TuanGuru Turmudzi memberikan poin-poin penting tentang relasi agama dan negara, termasuk kedudukan kepemimpinan perempuan menurut pandangan Islam. Sabtu, 30 Juli 2022 11:19 WIB Editor: Content Writer Puisi berjudul kita adalah rangkaian kata-kata kritikan untuk penguasa dan kata puisi melawan ketidakadilan menjelaskan tentang penilian masyarakat kepada pemimpin dirasa tidak cerita puisi dalam bait puisi kritik penguasa yang dipublikasikan berkas puisi, apakah bercerita seperti puisi kritikan untuk wakil rakyat atau berkisah seperti puisi pemimpin lebih jelasnya puisi tentang kritikan pemerintah disimak saja puisi kritik dibawah ini berjudul kitaKITAOleh Jeff ana baba1//Kilas serupa aksaraYang menyalamembakar seribu janji-janjiYang tak selaras memaknaiDan YakinlahPuitis ini tanda perlawananUntuk memberangus kejanggalan-kejanggalanPara buncit-buncit mediayang hara kiri dalam rotasi bilik NegeriBesar kepalaMerasa Banggadengan sesajian sejarahYang katanya merdeka hingga kiniNyatanya payahTujuh puluh limaNamun merasa seperti empat limaDi jajah sebelum merdekaIngatlahlah bahwa tetua dahulubermandikan darah dan keringatUntuk bebas dan merdeka secara terang-teranganKitaSelalu monoton banggaTeriakan merdekaHingga lupa diri bahwa kitaTelah dijajah kebijakan-kebijakan istanah2//KiniSerempakMedia dan televisiLebih menyuarak para Publik figuryang seketika viral karena kebodohan dalam kehidupanLalu merasa banggaSenyum manja pada mediaKebodohan macam apaYang dipelihara mediaVirus menjalarMenyisipBerita mematikanPanik ketakutanHingga matidengan dalil pandemi bermuara liangMeyisip hilang diam-diamKemiskinan dan keadilanyang sebenarnya harus di publikasikan pada beranda-beranda media yang kerontangSialan.........3//HeiSadarlahMasih banyakyang lebih berfaedah untuk penuhi media harianMasih banyakYang harus dipandangUntuk melukis senyumanMasih banyakYang harus di semayamkanAgar tumbuh merdekaLaksana burung berkicau pada alam4//Untuk KitaYang telah diberiAkal sehat dan pengetahuanYang memilikiMata dan telinga Sempurnadibawah TuhanMariKita Mengancam kedunguan paraPerkasa NegaraAgar merekaLebih peka dan tak tenangdalam kedudukanAgar mereka lebih jeli dan telitiMana yang harus diutamakanSalam09/07/21
Inilahtafsir mimpi bertemu pemimpin negara dan ulasan lain mengenai hal-hal yang masih ada kaitannya dengan tafsir mimpi bertemu pemimpin negara yang Anda cari. Berikut ini tersedia beberapa artikel yang menjelaskan secara lengkap tentang tafsir mimpi bertemu pemimpin negara. Klik pada judul artikel untuk memulai membaca.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. SAJAK-SAJAK UNTUK PEMIMPINPEMIMPIN 1 Pemimpin, pilihlah yang amanah Bukan yang serakahKendali emosinya selalu diasahDan tidak suka berkeluh kesahPemimpin, bukan yang ambisi Bukan yang sikut sana-siniMemiliki nuraniDan mulia budi pekerti 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Lihat Puisi Selengkapnya TentangAbdi Negara💥 PUISI. Indonesia merdeka mencapai angka ke-76. Masih dengan pemimpin negara yang sama. Banyak kaum muda yang tumbuh sebagai Abdi Negara. namun masih terlalu cuek dan santai.
WAHAI, PEMIMPIN BANGSAKU Wahai, Pemimpin bangsaku Tanpa keadilan Perdamaian tidak akan tercipta Tanpa perdamaian Kita tidak akan bisa membangun negara Rakyat bukan perahu di atas gelombang Yang terus-menerus terombang-ambing Di tengah ancaman badai dan topan Kehidupan. Karenanya Rakyat harus diajak bahu-membahu; Membangun dunia yang adil Membangun dunia yang lebih maju Membangun dunia yang lebih sejahtera Sejarah telah mencatat Melalui semangat persatuan dan kesatuan Yang didorong oleh Perasaan senasib sepenanggungan Bangsa Indonesia telah berjuang Dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaannya Sehingga menjadi bangsa yang berdaulat Para kusuma bangsa Telah memberi arah yang tepat Bagi bangsa Indonesia Dalam pergaulan dunia Tentang bagaimana memperkuat kepribadian Tentang bagaimana mempertebal harga diri Menuju masyarakat yang maju Menuju masyarakat yang mandiri Menuju masyarakat yang sejahtera Wahai, Pemimpin bangsaku, Marilah kita segarkan kembali Pada ingatan akan sifat-sifat patriotisme Pada ingatan akan sifat-sifat gotong royong Pada ingatan akan sifat-sifat nasionalisme Para kusuma bangsa Telah mengingatkan, bahwa Pertengkaran yang berkepanjangan Saling hujat yang mengundang cacat Hanya akan Membuat bangsa tidak bisa membangun Tonggak dari bangkitnya rasa kebangsaan Adalah untuk bisa duduk sama rendah Adalah untuk bisa berdiri sama tinggi Dengan bangsa-bangsa di dunia Wahai, Pemimpin bangsaku Tanpa kemerdekaan Rakyat akan takut membangun harapan Tanpa harapan Dunia yang fana akan hampa merana *Jose Rizal Manua, lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 September 1954. Penyair dan dramawan yang sekaligus pendiri teater anak-anak, Teater Tanah Air 1988, yang meraih juara pertama pada Festival Teater Anak-anak Dunia ke-9 di Lingen, Jerman, tanggal 14-22 Juli 2006. Tahun 1975 mendirikan Teater Adinda bersama Yos Marutha Effendi dan tahun 1986 mendirikan Bengkel Deklamasi Jakarta. Selain itu ia juga adalah seorang pemeran dan pengisi suara dalam beberapa film seperti Oeroeg 1993, Kala 2007, Fiksi 2008, Asmara Dua Diana 2009, dan Meraih Mimpi 2009. Penghargaan lain yang pernah diraih yaitu bersama Teater Tanah Air TTA meraih The Best Performance dan meraih medali emas di The Asia Pacific Festival of Children Theatre 2004, yang diadakan di Toyama, Jepang. __________________________________ Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi berdonasi* karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email [email protected] atau [email protected].
PuisiTentang Pahlawan Selasa, 31 Januari 2017. Puisi Perjuangan dan puisi pahlawan berikut ini adalah kata kata apresiasi untuk mengenang para pahlawan di zaman perjuangan dan penjajahan yang gugur untuk mempertahankan tanah air Seorang pemimpin negara dan agama Seorang pemimpin Indonesia ku tercinta Puisi kritik buat pejabat Negara. Pejabat negara yang mengerti arti berdemokrasi adalah dia yang bersedia dikritik serta menerima kritikan dari kritik yang dilancarkan kepada pejabat negara atau pemerintah merupakan bagian dari komunikasi antara pejabat dengan ini dikarenakan supaya para pejabat serta pemerintahan mengevoluasi kinerja yang dirasa masyarakat atau rakyat belum berjalan pada koridor yang patut juga digaris bawahi, bahwa, biasanya kritikan terhadap pemerintah dan pejabat negera yang biasa kita lihat ada dua kritikan yang bersifat positif, dalam hal ini yang kritik yang mengawasi dan mengevoluasi jalannya roda pemerintahan yang bertujuan agar dapat berjalan lebih baik dari yang bersifat negatif adalah kritikan yang mencari-cari kesalahan tanpa memberikan solusi dengan niat merupakan salah satu cara keturutsertaan warga negara mengawasi serta berpartisipasi mengawasi pejabat negara dan mengukur sampai di mana program dan kebijakannya ampuh dan benar-benar berguna bagi masyarakat dan waraga sekilas tentang kritik dan kritikan sebagai tema puisi kritikan yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak di kesempantan ini, dengan tema puisi kritik buat pejabat apa itu pejabat, pejabat adalah pegawai pemerintah yang memegang jabatan penting atau petugas pada suatu instansi yang menangani urusan adapaun masing masing judul puisi kritik buat pejabat negara yang diterbitkan diantaranyaPuisi melawan para penikamPuisi luka Kota tuaPuisi tanya-tanya konsestanTiga koleksi puisi kritik atau puisi kritikan, yang dapat menjadi contoh puisi atau referensi untuk menulis puisi tentang Puisi Kritik Buat Pejabat NegaraPuisi kritikan yang dipublikasikan puisi dan kata bijak ini merupakan puisi yang ditulis oleh seorang pemuisi bernama Ys Sunaryo. yang tentunya kata kata dalam baitnya merupakan kata kata kritikan puisi dan maknanya dari tiga puisi kritik tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisinya berikut KOTA TUAKarya YS SunaryoKotaku karamDiterjang keserakahanMelumpur penderitaanHitam, tenggelamKau mengkalkulator kebahagiaanDi sabda kekuasaanLupa menghitung tangisanDi jutaan mata yang dipejamkanKini kau hendak pergiDi pesta paling judiKota hujan badaiKau pandai melambai-lambaiCiamis, 21 Maret 2018MELAWAN PARA PENIKAMKarya YS SunaryoPara penikam berkeliaranMatikan jalan kehidupanKorban bergelimpanganTak ada tempat pemakamanMereka disembilu ketidakadilanDianaktiri keberpihakanMenggelantung di takhta keserakahanPada kuasa uang dan gelap jabatanO, kerumunan orang-orang lukaBerjibun di gigil hujan deritaBanjir bersekutu dengan deras air mataDuka kemiskinan dan bencana tiada redaAgar semua tak lagi adaMestikah hadirkan kembali wajah-wajah purbaTanpa hadir gagah negaraDi utuh hutan dan sawah, mereka berdiri sendiri, di kaki sahaja bahagiaTanpa rupa-rupa ketakutanMelawan mesin-mesin kemodernanTanpa jenis-jenis pemberdayaanHemat biaya perubahan-perubahanBandung, 12 Maret 2018TANYA-TANYA KONTESTANKarya YS SunaryoApakah kalian masih kontestan yang segalanya dulu itu?Berlantang-lantang tentang hendak membentangkan keadilanDi para buruh yang terusir di lahan kampung halamanPada tanah subur namun hilang hak penguasaanDan gunung-gunung yang telah dirobohkanKami kembali dibariskanDalam kepastian bilangan kemenanganSambil katamu silahkan dituliskanRupa-rupa air mata penderitaanKatamu pula, janganlah lupaTentang nomor di atas kepalaDan satu saja warna benderaPasti berkibar-kibar di angkasaKelak bendera kembali menyapaDalam warna dan gaya serupaDi lain selera dan harga gincuBerbedak tebal tanya penuh raguApakah kalian masih kontestan yang segalanya dulu itu?Bandung, 10 Maret 2018Demikianlah puisi kritik buat pejabat negara. Simak/baca juga puisi-puisi kritik yang lain di blog ini, semoga puisi tentang kritik diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa pada tema puisi indah dan menarik selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
INDOWORKID, JAKARTA: Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan larik dan bait. Penulisan puisi dilakukan dengan bahasa yang cermat dan pilihan kata yang tepat, sehingga meningkatkan kesadaran orang akan pengalaman dan memberikan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan pemaknaan khusus.

Untuk pemimpin negeri adalah cerita puisi harapan untuk seorang pemimpin negara dirangkai dengan kata kata amanat kepada pimpinan dalam bentuk puisi untuk pemimpin cerita puisi untuk pemimpin dalam bait puisi yang diterbitkan blog berkas puisi, apakah berkisah seperti puisi tentang pemimpin masa depan atau puisi kritikan pemimpin ataukah tentang puisi untuk pemimpin untuk pemimpin negeri yang diterbitkan bisa dijadikan sebagai contoh puisi pemimpin sejati, dan untuk lebih jelasnya disimak saja puisi indonesia dibawah dengan judul puisi untuk seorang pemimpin.PUISI UNTUK PEMIMPIN NEGERI Oleh Bambang PPagi dibangunkan bukan dengan mentari Ramai mata terbuka melihat kabar negeri Suci tak terlihat di atap angkasa Melainkan pekat debu terhirup seakan bersatu dengan bumi Meski menyapa sudah tak bisa lagi Pesan dari sesama menjadi se urat Mendengar guncangan para rakyatSuatu saat di waktu yang terlihat Mereka bukan lagi mailaikat Bukan pula seperti penghianat Hanya saja ada surat berisikan amanatDebu seakan tak tersapukan Pilu sekan tak pernah terlupakan Hanya saja ini pesan dari rakyat Semoga kau bisa jalankan amanatKita sama tak elok bila terus menghujat Kita se tanah jumpa pun seperti panah Menusuk di bagian bagian jantung Sampai terlihat oleh yang maha ini adalah negri pratiwi mengharumnya lebih dari pun pemimpin ini Jujurlah dan lihatlah jangan di lukai kembali.

Pertama partai politik merupakan penghubung antara negara (state) dan warga negara (the citizens).). Dalam hal pengambilan kebijakan di pemerintahan, peranan partai politik sungguh sangat penting. Partai politik menjadi titik temu dari sistem politik demokratis di satu pihak dan peran partai politik sebagai organisasi politik yang mempersiapkan calon pemimimpin di lembaga eksekutif di pihak lain.

Berikut ini adalah contoh puisi kritik pemerintah atau kata kata satire untuk penguasa dengan nama-nama pemeran animasi jepang dengan judul puisi negera cerita puisi tentang kritik pemerintahan dalam bait puisi satire yang dipublikasikan berkas puisi. apakah bercerita seperti puisi kritikan untuk pemerintah atau puisi kritik sosial kehidupan saat lebih jelasnya puisi tentang kritikan buat pemerintah saat ini disimak saja puisi berjudul negara konoha berikut Konoha Oleh NasrulNegara konoha sedang tak baik-baik saja,Ini semua bukan karena ulah Akatsuki,Ataupun karena diserang oleh ootsuki,Ini semua karena pejabat tinggi negara konoha kini hanya jadi gelar,Tak sanggup menyelesaikan satupun masalah hingga kelar,Semua jutsu yang dipertontonkan hanya sebagai peredam,Agar warga konoha menyangka hokage menjadi pemimpin kini tak bisa diandalkan,Hokage membuat kekai agar konoha menjadi aman,Tak pernah berpikir bahwa ada warga yang masih dirundung kemiskinan,Karena sanak keluarga hokage sudah dijamin anbu hokage sudah diperintah tugaskan,Menindak warga yang tak patuh aturan,Kunai dan suriken ia jadikan sebagai bahan ancaman,Bahkan taijutsu ia sering anbu bagaikan terkena genjutsu,Lebih hina dari seorang babu,Patuh terhadap segala perintah tak bermutu,Karena takut jika tak lagi menjadi bagian dari negara konoha sekarang,Banyak warga mati bukan karena perang,Banyak warga sengsara bukan karena jutsu terlarang,Ini semua karena pemerintahan yang haus akan 17,7,21

dirayakandengan sorak sorai, lengkingan terompet, Lampu sorot, kembang api yang memuntahkan. rona di angkasa, busa yang melompat. dari botol sampanye, dan lagu auld lang syne. yang diulang-ulang, bercampur ceracau resolusi. Tapi bagimu, hidup sehari hari. adalah permainan petak umpet. dan kembang api.

GelapJelang fajar yang berpijar terangSaat embun meninggalkan dedaunan Dalam hiruk pikuk subuh yang mengejar senja Engkau diam dalam zikir dan pikirMengejaMenghitungMembaca sebuah narasi bangsa Mengalir dari titik nadirMembuat detak jantungmu berdesir Apakah engkau akan sampai di sana? Menuju jejak- jejak perjalanan keabadianBernama kesetiaan dalam kedigdayaan bangsa Engkau membacaNapak tilas tiga setengah abaddan kejayaan masa lalu Harumnya nama bangsamuDalam titah raja-rajaSamudera Pasai, Sriwijaya, hingga Majapahit Engkau dengar kisahSang peloporSang pejuangSang PencerahSang Pendiri bangsa yang meski seiring sejalan bergandengan tanganMenjinakkan ego yang berpetualang dalam keragaman perbedaaan yang harus satuBhinneka Tunggal Ika Demi nusantara yang berdiri tegak di antara bangsa-bangsa dunia Setelah terseok sekian lama dalam penjajahan yang merajalela Wahai Pemimpin muda bangsaHari ini engkau harus lunasi janjimu Dalam sebuah narasi Indonesia Jaya hingga titik tanpa koma Narasi tentang kesetiaan, cinta, dan baktimu pada negeriyang mengalir dalam denyut nadi dan darahmuMembayangkan senyum anak-anak bangsa yang unggul sejahtera Menuju masa depan gemilang, cemerlang membentangDi negeri khatulistiwa Wahai engkau sang pejuangPemimpin muda masa depan bangsaRakyat menunggumu di depan mengambil estafet kepemimpinanyang harus kau rekonstruksi ulangEja ulang dua dinding batinmuEja rasa dan asamu Rasa cinta baktimu pada negeri ibu pertiwiAsah semangat juangmu yang menggeloratertempa tak berhenti Sanggupkah Engkau menjadi calon pemimpin bangsa terpilihDi negeri ini Bacalah sebaris narasiEngkau mengerti tentang sejarahmu sebagai anak negeri Karena Engkau terlahir dari rahimkeberanian, kesetiaan, pengorbanan, dan harapan Jangan engkau diam dalam kelamTerlena mencari kata kunci Bacalah sandiPecahkan teka-teki sebuah narasi PemimpinkuHari ini engkau harus lunasi janji Membangun sebuah narasi Indonesia menuju harapan baru Narasi tentang kesetiaan, cinta, dan baktimu pada negeri Semoga mengalir dalam denyut nadi dan darahmuMenuju Indonesia abadi Istana Negara, Jakarta 2014 Author Lahir di Padang Sidimpuan 25 April 1982, Pendidikan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan S1 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan 2000-2006, S2 Hubungan Internasional Universitas Paramadina 2010-2012, dan S2 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik FISIP Jurusan S2 Sosiologi UI, Pendiri Lentera Pustaka Indonesia, Penulis Annual Book Darwin High School, Australia 2006, Juara 1 Cipta Puisi Nafiri Nusantara dan Watch Forest Indonesia, Juara II Puisi dengan judul “ Pangeran Hatiku” yang diadakan Rumah Sastra Jakarta, Telah menulis 22 buku diantaranya “Antologi Pelangi Jiwa” 2012 “Ayat-ayat Ramadhan” 2013 101 Perempuan Berkisah” 2013. Aleyda Engkau Edelwisku Fiksiana,2014, “25 Wanita Kompasianer Merawat Indonesia” Peniti Media, 2014, Cinta Merah Jambu Puspa Swara, 2014, Harmoni Sixmad Media, 2014. Jadilah Terang 2014, Pemenang 10 Tahun Puisi Edisi Jerman Goethe Institute dengan Judul “Diatas Langit Eropa, Melamarmu” Juara 1 Cipta Puisi Nafiri Nusantara dan Watch Forest Indonesia, Puisinya diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Spanyol dan Turki, Aktif menulis opini di majalah SENATOR, Harian Analisa, Tabloid Inspirasi, SINDO seputar pendidikan, ekonomi, kepemudaan, hubungan internasional, lingkungan dan perempuan. Menghadiri Ubud Readers and Writers Festival 2014, Temu Penyair usantara Meulaboh 2016, dan aktif menulis di blog pribadinya Sekarang bekerja sebagai staf Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Setjen DPD RI, Senayan, Jakarta.

Kalaukankita sadarkan nyawa. Pantun-pantun di atas menegaskan pedoman utama kepemimpinan Melayu adalah ajaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pesuruh Allah. Dengan kata lain, nilai-nilai Islam harus menjadi rujukan utama kepemimpinan Melayu agar pemimpin beroleh rahmat dan hidayah.

Sunday, March 27, 2016 Puisi suksesi kepemimpinan. Pengertian Kepemimpinan ialah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Tentang kepemimpinan inilah yang diceritakan puisi kepemimpinan yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak untuk kesempatan kali ini Dan cara alamiah menelah kepemimpinan adalah dengan melakukannya dalam kerja dengan praktik seperti pemagangan pada seseorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hal ini seorang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran atau instruksi mungkin begitulan tentang kepemimpinan seperti cerita puisi tentang kepemimpinan dibawah ini Puisi Tentang Kepemimpinan Bagaimana kata kata puisi kepemimpinan yang dipublikasikan ini, untuk lebih jelasnya yuk kita simak saja berikut ini, agar mengerti arti dan makna di balik rangkaian bait bait puisinya. PUISI SUKSESI KEPEMIMPINANDR. Abdullah Fathoni, Berebut untuk menjadi pemimpin meski tidak mampu memimpin dan tidak ada ilmu menjadi pemimpin yang penting tenar menjadi pemimpin pada mulutnya sendiri tidak mampu dipimpin akan dibawa kemana negeri ini? akan dijadikan apa negeri ini? akan diopinikan apa negeri ini? perlombaan tiada akhir membalik yang sudah terukir seakan hidup tak berakhir kebenaran menjadi terjungkir dan pribumi menjadi telat mikir terkuras habis uang bankir sampai tiba waktu mentari lingsir karna di sana ada senyum selir atau sabda alang - alang kumitir ini nyata bukan saling sindir mengapa mereka mangkir ? yang benar menjadi tersingkir laksana kerja para gangsir biarkan berhembus angin sumilir yang membawa aroma anyir karna kebohongan dikipas ilir seperti hangus terbakar gubahan syair dan deras air sungai mengalir dari hulu menuju ilir lihatlah...mereka akan disambar betir karna ucapannya membawa derita getir tak peduli pada garis takdir inilah musibah tiada akhir tetapi komunitas tidak sadar berfikir bahwa ini opini para montir yang bekerja untuk saling menyindir oh...Tuhan selamatkan negeri ini dari kejahatan dari mereka yang kesetanan agar generasi kedepan menjadi mapan dan tidak ada lagi luka diatas luka karna semua sudah terbuka nyata sesuai fakta tidak ada rekayasa data kabulkan doa ini Tuhan alam semesta. Demikianlah puisi suksesi kepemimpianan. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya, Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung. KepemimpinanNegara. Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik. Dinamika kehidupan sosial dan politik bangsa saat ini cukup menegangkan. Hal ini disebabkan oleh penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aturan dan tatanan kenegaraan yang ada. Konstelasi sosial politik yang dilahirkan selama ini, setidaknya sejak didengungkannya Oleh Noura Fadhila ~ Politisi MudaAda Yang HilangAda yang hilang tapi bukan cinta; Ada yang hilang namun bukan rasa; Atmosfir mencekam pada yang tak sejalan; Nyawa pun lagi kau cari; Karena tak kan berjumpa; Keadilan hilang jejak; Teroksidasi dalam ruang tertinggal tak lebih dari sekedar kata; Tak lagi berdefinisi; Kau beri makna sesukamu; Aku ikut saja mau mu karena kuasa milikmu... Air mata ku tumpah malam tadi; Saksikan pribadi kau paksa bersalah; Koruptor bukan, ter*rispun bukan; Hanya lelaki tua dengan follower real dalam jumlah tak terbilang...Aku satu dari sekian lainnya; Mengkritisnya tanpa henti; Namun saksikan ketidakadilan berlaku atasnya; Nalarku tak bisa ku paksa bungkam...Tau kah kau bagian paling menyakitkan dari semua ini; Saat kalian paksakan logika kalian pada kami; Mohon hentikan melecehkan kemampuan bangsa ini mengunakan nalarnya; Buatlah analisis hingga hipotesis sesuai versimu dan hari ini kuasa masih milik mu; Namun jangan lupakan 6 nyawa anak manusia; Menunggu keadilan; Jika kini keadilan tengah hilang jejak; Nanti kan ada waktunya bertemu...Jika tak di dunia; Mahkamah Tuhan pasti kan hadirkan; Hati ku patah pada negara; Karena biarkan keadilan hilang jejak; Aku bahkan tak lagi berani berani menuliskan isi pikiranku dengan diksi telanjang dalam tulisan panjang bersama analisis tajam agar tak hilang hipotesis akhir ku kelompok muslim hanya menang dalam jumlah-hanya berguna saat pemilu.... Namun tak miliki posisi tawar apapun sesudahnya.... Tak ada pilihan kalian paksa kami buat pilihan....Baca juga puisi pendek tentang persahabatan dan harapanRamadanku Datang Lebih AwalTahun belum juga berganti; Namun, ramadaan kali datang lebih awal; Puasa sekian hari tanpa henti; Ramadan kali ini sepertinya lama akan tinggal...Jadilah rakyat sebentar saja; Agar tau rasanya ramadan datang lebih awal; Lapar dan dahaga hanya tuntas bersama senja; Lapar itu nyata kawan!!! bukan gombal...Beras sekantong yang tak perna cukup dimakan sebulan; Mie 3, 4 bungkus bersama sarden 2 kaleng; Bekal rakyat hidup sebulan; Sejahterah hanya bualan!! janji hidung belang;Hanya setia pada kawan sejawat; Pada sesama pemilik kuasa; Rakyat sekarat; Kalian masih bicara kuasa; Ajal di depan mata... Covid mewabah!! Gizi kami tak ada; Negara kamu dimana! Kami rakyat menderita; Kami anak kandungmu! Ramadan datang lebih awal; Mungkin kan tinggal menahun... Sikuat kan hidup kekal; Si lemah kan segerah punah tak sampai hitungan tahun; Ini kisah pilu bangsaku; Bukan penggalan dongeng;Tak lagi bisa ku ajak berdamai... nalar dan mataku; Hanya Air mata dalam puisi cara ku bertutur Damai dan jayalah bangsa dan negara ku; Sejahteralah seluruh rakyatnya; Semoga kasih sayang dan perlindungan Allah selalu ada untuk kita semua...Sajak Perlawanan Saat cintaku pada negara; Kau balas water cannon dan gas air mata; Kemana lagi harapan rakyat akan bermuara; Kerena janjimu isinya hanyalah dusta...Kuasa merampas kewarasanmu; Kuasa melumat habis sisa kemanusian mu; Kau tak lagi kenal dirimu; Cinta hilang jejak dalam nalar mu...Negara dan bangsa tak perna menuntut lebih; Namun jiwanmu tak kenal kata puas; Kau minta kami rakyat bersabar hingga letih; Janjimu sejahtera!!! namun pemuda kau hadapi dengan beringas...Mereka anak-anak bangs; Seburuk itukah cinta kami hingga water cannon dan gas air mata balasannya?? Coba tunjukan cinta milikmu pada bangsa dan negara; Yang berbalas gaji ratusan juta, rumah dinas hingga kekuasaan...Jika cinta kami sepenuh hati pada bangsa dan negara; Alasan kalian perlakukan kami layaknya kriminal; Lantas masih pantaskah kalian menyebut diri kalian pemimpin-pemimpin negara...Karena cinta mu berpamrih; Cinta tak lagi kau kenal; Kau dengar suara rakyat; Kau lihat derita rakyat; Namun kau paksakan omnibis law dan cipta kerja sah sebagai undang-undang... Kalian ingin kami semua bungkam! Alasan nalar kewarasan kami berang; Mengapa pasal merugikan rakyat kau akomodir; Sementara suara rakyat kau abaikan; Dewan Perwakilan Rakyatkah atau Dewan P*ngh* keputusan!!! Ekpresi cinta pada bangsa dan negara... Hanya itu yang mampu kusaksikan; Dalam Gelombang perlawanan pada Omnibus Law dan Cipta kerja; Entah dalam pandanganmu, entah dalam adalah seni; Seni berteriak dalam diam; Hening terlihat sepi; Namun gaduh dalam pemikiran...Jangan kau pikir saat hening; Segala kan baik-baik saja; Khawatirlah saat hening kian merayap; Bergrilya dalam diam; Hening bermuara pada hadir ketika salah tak lagi terbilang; Suara-suara tak lagi di dengarkan; Kau hanya asyik masyuk bersama pertanda alam; Jika kau mau renungkan; Cara Tuhan memintamu kembali ke kesadaran; Namun pilihan selalu ada pada mu...Penamu tuliskan cerita lanjutan; Lainnya menyesuaikan pada alurmu; Yang kau tulis kan jadi sejarah; Dongeng indahkah atau kegaduhan baru...Hening bertutur jujur; Berkisah tentang amarah; Diam jadi pilihan; Sebelum suara-suara lantang hadir kembali;Penamu tak perna lebih kuat; Tuhan telah tuliskan di Lauhil Mahfuz; Siapa kan jadi apa...Jangan kau paksa hening terus tinggal; Hening tak berarti diam; Hening membungkus kobaran amarah; Hening kan jadi dendam politik baru...Tersublimasi sementara dalam pikiran publik; Khawatirlah pada yang tak terkatakan; Benihnya tumbuh subur dalam pikiran... .
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/187
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/193
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/689
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/8
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/708
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/991
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/379
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/164
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/819
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/501
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/210
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/369
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/101
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/75
  • xjy6uxuq4s.pages.dev/274
  • puisi tentang pemimpin negara