aktivitas lempar roket ialah berjalan cepat dikombinasikan dengan gerakan berlari. Baca juga Kenapa Ban MotoGP Diselimuti Sebelum Balapan? Selain itu, pada tahap persiapan turbo dipegang tangan dan diletakkan di samping dada. Dalam tahapan gerak lima langkah berirama, gerakan dipercepat lebih lanjut dan pelempar mempersiapkan tahapan pelepasan turbo. Lalu dalam melempar turbo, bagian tangan yang digunakan untuk melempar, adalah telapak tangan dan seluruh jari tangan yang memegang turbo. Kemudian, dalam tahapan pelepasan turbo, dihasilkan kecepatan tambahan dan ditransferkepada turbo sebelum dilepaskan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
.
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/801
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/387
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/552
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/879
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/213
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/39
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/807
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/448
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/851
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/12
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/342
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/196
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/687
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/432
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/770
  • apa sajakah yang harus diperhatikan pada saat melakukan lempar turbo